Pelindo Ungkap Pembiayaan Pelabuhan Kuala Tanjung Naik Sembilan Persen

Oleh : Ridwan | Jumat, 19 Januari 2018 - 15:51 WIB

Ilustrasi Logistik di Indonesia (Foto:supplychainindonesia)
Ilustrasi Logistik di Indonesia (Foto:supplychainindonesia)

INDUSTRY.co.id - Medan- PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) memperkirakan pembiayaan proyek Pelabuhan Kuala Tanjung tahap pertama di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, akan membengkak menjadi Rp4 triliun atau naik sembilan persen dari rencana semula Rp3,7 triliun.

Direktur Utama Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I Bambang Eka Cahyana saat ditemui awak media di Medan, Kamis (18/1/2018)  mengatakan penambahan biaya tersebut antara lain karena pembangunan dermaga.

"Penambahan biaya ada sekitar sembilan persen karena bangun dermaga sepanjang 2,87 kilometer. Kedalaman tiang pancang ternyata lebih dalam, kami perkirakan 40 meter ternyata rata-rata 65 sampai 70 meter," katanya.

Dia menambahkan sumber pembiayaan tersebut seluruhnya berasal dari Pelindo I tanpa penyertaan modal negara (PMN).

"Rp4 triliun itu enggak ada dari PMN satu rupiah pun," katanya.

Bambang menilai wajar terjadi eskalasi pembiayaan karena Pelabuhan Kuala Tanjung akan menjadi hub internasional yakni pengiriman produk-produk industri Pulau Sumatera akan dikirim melalui pelabuhan tersebut.

Dia menuturkan dengan adanya Pelabuhan Kuala Tanjung, maka barang tidak perlu lagi dikirim ke Jakarta kemudian baru dikirim ke luar negeri yang hanya menambah ongkos transportasi.

Selain itu, ia juga mendorong hilirisasi industri di sekitar pelabuhan karena akan menghemat biaya transportasi.

"Seperti Inalum, dia punya produksi, dikirim ke Surabaya dicairkan lagi jadi velg, panci dan kusen dan setelah dicairkan baru diekspor. Kenapa enggak bangun pabrik hilirisasi Inalum di sini, ongkos transportasinya lebih murah karena enggak perlu memindahkan bahan baku ke sana," katanya.

Untuk itu, dia mengatakan bagaimana mendorong hilirisasi produk agar volume barang bisa digenjot di Pelabuhan Kuala Tanjung.

Bambang mengatakan pada tahap awal, volume arus barang dari Pelabuhan Kuala Tanjung Tahap 1 yang akan mulai dioperasikan pada April 2018 adalah 100.000 TEUs atau 20 persen dari kapasitas terminal.

"Sebetulnya 20 persen itu sudah bagus, saya yakin dalam lima tahun bisa satu juta TEUs," katanya.

Dia menambahkan selain itu, pihaknya juga akan mendorong melalui pemanduan Selat Malaka yang sudah diambil alih Indonesia untuk diarahkan kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Kuala Tanjung.

"Kami sudah bergandengan dengan perusahaan asing dari Tiongkok dan Eropa, perusahaan yang besar-besar untuk ke Kuala Tanjung," katanya.
 

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Presiden Jokowi melantik Siwi Sukma Adji sebagai KSAL, dan menaikkan pangkat jadi Laksamana, di Istana Negara (Foto: Rahmat/Humas)

Rabu, 23 Mei 2018 - 19:45 WIB

DPR Harap KASAL Tingkatkan Profesionalisme Prajurit

Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan berharap Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KASAL) Laksamana Madya TNI Siwi Sukma Adji mampu meningkatkan profesionalisme para prajuritnya agar mampu menghadapi…

Ketua Umum Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan Nasional (KTNA Nasional), saat berbicara di acara Forum Promoter 2018 Polri yang membahas tema Solusi Menuju Indonesia yang Berdaulat Adil dan Makmur Melalui Ketahanan Pangan, Rabu, 23 Mei 2018

Rabu, 23 Mei 2018 - 19:35 WIB

Indonesia Bisa Menjadi Lumbung Pangan Dunia Pada 2045

Pangan tidak hanya merupakan komoditas dan kebutuhan pokok dalam kehidupan setiap orang. Tetapi pangan juga menjadi kepentingan nasional dan keamanan nasional bagi sebuah negara. Pangan memiliki…

Universitas Prasetiya Mulya Optimis Lulusan Lokal Mampu Bersaing di Era Global

Rabu, 23 Mei 2018 - 19:33 WIB

Universitas Prasetiya Mulya Optimis Lulusan Lokal Mampu Bersaing di Era Global

Era globalisasi dan makin terbukanya Indonesia bagi pasar asing menuntut lulusan perguruan tinggi di Indonesia memahami tantangan dan tuntutan bisnis saat ini sehingga mampu bersaing. Potensi…

PT.Bumi Serpong Damai Tbk. (PTBSD)

Rabu, 23 Mei 2018 - 19:00 WIB

BSDE Anggarkan Belanja Modal Rp6 Triliun di 2018

PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) menganggarkan Capital Expenditure (Capex) atau belanja modal sebesar Rp4 triliun-Rp6 triliun pada tahun 2018.

Kebun Kelapa Sawit (Ist)

Rabu, 23 Mei 2018 - 18:45 WIB

Harga Minyak Mentah Global Naik, CPO Malaysia Lanjutkan Penguatan Harga Pekan ini

Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) Malaysia pada perdagangan Rabu (23/05/18) dibuka pada level RM2.468 per ton, atau lebih rendah 0,36% dibandingkan harga pada penutupan sesi perdagangan…