OJK Optimis Pertumbuhan Kredit 12 Persen di 2018

Oleh : Wiyanto | Kamis, 18 Januari 2018 - 22:32 WIB

Ilustrasi kredit perbankan
Ilustrasi kredit perbankan

INDUSTRY.co.id - Jakarta-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas  target pertumbuhan ekonomi 5,4% yang ditetapkan Pemerintah di tahun 2018, OJK memperkirakan kredit dan Dana Pihak Ketiga perbankan berpotensi untuk tumbuh di kisaran 10%-12%.

“Optimisme untuk memacu pertumbuhan turut diperlihatkan pula oleh pelaku industri jasa keuangan, sebagaimana tercermin dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) tahun 2018, yang menargetkan ekspansi kredit dan Dana Pihak Ketiga masing-masing sebesar 12,23% dan 11,16%,” ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso di Jakarta, Kamis (18/1/2018).

OJK menilai sejumlah tantangan yang perlu diantisipasi antara lain perkembangan digitalisasi di sektor jasa keuangan yang sangat cepat, normalisasi kebijakan moneter negara maju dan risiko geopolitik dunia yang masih tinggi. Sejumlah program menjadi fokus OJK pada 2018, yaitu mendukung aspek pembiayaan untuk proyek-proyek infrastruktur dan sektor prioritas lainnya, percepatan program industrialisasi, peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan literasi dan akses pembiayaan masyarakat, serta optimalisasi potensi ekonomi syariah.

Menurut dia, sejumlah kebijakan strategis telah disiapkan seperti untuk mendukung pembiayaan infrastruktur dan sektor prioritas serta sekaligus untuk memperdalam pasar keuangan berupa mendorong perluasan dan pemanfaatan instrumen pembiayaan yang lebih bervariasi, antara lain perpetual bonds, green bonds, dan obligasi daerah, termasuk penerbitan ketentuan pengelolaan dana Tapera melalui skema Kontrak Investasi Kolektif; Mempermudah proses penawaran umum Efek bersifat utang dan sukuk bagi pemodal profesional.

“Meningkatkan akses bagi investor domestik serta keterlibatan pelaku ekonomi khususnya lembaga jasa keuangan di daerah melalui penerbitan kebijakan pendirian Perusahaan Efek Daerah; Meningkatkan proses penanganan perizinan dan penyelesaian transaksi yang lebih cepat dengan menggunakan teknologi; serta
menghilangkan kewajiban pembentukan margin 10% untuk transaksi hedging nilai tukar,” katanya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) menyatakan PT Sariwangi Agricultural Estate Agency (SAEA) dan PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung pailit karena dinilai gagal membayar utang.

Jumat, 19 Oktober 2018 - 09:32 WIB

Perusahaan Teh Legendaris Sariwangi Divonis Pengadilan Bangkrut

Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) menyatakan PT Sariwangi Agricultural Estate Agency (SAEA) dan PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung pailit karena dinilai gagal membayar utang.

Direktur Metland Olivia Surodjo dan Head of Residential Keppel Land Indonesia Supardi Ang menunjukan maket The Riviera

Jumat, 19 Oktober 2018 - 09:17 WIB

Metland-Keppel Land Luncurkan Rumah Tapak Senilai Rp 10 Miliar

Pengembang properti, PT Metropolitan Land (Metland)Tbk melakukan join operation (JO) bersama dengan pengembang Singapura, Keppel Land Limited untuk pengembangan tahap ketiga proyek perumahan…

Lintasarta berhasil meraih penghargaan untuk kategori Best Improved Data Technoloy Governance & AI untuk layanan data center dan cloud, di ajang Data Technology Governance, AI and Analytics Summit & Awards 2018

Jumat, 19 Oktober 2018 - 09:04 WIB

Lintasarta Sabet Penghargaan Kualitas Layanan Data Center & Cloud

Lintasarta berhasil meraih penghargaan untuk kategori Best Improved Data Technoloy Governance & AI untuk layanan data center dan cloud, di ajang Data Technology Governance, AI and Analytics…

Homestay - foto IST

Jumat, 19 Oktober 2018 - 08:55 WIB

Homestay di Danau Toba Akan Berstandar ASEAN

Pengembangan kawasan Danau Toba sebagai satu dari 10 destinasi prioritas memiliki potensi pariwisata yang besar. Dari sisi amenitas, Pengembangan homestay berstandart Asean terus dikebut. Goalnya…

Ilustrasi kredit perbankan

Jumat, 19 Oktober 2018 - 08:31 WIB

Kontribusi Kredit Perbankan di Palu Capai 0,5 Persen

INDUSTRY.co.id

Jakarta - Berdasarkan data sementara yang diterima OJK, jumlah kredit perbankan di Provinsi Sulawesi Tengah sebesar Rp 27 triliun atau 0,5% dari…