Indef: Pemerintah Gagal Jaga Produksi Beras Dalam Negeri

Oleh : Herry Barus | Sabtu, 13 Januari 2018 - 11:24 WIB

Panen Padi (Foto Dok Industry.co.id)
Panen Padi (Foto Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta Pemerintah Republik Indonesia (RI) melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) akhirnya memutuskan membuka keran impor beras. Padahal sebelumnya Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan jika stok beras mencukupi bahkan suplus sehingga tidak perlu impor.

Pengamat Ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan, dengan dibukanya keran impor beras ini membuktikan jika data yang selama ini dimiliki oleh pemerintah terkait dengan stok beras tidak kredibel.

‎Beras hasil impor nantinya akan dijual dengan harga medium di tingkat konsumen

Ada misskoordinasi juga di internal pemerintah antara Menteri Pertanian dan Bulog, ujar dia, di Jakarta, Jumat (12/1/2018), seperti dilansir Liputan6.

Selain itu, lanjut dia, dibukanya keran impor ini juga menjadi bukti kegagalan Kementan dalam menjaga produksi beras di dalam negeri. Akibatnya, pasokan beras di pasaran menurun dan membuat harga melambung.

Kesalahan ada di Kementan. Bukti kegagalan Kementan dalam menjaga pasokan dan produksi beras di tingkat petani, tandas dia.

Diberitakan sebelumnya, Kementerian Perdagangan (Kemendag) memutuskan untuk membuka keran impor beras khusus. Hal tersebut dilakukan untuk menjamin ketersediaan beras di dalam negeri dan sebagai salah satu langkah untuk menekan harga beras di pasaran.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyatakan, pihaknya akan membuka impor beras khusus sebanyak 500 ribu ton. Beras tersebut rencananya akan mulai masuk pada akhir Januari 2018.

Untuk mengisi gap ini, saya tidak mau mengambil risiko kekurangan pasokan saya mengimpor beras khusus. Yang diimpor 500 ribu ton, start awal, ujar dia.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Selat Lembeh, di Bitung, Sulawesi Utara (Ist)

Selasa, 16 Oktober 2018 - 15:42 WIB

Industri Pariwisata Tingkatkan Perekonomian Kota Bitung

Pemerintah Kota Bitung, Sulawesi Utara, sejak tahun lalu berfokus mendorong pengembangan sektor pariwisata setelah perekonomian dari sektor perikanan merosot tajam.

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) (Foto ist)

Selasa, 16 Oktober 2018 - 15:36 WIB

Vale Refisi Target Produksi Menjadi 75.000 Metrik Ton

PT Vale Indonesia Tbk perusahaan tambang nikel merevisi target produksi selama tahun 2018 menjadi 75.000 metrik ton dari rencana sebelumnya yaitu 77.000 metrik ton.

Peluncuran Sandimas Home Center

Selasa, 16 Oktober 2018 - 15:29 WIB

Jawab Kebutuhan Pelanggan, Sandimas Hadirkan Sandimas Home Center di Jakarta Utara

Dengan distribusi yang luas dan telah merambah seluruh kota besar di indonesia, Sandimas selalu berusaha untuk menjaga ketersediaan stock produk serta memberikan pelayanan maksimal kepada pelanggan.…

Mentan Amran Sulaiman

Selasa, 16 Oktober 2018 - 15:24 WIB

Cek Kesiapan HPS 38, Mentan Amran: Lahan Rawa Obat Paceklik

Jakarta - Kementerian Pertanian optimis kesiapan peringatan Hari Pangan Sedunia ke 38 tahun 2018 yang digelar tanggal 18 hingga 21 Oktober di Kalimantan Selatan mampu memberikan terobosan…

PT Telkom Indonesia. (Foto: IST)

Selasa, 16 Oktober 2018 - 13:37 WIB

Telkom Paparkan Strategi Indonesia Menuju Global Digital Hub di Indonesia Pavilion

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk memiliki peran penting dalam memastikan pemerataan jaringan dan akses telekomunikasi sekaligus percepatan pertumbuhan ekonomi digital. Kehadiran Telkom secara…