Soegiharto Resmi Jabat Dirut Askrindo Syariah

Oleh : Ahmad Fadli | Senin, 22 Januari 2018 - 13:55 WIB

Kiri ke Kanan: Pribadi Mantan Dirut Askrindo Syariah, Asmawi Syam Dirut Aksrindo bersama Direktur SDM&Umum; Askrindo, Firman Berahima (Dok: INDUSTRY.co.id)
Kiri ke Kanan: Pribadi Mantan Dirut Askrindo Syariah, Asmawi Syam Dirut Aksrindo bersama Direktur SDM&Umum; Askrindo, Firman Berahima (Dok: INDUSTRY.co.id)

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPS LB)  PT  Jaminan Pembiayaan Askrindo Syariah atau Askrindo Syariah yang merupakan anak perusahaan dari PT Askrindo (Persero), telah menyetujui pengangkatan Soegiharto sebagai Direktur Utama Askrindo Syariah menggantikan Pribadi.

Direktur Utama Askrindo, Asmawi Syam mengatakan, Askrindo Syariah merupakan perusahaan yang bergerak di bisnis penjaminan pembiayaan berdasarkan prinsip-prinsip syariah.

"Dengan diangkatnya Soegiharto sebagai Direktur Utama Askrindo Syariah, kami berharap Askrindo Syariah kedepan akan mampu bersaing dan menjadi market leader di Industri penjaminan pembiayaan syariah khususnya di Indonesia serta diharapkan dengan Direksi yang baru dapat mengoptimalkan kinerja Askrindo Syariah," ujar Asmawi di Graha Askrindo Kemayoran, Senin (22/1/2018)

Asmawi menjelaskan, saat ini Askrindo Syariah menjadi perusahaan penjaminan pembiayaan syariah pertama di Indonesia. Mantan bankir tersebut melihat peluang yang sangat besar untuk Askrindo Syariah melebarkan sayapnya di tahun 2018 karena akan banyaknya bermunculan perbankan berbasis syariah.

"Tahun ini merupakan tahun pembangunan, kita harapkan Askrindo Syariah mampu untuk bersaing dan masuk ke dalam sektor pembiayaan tersebut. Selain itu, beberapa bank daerah juga sudah mulai beralih menjadi bank syariah dan itu merupakan peluang besar bagi Askrindo Syariah untuk melebarkan sayapnya," jelas Asmawi.

Direktur Utama Askrindo Syariah, Soegiharto yang merupakan mantan Kepala Kantor Cabang Utama PT Askrindo mengatakan dirinya siap mengemban amanah sebagai Direktur Utama Askrindo Syariah. Dia mengaku siap untuk langsung tancap gas guna meraih target di tahun 2018.

Soegiharto menjelaskan, dengan produk produk unggulan yang dimiliki Askrindo Syariah dan telah digunakan oleh berbagai perbankan syariah maupun berbagai perusahaan lainnya dirinya siap untuk menjadi market leader penjaminan pembiayaan berbasis syariah.

"Askrindo Syariah memiliki banyak produk unggulan antara lain Penjaminan Kredit, Bank Garansi serta Suretyship yang berbasis syariah, dengan produk produk tersebut Insya Allah kita akan dapat merebut pasar penjaminan pembiayaan syariah di Indonesia," jelasnya.

 

 

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menteri BUMN Rini Soemarno (Foto Humas BUMN))

Rabu, 20 Maret 2019 - 08:04 WIB

Pertamina, RNI dan PTPN III Bersinergi Kembangkan Energi Terbarukan

Tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu Pertamina, RNI dan PTPN III menandatangani Nota Kesepahaman terkait kerjasama penyediaan bahan baku crude palm oil (CPO), Refined Bleached Deodorized…

Kerbau di persawahan

Rabu, 20 Maret 2019 - 07:38 WIB

Kementan tingkatkan pengawasan terhadap pemasukan daging kerbau asal India

Jakarta, Adanya pemberitaan di beberapa media online terkait kejadian kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di beberapa negara bagian di India, telah meningkatkan sikap kehati-hatian dan kewaspadaan…

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Selasa, 19 Maret 2019 - 21:30 WIB

Indonesia Posisi Kedua Sebagai Negara Dengan Optimisme Tinggi Terapkan Industri 4.0

Berdasarkan hasil riset McKinsey, Indonesia menempati posisi kedua sebagai negara dengan optimisme tertinggi dalam menerapkan industri 4.0, yakni 78%.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Ngakan Timur Antara

Selasa, 19 Maret 2019 - 21:06 WIB

INDI 4.0 Jadi Acuan Kemenperin Ukur Kesiapan Industri Masuk Era Digitalisasi

Kementerian Perindustrian terus memacu kesiapan sektor manufaktur nasional dalam memasuki era industri 4.0 khususnya lima sektor yang telah menjadi prioritas berdasarkan peta jalan Making Indonesia…

Kemen Kominfo

Selasa, 19 Maret 2019 - 19:33 WIB

Kominfo Blokir 11.803 Konten Radikalisme dan Terorisme

Jakarta-Kementerian Komunikasi dan Informatika telah melakukan pemblokiran konten internet yang memuat radikalisme dan terorisme sebanyak 11.803 konten mulai dari tahun 2009 sampai tahun 2019.…