Pameran Seni Badak Sumatera: Harta Karun Tersembunyi Indonesia

Oleh : Nina Karlita | Senin, 22 Januari 2018 - 09:07 WIB

Badak (Foto Dok Industry.co.id)
Badak (Foto Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta– Dalam upaya meningkatkan kesadaran akan Badak Sumatera yang terancam punah, Tim Badak dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia mengadakan pameran seni dan lelang amal selama tiga hari, 19-21 Januari 2018 di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, melibatkan sejumlah seniman muda Indonesia dan internasional serta produk lokal Indonesia

Badak adalah salah satu spesies yang paling terancam punah di planet ini. Terdapat lima spesies badak di dunia, dua diantaranya berada di Indonesia. Berukuran paling kecil dari semua spesies badak, Badak Sumatera merupakan spesies yang paling terancam dengan jumlah populasi diperkirakan kurang dari 100 ekor akibat perubahan fungsi hutan dan perburuan.

Kondisi badak sumatera telah menjadi fokus Pemerintah Indonesia dengan memasukan badak sumatera sebagai spesies dilindungi dan target peningkatan populasi. Bekerjasama dengan mitra LSM dan masyarakat, upaya perlindungan, program pengembangbiakkan serta penelitian telah dilaksanakan untuk melestarikan spesies ini. 

Salah satu cerita sukses dari kolaborasi multinasional ini adalah kelahiran Andatu pada tahun 2012 di Sumatran Rhino Sanctuary (SRS) Way Kambas, Lampung. Andatu merupakan badak Sumatera pertama yang lahir di penangkaran Indonesia. Pada tahun 2016, Presiden Joko Widodo memberi nama kepada bayi badak Sumatera kedua ‘Delilah’, yang artinya ‘Hadiah dari Tuhan’.

Widodo Ramono, selaku Executive Director of Yayasan Badak Indonesia  mengatakan, “Program Konservasi Badak Sumatera memerlukan pendekatan kolaboratif dan kerja sama tidak hanya dari institusi atau organisasi, namun juga komunitas dan publik. Berbagi informasi tentang hewan yang indah ini sangatlah penting, sehingga masyarakat dapat mengerti keunikan  dan keistimewaan badak Sumatera serta melakukan tindakan untuk mengatasi penurunan ini,”

Selain perlindungan dan pengelolaan, salah satu cara untuk membantu memerangi kepunahan spesies ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat di Indonesia dan seluruh dunia. Untuk mengatasi tantangan tersebut, Tim Badak, yang terdiri dari enam LSM nasional dan multinasional, yaitu Forum Konservasi Leuser (FKL), Leuser International Foundation (LIF), International Rhino Foundation (IRF), Wildlife Conservation Society - Indonesia (WCS), World Wide Fund for Nature - Indonesia (WWF), and Yayasan Badak Indonesia (YABI), dan didanai oleh Disney Wildlife Fund, menciptakan sebuah kampanye untuk meningkatkan kesadaran dan mendapatkan dukungan publik untuk Konservasi Badak Sumatera.

Dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai Badak Sumatera, Tim Badak melakukan kampanye #KadoUntukDelilah, pada tahun 2017. Melalui Delilah, kampanye ini juga berusaha menjangkau generasi masa depan Indonesia untuk belajar mencintai dan melindungi Badak Sumatera.

Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk melibatkan dan mengajak generasi muda Indonesia, Tim Badak menggelar ‘Pameran Seni Badak Sumatera: Harta Karun Tersembunyi Indonesia’ dari tanggal 19-21 Januari 2018, di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia di mana menampilkan karya seni yang terinspirasi dari Badak Sumatera.

“Badak Sumatera merupakan bagian dari warisan biologis Indonesia dan harus dipertahakan untuk generasi mendatang. Generasi muda Indonesia pada akhirnya akan memiliki tanggungjawab untuk menyelamatkan bukan hanya Badak, tapi juga keanekaragaman hayati Indonesia yang kaya. Pameran seni ini merupakan contoh yang baik bagaimana orang-orang yang berasal dari latar belakang, budaya dan organisasi yang berbeda-beda dapat bekerja bersama untuk menyelamatkan keanekaragaman hayati negara ini,” ujar Siti Nurbaya Bakar selaku Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.

