Siap-siap Jualan Online Bakal Dipungut PPN dan PPH

Oleh : Ahmad Fadli | Jumat, 19 Januari 2018 - 11:50 WIB

Ilustrasi Startup
Ilustrasi Startup

INDUSTRY.co.id, Jakarta -Anda yang tengah menjalan usaha jualan online siap-siap saja membayar pajak. Pasalnya, Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) Kementerian Keuangan bakal membuat aturan pajak untuk para pelaku e-commerce. Nantinya, para pelaku tersebut akan diminta menyetor Pajak Pertambahan Nilai (PPn) dan Pajak Penghasilan (PPh).

Direktur Peraturan Perpajakan II Yunirwansyah mengatakan bahwa para pelaku e-commerce akan diminta setor PPn dan PPh. "Ada PPn, ada PPh," kata Yunirwansyah di Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, kemarin.

Oleh karena itu, kata Yunirwansyah pihaknya akan membuat aturan e-commerce dalam bentuk Peraturan Menteri Keuangan (PMK) sendiri. Hal tersebut dilakukan guna memajaki pelaku e-commerce.

Nantinya, dalam penyetoran pajak tersebut pihaknya akan bekerjasama dengan marketplace. Di sana marketplace bertindak sebagai penyetor pajak pelaku e-commerce.

"Iya sendiri (aturan PMK). Makanya disebut penyetor bukan pemungut. Si marketplacenya jadi penyetor. Kalau online kan enggak ada tokonya, kita minta tolong marketplace," sambungnya.

Sederhanannya, aturan terkait pajak e-commerce akan terbit dalam aturan PMK yang baru dan tidak bergantung pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 46 Tahun 2013, pajak UMKM bersifat final sebesar 1% dan berlaku bagi UMKM dengan omzet maksimal Rp 4,8 miliar dalam setahun.

Sementara itu, terkait tarif pajak, pihaknya masih dalam perundingan. Ia pun memberi contoh perhitungan tarif yang akan ditetapkan. "Iya kita bikin PPn X persen, PPh X persen kan gitu yang kita pakai," tutupnya.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat menyampaikan sambutan dalam acara penghargaan Industri Hijau (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Rabu, 12 Desember 2018 - 13:40 WIB

Penerapan Industri Hijau Mampu Hemat Energi Sebesar Rp1,8 Triliun dan Air Mencapai Rp 27 Miliar

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, hasil assessement penghargaan industri hijau tahun 2018, diperoleh penghematan energi sesebesar Rp 1,8 miliar dan air sebesar Rp 27 miliar.

Mayjen Hafil digadang-gadang jadi pimpinan PB POBSI

Rabu, 12 Desember 2018 - 13:36 WIB

‎19 Pengprov POBSI Alihkan Dukungan ke Mayjen Hafil

Jakarta - Sebanyak 19 Pengurus Provinsi Persatuan Olah Raga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) mengalihkan dukungannya ke Mayjen TNI A Hafil sebagai Ketua Umum PB POBSI. Sebelumnya dukungan ini…

Menteri Airlangga resmikan Real CoId-Pressed Facility PT Sewu Segar Primatama (Hariyanto/INDUSTRY.co.id)

Rabu, 12 Desember 2018 - 13:22 WIB

Menperin: Konsumsi Olahan Buah Masih Rendah, Indonesia Miliki Peluang Besar di Industri Mamin

Menteri Airlangga mengatakan, Indonesia sebagai negara tropis penghasil buah-buahan eksotis mempunyai potensi dalam pengembangan produk olahan buah seperti buah dalam kaleng, minuman sari buah,…

Menteri Airlangga resmikan Real CoId-Pressed Facility PT Sewu Segar Primatama (Hariyanto/INDUSTRY.co.id)

Rabu, 12 Desember 2018 - 12:42 WIB

Dukung Industri 4.0, Re.juve Datangkan Teknologi High-Pressure Pertama di Indonesia

PT Sewu Segar Primatama (anak perusahaan PT Sewu Sentral Primatama), perusahaan nasional pemroduksi coId-pressed juice dengan merek dagang Re.juve, meresmikan Real CoId-Pressed Facility (CPF)…

Para Pemain, Sutradara, dan Produser film Down Swan

Rabu, 12 Desember 2018 - 11:54 WIB

Film Down Swan Angkat Tema Tentang Anak Down Syndrom

Di tengah booming-nya film horor, production house (PH) baru bernama Adiksi Film siap memproduksi film drama keluarga yang bercerita seputar dunia anak anak berkebutuhan khusus, berjudul Down…