Berikut Cara Pembagian Harta Rumah Setelah Perceraian

Oleh : Ahmad Fadli | Sabtu, 13 Januari 2018 - 09:58 WIB

Ahok dan Veronica Tan (Ahok dan Veronica Tan)
Ahok dan Veronica Tan (Ahok dan Veronica Tan)

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Perceraian tentu menjadi hal terberat yang dialami sebuah pasangan. Seperti yang tengah menimpa biduk rumah tangga mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan istrinya, Veronica Tan. Pada Jumat, 5 Januari kemarin, Ahok melayangkan surat gugatan cerai dan permohonan hak asuh anak kepada Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Tidak diketahui apa alasan pasti Ahok gugat cerai Veronica.

Di tengah prosesnya, pembagian harta gono-gini menjadi salah satu hal yang wajib diurus. Pada umumnya, rumah menjadi aset terbesar yang dimiliki pasangan suami istri. Pilihan pun dihadapkan pada rumah dijual atau berpindah kepemilikan menjadi milik salah satu pihak.

Sementara belum ditemukan solusi absolut untuk membagi harta rumah ketika perceraian terjadi, keduanya bisa memilih beberapa metode yang tersedia.

Pilihan pertama, jual dan bagi rata hasil penjualannya

Menjual rumah dan membagi hasilnya adalah cara yang paling banyak dipilih pasangan bercerai. Banyak perencana keuangan yang menyarankan klien mereka untuk menjual rumah dan membagi harta secara adil. Cara ini terlihat sederhana dan tidak ada utang antar kedua pihak.

Tapi ada beberapa kekurangan dari metode ini. Kondisi pertama, jika terburu-buru menjual rumah, khususnya di kondisi pasar properti yang masih kurang sehat, khawatirnya bisa mengalami kerugian harga jual.

Di tengah kondisi ini, sangat disarankan untuk menyewakan rumah dan membagi rata keuntungannya.

Kondisi kedua, mungkin rumah tersebut telah menjadi lingkungan tempat tinggal yang aman dan nyaman bagi anak-anak. Sebagai orang tua, tentu merasa berat mengajak mereka untuk pindah ke hunian baru. Namun cara alternatif berikut ini mungkin bisa membantu.

Pilihan kedua, beli rumah tersebut

Sebelum mengambil keputusan untuk tetap tinggal di rumah tersebut dengan membeli sebagian nilai rumah, coba pikir secara rasional dan profesional dalam menerima harga jual yang akan ditentukan.

Pilihan ketiga, pembelian dengan mencicil

Cara ini bisa dipilih jika suami atau istri tetap ingin tinggal di rumah tersebut sambil mencicil KPR setiap bulan, lantaran tidak memiliki uang yang cukup untuk membayar cash keras.

Meski terlihat sederhana, namun cara ini akan menghabiskan waktu yang panjang hingga akhirnya pembagian rumah bisa dilakukan secara adil untuk kedua belah pihak.

Jika terpaksa memilih cara ini, ada baiknya lakukan kesepakatan tertulis secara hukum agar tidak terjadi sengketa di kemudian hari.

Pilihan keempat, dibagi secara harfiah

Untuk rumah berukuran besar, ini adalah cara yang paling sederhana, namun sulit untuk dijalani. Yaitu dengan membagi bangunan menjadi dua bagian dan membiarkan pasangan suami istri yang telah bercerai tinggal berdampingan.

Jika perpisahan yang terjadi berjalan dengan mulus mungkin ini menjadi solusi tepat. Namun tidak jarang kondisi bertetangga ini menghadirkan masalah baru di kemudian hari.

Pilihan terakhir, hibah ke anak

Untuk menghindari konflik berkepanjangan, ada pula pasangan bercerai yang ingin sertifikat rumah tersebut dibaliknama menjadi milik anak mereka. Sebenarnya hal ini dapat dilakukan, karena anak di bawah umur pun dapat menerima hak untuk balik nama sertifikat.

Akan tetapi, anak di bawah umur tidak dapat melakukan perbuatan hukum, seperti menandatangani dokumen jual-beli dan sebagainya. Jika perbuatan hukum harus dilakukan, hal tersebut dapat dilakukan oleh walinya.

Perlu diperhatikan, balik nama sertifikat kepada anak tidak dapat dilakukan dengan surat wasiat, selama yang bersangkutan (orangtua) masih hidup. Pengalihan hak kepada anak dapat dilakukan dengan cara hibah.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ketum Gerindra Prabowo Subianto dan Anies Baswesan (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 20 Juli 2018 - 12:04 WIB

Bila Ingin Menang, Prabowo Subianto Harus Waspada Tentukan Cawapres

Pengamat politik dari Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi (Sigma) Said Salahudin mengatakan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto harus berhati-hati dalam menentukan figur cawapresnya,…

Menteri Pariwisata, Arief Yahya (Foto: Kemenpar)

Jumat, 20 Juli 2018 - 12:00 WIB

Ajang ISTA 2018Kemenpar Optimis Raih Peringkat 30 di Tahun 2019

Berdasarkan Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI) World Economic Forum (WEF), Indonesia berada di peringkat 42 pada tahun 2017, kini diproyeksikan naik peringkat ke-30 dunia pada 2019…

Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo (Foto Ist)

Jumat, 20 Juli 2018 - 11:45 WIB

Ini Janji BI Dampingi UMKM ke Pasar Global

Bank Indonesia menerapkan tiga langkah pendekatan untuk mendorong akses UMKM ke pasar global.

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo. (Foto: Bamsoet.com)

Jumat, 20 Juli 2018 - 11:33 WIB

DPR: Kelompok Cyber Narcoterrorism Gunakan Sosmed Pasarkan Narkoba

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menyatakan waswas terhadap kemunculan kelompok "cyber narcoterrorism" yang memanfaatkan dunia maya sebagai media untuk memasarkan narkoba.

Reza Priyambada, analis PT Binaartha Parama Sekuritas (Foto Abe)

Jumat, 20 Juli 2018 - 11:28 WIB

Kebijakan Trump Bisa Untungkan Obligasi Dalam Negeri

Kembalinya sentimen negatif dapat memberikan imbas negatif juga pada pergerakan pasar obligasi dalam negeri dimana pelaku pasar diperkirakan akan kembali melakukan aksi jualnya.