Pameran seni ini melibatkan seniman-seniman dari Indonesia seperti Naela Ali, Diela Maharanie, The Popo, Mochtar Sarman, Reza Mustar, dan Citra Marina, dengan kontribusi dari seniman Disney Imagineers yaitu Joe Rohde, Morgan Richardson, Zsolt Hormay, dan fotografer satwa liar, Paul Hilton. Monstore dan Matoa Indonesia juga berpartisipasi dengan menghasilkan produk edisi spesial mereka yang terinspirasi dari Badak Sumatera. Semua karya dan produk yang ditampilkan di pameran seni ini akan disumbangkan langsung oleh para seniman dan mitra merek kepada program Konservasi Badak Sumatera.

“Kami sangat  berbahagia dan tersentuh melihat karya seni yang menakjubkan dari para seniman yang sangat inspiratif ini. Kontribusi mereka mewakili harapan generasi ini untuk masa depan yang lebih baik bagi Badak Sumatera,” ujar  Noviar Andayani, Country Director, Wildlife Conservation Society, Indonesia Program.

Semua karya seni akan tersedia untuk dilelang di www.charitybuzz.com yang dapat di akses oleh seluruh masyarakat di dunia mulai tanggal 19 Januari sampai 7 Februari 2018. Jam tangan kayu edisi Way Kambas dari Matoa hanya tersedia sampai tanggal 21 Januari 2018.

 

Pameran seni ini juga akan menghadirkan kegiatan-kegiatan yang menarik seperti mendongeng untuk anak-anak dan pemutaran dokumenter pada hari kedua untuk memberikan pendidikan dan membangun rasa cinta kepada Badak Sumatera pada anak-anak sejak dini. Selain itu juga terdapat kompetisi media sosial di Instagram @badakdelilah menggunakan tagar #TimBadak dan #SeniBadak untuk memenangkan hadiah jam tangan kayu edisi spesial dari Matoa.

 

Donasi juga dapat dilakukan dengan mengunjungi https://rhinos.org/timbadak/ untuk program konservasi.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Wisman Tiongkok (Foto Banten.co)

Senin, 20 Agustus 2018 - 22:00 WIB

Wisman Tiongkok Dominasi Kedatangan Bandara Ngurah Rai Bali

PT Angkasa Pura I (Persero) mencatat wisman asal Tiongkok mendominasi kedatangan penumpang mancanegara di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, yakni mencapai 23,6 persen dari total keseluruhan…

Atlet Wushu Indonesia, Lindswell Kwok Raih Medali Emas di Ajang Asian Games 2018

Senin, 20 Agustus 2018 - 21:25 WIB

Raih Medali Emas, Lindswell Kwok Nikmati Bonus Rp 1,5 Miliar Plus Mobil

Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) Imam Nahrawi mengaku telah menyiapkan 3 (Tiga) mobil dan uang sebesar Rp 1,5 miliar sebagai bonus peraih medali emas di ajang Asian Games 2018.

Ketua Umum Parmusi Usamah Hisyam (Foto Anto)

Senin, 20 Agustus 2018 - 21:08 WIB

Parmusi Disegani Penguasa Dicintai Ulama

INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) berkiprah di Indonesia sudah cukup lama. Era reformasi 1999, Parmusi lahir dari sebelumnya Muslimin…

Ilustrasi Balap Sepeda (Foto Ist)

Senin, 20 Agustus 2018 - 21:00 WIB

Balap Sepeda Berkibar, Andini dan Khoiful Kawinkan Emas Downhill

Setelah Taekwondo dan Wushu, kini giliran balap sepeda Indonesia berkibar. Kali ini, pasukan Raja Sapta Oktohari tidak tanggung-tanggung meraup dua medali emas pada hari pertama perlombaan balap…

Menpora Imam Nahrawi menyerahkan secara simbolik bonus Rp 1,5 miliar kepada Defia Rosmaniar (Foto: Dok. Kemenpora)

Senin, 20 Agustus 2018 - 20:40 WIB

Menpora Serahkan Bonus Rp 1,5 Miliar kepada Dara Manis Asal Bogor, Defia Rosmaniar

Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) Imam Nahrawi secara simbolik menyerahkan bonus medali emas sebesar Rp 1,5 miliar kepada atlet Taekwondo Defia Rosmaniar.