Pasar Otomotif Indonesia Diprediksi Akan Tumbuh 4,6 Persen pada 2018

Oleh : Ridwan | Rabu, 17 Januari 2018 - 08:30 WIB

Mobil segmen multipurpose vehicle (MPV) masih menjadi kendaraan andalan industri otomotif dalam negeri untuk meningkatkan laju ekspor.
Mobil segmen multipurpose vehicle (MPV) masih menjadi kendaraan andalan industri otomotif dalam negeri untuk meningkatkan laju ekspor.

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Pasar otomotif Indonesia diperkirakan akan tetap tangguh di tahun 2018. Penjualan kendaraan cenderung mencapai 1,125 juta unit pada tingkat pertumbuhan 4,6%.

Di antara sektor ini, kendaraan komersial diperkirakan berada di tempat yang tinggi, seiring dengan pertumbuhan segmen LCGC dan MVP yang tumbuh signifikan.

Viviek Vaidya selaku Wakil Presiden Senior Frost And Sullivan mobility mengatakan faktor jangka panjang seperti tingkat pertumbuhan PDB, demografi yang baik dan parc murah per seribu poin terhadap tingkat pertumbuhan jangka panjang yang kuat. Namun, kita perlu fokus pada faktor spesifik untuk memahami dinamika di tahun 2018.

"Peluncuran mobil yang akan datang dengan model, facelift dan varian baru terutama untuk beberapa model pasar utama di Segmen MPV diharapkan dapat mendorong penjualan," ujar Viviek di Jakarta (16/1/2018).

Ia menambahkan, pasar kendaraan komersial masih akan terus didorong oleh permintaan di segmen konstruksi dan infrastruktur. Ada banyak permintaan terpendam di segmen kendaraan komersial.

"Karena kekurangan produksi, seluruh permintaan di tahun 2017 tidak dapat dipenuhi, permintaan kendaraan komersial ini akan melonjak hingga tahun 2018," terangnya.

Lebih lanjut, Viviek menjelaskan, sentimen konsumen diperkirakan akan tetap positif pada 2018, terutama karena prospek ekonomi yang positif, nilai tukar yang stabil dan penurunan suku bunga dasar kredit. Padahal, penurunan suku bunga dasar kredit sebesar 0,5% yang terjadi pada 2017 kemungkinan akan berdampak kuat pada 2018.

"Suku bunga kredit yang lebih rendah akan memacu permintaan dan sektor otomotif, dan akan diuntungkan oleh insentif fiskal yang baik pula," kata Viviek.

Menurutnya, satu-satunya faktor negatif pada tahun 2018 adalah tekanan untuk mengandung defisit fiskal dan kemungkinan perubahan harga energi.

"Defisit fiskal masih berada pada kisaran 2,2% dari PDB, yang dapat memberi tekanan pada pendapatan pajak yang mendorong kepatuhan yang lebih ketat dan penggunaan cara lain untuk meningkatkan pendapatan pajak," tuturnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Presiden Jokowi melantik Siwi Sukma Adji sebagai KSAL, dan menaikkan pangkat jadi Laksamana, di Istana Negara (Foto: Rahmat/Humas)

Rabu, 23 Mei 2018 - 19:45 WIB

DPR Harap KASAL Tingkatkan Profesionalisme Prajurit

Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan berharap Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KASAL) Laksamana Madya TNI Siwi Sukma Adji mampu meningkatkan profesionalisme para prajuritnya agar mampu menghadapi…

Ketua Umum Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan Nasional (KTNA Nasional), saat berbicara di acara Forum Promoter 2018 Polri yang membahas tema Solusi Menuju Indonesia yang Berdaulat Adil dan Makmur Melalui Ketahanan Pangan, Rabu, 23 Mei 2018

Rabu, 23 Mei 2018 - 19:35 WIB

Indonesia Bisa Menjadi Lumbung Pangan Dunia Pada 2045

Pangan tidak hanya merupakan komoditas dan kebutuhan pokok dalam kehidupan setiap orang. Tetapi pangan juga menjadi kepentingan nasional dan keamanan nasional bagi sebuah negara. Pangan memiliki…

Universitas Prasetiya Mulya Optimis Lulusan Lokal Mampu Bersaing di Era Global

Rabu, 23 Mei 2018 - 19:33 WIB

Universitas Prasetiya Mulya Optimis Lulusan Lokal Mampu Bersaing di Era Global

Era globalisasi dan makin terbukanya Indonesia bagi pasar asing menuntut lulusan perguruan tinggi di Indonesia memahami tantangan dan tuntutan bisnis saat ini sehingga mampu bersaing. Potensi…

PT.Bumi Serpong Damai Tbk. (PTBSD)

Rabu, 23 Mei 2018 - 19:00 WIB

BSDE Anggarkan Belanja Modal Rp6 Triliun di 2018

PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) menganggarkan Capital Expenditure (Capex) atau belanja modal sebesar Rp4 triliun-Rp6 triliun pada tahun 2018.

Kebun Kelapa Sawit (Ist)

Rabu, 23 Mei 2018 - 18:45 WIB

Harga Minyak Mentah Global Naik, CPO Malaysia Lanjutkan Penguatan Harga Pekan ini

Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) Malaysia pada perdagangan Rabu (23/05/18) dibuka pada level RM2.468 per ton, atau lebih rendah 0,36% dibandingkan harga pada penutupan sesi perdagangan…