Bupati Talaud Maria Manalip Belum Terima SK Pemberhentian Sementara

Oleh : Herry Barus | Sabtu, 13 Januari 2018 - 06:59 WIB

Bupati Kepulauan Talaud, Sulut, Sri Wahyumi Maria Manalip (Foto Dok Industry.co.id)
Bupati Kepulauan Talaud, Sulut, Sri Wahyumi Maria Manalip (Foto Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Manado- Bupati Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Sri Wahyumi Maria Manalip menyatakan belum menerima surat keputusan Menteri Ddalam Negeri mengenai pemberhentian sementara dirinya.

"Sampai saat ini saya belum melihat dan menerima secara langsung SK pemberhentian sementara dari Mendagri, justru hanya tahu dari sosial media," kata Maria Manalip, di Manado, Jumat (12/1/2018)

Dia mengatakan, akan tetap menjalankan tugas sebagai kepala daerah seperti biasanya sebagai bupati definitif di Talaud, karena memang belum menerima SK tersebut.

Manalip menjelaskan, dia tidak melakukan pelanggaran berat, karena keberangkatannya ke Amerika Serikat tahun laluuntuk memenuhi undangan Kementerian Luar Negeri Paman Sam.

"Ketika berangkat ke Amerika, saya juga menggunakan paspor reguler hijau, tak membawa staf seorangpun, tidak menggunakan uang daerah, keberangkatan saya murni belajar," katanya.

Sebab itu, dia mengatakan, bingung juga dengan beredarnya informasi mengenai pemecatannya sebagai Bupati Kepulauan Talaud, karena merasa tidak melakukan pelanggaran berat.

Manalip juga mengatakan, soal pemecatan itu adalah urusan partai, dan tidak mau berkomentar lebih, dan menyerahkan soal itu ke partai.

Mengenai langkah hukum, dia mengatakan, belum memikirkan apakah akan melakukan gugatan ke PTUN, sebab belum menerima surat resmi dan tetap mengutamakan kondisi dan keamanan daerah dulu.

Karena menurutnya, sekarang Talaud sedang Pilkada, maka hal itu menjadi pertimbangannya, sebab tak mau mengacaukan situasi dan berharap hal itu juga menjadi pertimbangan semua pihak.

Bupati Talaud, Sri Wahyumi Maria Manalip, diberhentikan sementara dari jabatannya oleh Mendagri dengan nomor 131.71-17, yang diterima Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan dikirimkan ke Talaud. (Ant)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto (Foto Dok KPU)

Minggu, 23 September 2018 - 09:00 WIB

Raih Tiga Smartphone dan Hadiah Menarik dengan Nyanyikan "Jokowi Lagi"

Sederet keberhasilan kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) kini bisa dinikmati dalam lagu bergenre rock and roll "Jokowi Lagi".

Prof Dr KH Din Syamsuddin MA (Foto Ist)

Minggu, 23 September 2018 - 08:20 WIB

Din Syamsudin akan Mundur Sebagai Utusan Khusus Presiden

Presiden Joko Widodo mengatakan akan menerima kedatangan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin terkait pengunduran dirinya sebagai utusan khusus presiden untuk dialog dan kerja sama…

Patung Garuda Wisnu Kencana dinyatakan selesai dibangun di lokasi baru, Garuda Wisnu Kencana Culture Parki. Icon baru Bali, salah satu patung tertinggi di dunia, 271 meter, Habiskan 3.000 ton atau setara 2,5 hektar lembaran tembaga.

Minggu, 23 September 2018 - 08:10 WIB

GWK Patung Tembaga dan Tertinggi Ketiga di Dunia

Presiden Joko Widodo merasa senang dan bangga dengan patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) yang menurutnya merupakan mahakarya anak bangsa. Patung GWK layak disebut mahakarya karena merupakan salah…

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) di kawasan GWK Cultural Park, Bukit Ungasan, Kabupaten Badung Bali, Sabtu (22/9/2018) malam. (Foto: Humas Biro Staf Presiden)

Minggu, 23 September 2018 - 07:44 WIB

28 Tahun Berproses, Jokowi Resmikan Patung GWK di Bali

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) di kawasan GWK Cultural Park, Bukit Ungasan, Kabupaten Badung Bali, Sabtu (22/9/2018) malam. Patung GWK layak disebut…

Dirut PT Bank BTN, Maryono bersama Menteri PUPR, Basuki Hadimoeljono saat pembukaan IPEX 2018

Minggu, 23 September 2018 - 07:32 WIB

BTN Bidik Penyaluran Kredit Baru Rp 5 Triliun di IPEX 2018

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) membidik penambahan kredit baru Rp 5 triliun dalam pameran Indonesia Properti Expo (IPEX) 2018 yang berlangsung 22 hingga 30 September 2018 di Jakarta Convention…