Perundingan Lanjutan Dengan Freeport, Pemerintah Sepakati Tiga Poin Ini

Oleh : Hariyanto | Jumat, 12 Januari 2018 - 14:39 WIB

Tambang Freeport (dok Freeport-Mcmooran)
Tambang Freeport (dok Freeport-Mcmooran)

INDUSTRY co.id -Jakarta – Dalam perundingan lanjutan antara pemerintah dengan PT Freeport Indonesia, tugas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencakup poin pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian, landasan hukum pengusahaan, dan perpanjangan operasi.

“Saat ini, ketiga hal tersebut (tugas KESDM) telah selesai,” kata Bambang Gatot Ariyono, Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM di Jakarta Kamis (11/1/2017)

Bambang mengatakan, terdapat sejumlah penyelesaian jangka pendek yang disepakati, yakni Freeport Indonesia telah menerima IUPK Operasi Produksi dan selama jangka waktu IUPK Operasi Produksi dilakukan pembahasan mengenai penyelesaian jangka panjang kelanjutan operasi perusahaan tambang anak usaha Freeport McMoRan Inc tersebut.

Sementara, untuk penyelesaian jangka panjang, Bambang malanjutkan,  pertama pemerintah akan membeli participating interest (PI) Rio Tinto yang terdapat di Freeport Indonesia dan menugaskan PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) untuk membeli sejumlah saham tersisa sehingga kepemilikan saham nasional mencapai minimal 51%. 

Kedua, dalam pembahasan dengan tim koordinasi Freeport menyampaikan tiga dokumen proposal yaitu usulan perjanjian stabilitas investasi yang memuat ketentuan hak dan kewajiban  Freeport dalam melaksanakan IUPK Operasi Produksi; usulan SK Menteri ESDM mengenai IUPK kepada PTFI; dan usulan peraturan pemerintah sebagai salah satu produk peraturan perundangan yang menjadi dasar dibuatnya perjanjian stabilitas investasi.

Ketiga, dalam perkembangan Freeport bersedia membahas penyelesaian dalam bentuk SK IUPK Operasi Produksi (beserta regulasi pendukung apabila diperlukan).

Sebagai informasi, pada 27 Agustus 2017 perundingan pemerintah dengan Freeport telah mencapai kesepakatan yang meliputi divestasi 51% saham Freeport untuk kepemilikan nasional, penerimaan negara menjadi lebih besar dibanding selama ini, Freeport menyelesaikan smelter paling lambat 5 tahun, dan diusulkan penerimaan agregat.

Apabila syarat-syarat tersebut terpenuhi, Freeport dapat perpanjangan maksimal 2×10 tahun sepanjang memenuhi kewajiban sesuai peraturan perundangan. “Penyelesaian pembangunan smelter ditargetkan selesai 2022,” kata Bambang.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

 Dody Budi Waluyo Deputi Gubernur BI (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 20 April 2018 - 17:56 WIB

BI: Bunga Acuan Ditahan Tidak Picu Outflow

Bank Indonesia meyakini modal asing yang masuk ke domestik tidak akan lari ke negara maju (outflow) secara signifikan, meskipun bunga acuan Bank Sentral ditahan pada 4,25 persen, sementara negara…

Mendag Enggartiasto Lukita (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 20 April 2018 - 17:48 WIB

Mendag Enggar Jamin Harga Pangan Terkendali Jelang Ramadhan

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menjamin bahwa menjelang masuknya bulan Ramadhan, harga dan stok pangan pokok dalam kondisi yang terkendali dan tidak perlu ada yang dikhawatirkan oleh…

Mantan Direktur Utama Pertamina,Elia Massa Manik (ist)

Jumat, 20 April 2018 - 17:41 WIB

Lima Alasan Kementerian BUMN Copot Dirut Pertamina

- Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPS LB) PT Pertamina (Persero) di Jakarta, Jumat, mencopot Direktur Utama PT Pertamina…

Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita

Jumat, 20 April 2018 - 17:00 WIB

TEI 2018 Incar Pasar Negara-Negara Afrika

Pameran dagang berskala internasional Trade Expo Indonesia (TEI) 2018 mengincar peluang pasar yang ada di negara-negara Afrika dengan berupaya mendatangkan banyak pelaku usaha dari negara-negara…

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto

Jumat, 20 April 2018 - 16:57 WIB

Dihadapan Mahasisawa Tandulako, Menperin Dorong Generasi Milenial Jadi Enterpreneur

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto terus mendorong generasi milenial khususnya di Provinsi Palu, Sulawesi Tengah untuk menjadi enterpreneur atau start-up muda.