Gita Wirjawan Resmi Bergabung di OnlinePajak

Oleh : Hariyanto | Kamis, 11 Januari 2018 - 15:42 WIB

Gita Wirjawan (ist)
Gita Wirjawan (ist)

INDUSTRY co.id -Jakarta - Gita Wirjawan resmi menjabat sebagai Komisaris di OnlinePajak yang merupakan penyedia jasa aplikasi perpajakan yang telah diresmikan oleh Direktorat Jenderal Pajak. 

Menurut informasi yang diterima INDUSTRY.co.id, Kamis (11/1/2018), Gita dipercaya menjadi Komisaris OnlinePajak untuk memberikan arahan dan nilai strategis yang lebih dalam menjalankan perusahaan.

Menurut Gita, demi mencapai target pengumpulan pajak Indonesia sebesar 1.423,9 triliun di 2018, perlu adanya kerja sama yang baik dari pemerintah, pengusaha, dan penyedia jasa aplikasi sebagai penyokong teknologi di sistem perpajakan.  

“Kami siap berkontribusi sebagai bagian dari reformasi pajak membantu pemerintah dari segi teknologi demi memajukan Indonesia,” ujar Gita di Jakarta, Senin (8/1/2018). 

Gita menambahkan, dukungan Automatic Exchange of Information (AEoI) bakal sangat berpengaruh terhadap penerimaan pajak. Melalui AEoI basis pajak dapat meningkat dan tak ada lagi praktik penghindaran pajak serta erosi perpajakan  di tahun ini. Begitu pula dengan penguatan data dan sistem informasi perpajakan.

“Kita tidak bisa mendahului teknologi, namun bisa berjalan berdampingan dengan perkembangannya. Artinya, sistem perpajakan harus benar-benar canggih dan menggunakan teknologi terkini, sehingga semua bisa lebih cepat dan efektif seperti yang diusung OnlinePajak,” tutur Gita.

Pendiri OnlinePajak Charles Guinot berharap dengan bergabungnya Gita Wirjawan dengan OnlinePajak dapat menularkan hawa positif bagi perusahaan. Tahun lalu, OnlinePajak berhasil mengumpulkan pajak lebih dari 40 triliun. “Kami yakin dapat berkontribusi lebih baik lagi bagi Indonesia dan menargetkan pengumpulan pajak lebih banyak lagi,” kata Charles.

OnlinePajak yang telah mengantongi ISO sistem manajemen keamanan informasi, membantu perusahaan untuk mempersiapkan, menyetor, dan melapor pajak melalui satu aplikasi terpadu, yang sepenuhnya terhubung dengan sistem Direktorat Jenderal Pajak. 

Aplikasi ini membuat pembayaran pajak menjadi mudah, cepat, dan efisian: hanya dibutuhkan lima menit untuk melakukannya,  dan bukan 221 jam seperti waktu rata-rata yang diperlukan untuk menyelesaikan semua pembayaran pajak secara benar dan sesuai dengan aturan dalam setiap tahunnya (studi Paying Taxes 2017 yang dilakukan Bank Dunia dan PricewaterhouseCoopers).

Tak dapat dipungkiri, memperlancar proses perpajakan pada akhirnya akan membantu meningkatkan kepatuhan dan pendapatan pajak negara.

Saat ini, OnlinePajak telah dipercaya lebih dari 500 ribu penggunanya sebagai penyedia jasa aplikasi, termasuk di antaranya Garuda Indonesia, Telkomsel, Waskita Karya, Go-Jek, Bank Mandiri, PT Astra Otoparts Tbk, dan Huawei Tech Investment.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ketum Gerindra Prabowo Subianto dan Anies Baswesan (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 20 Juli 2018 - 12:04 WIB

Bila Ingin Menang, Prabowo Subianto Harus Waspada Tentukan Cawapres

Pengamat politik dari Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi (Sigma) Said Salahudin mengatakan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto harus berhati-hati dalam menentukan figur cawapresnya,…

Menteri Pariwisata, Arief Yahya (Foto: Kemenpar)

Jumat, 20 Juli 2018 - 12:00 WIB

Ajang ISTA 2018Kemenpar Optimis Raih Peringkat 30 di Tahun 2019

Berdasarkan Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI) World Economic Forum (WEF), Indonesia berada di peringkat 42 pada tahun 2017, kini diproyeksikan naik peringkat ke-30 dunia pada 2019…

Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo (Foto Ist)

Jumat, 20 Juli 2018 - 11:45 WIB

Ini Janji BI Dampingi UMKM ke Pasar Global

Bank Indonesia menerapkan tiga langkah pendekatan untuk mendorong akses UMKM ke pasar global.

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo. (Foto: Bamsoet.com)

Jumat, 20 Juli 2018 - 11:33 WIB

DPR: Kelompok Cyber Narcoterrorism Gunakan Sosmed Pasarkan Narkoba

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menyatakan waswas terhadap kemunculan kelompok "cyber narcoterrorism" yang memanfaatkan dunia maya sebagai media untuk memasarkan narkoba.

Reza Priyambada, analis PT Binaartha Parama Sekuritas (Foto Abe)

Jumat, 20 Juli 2018 - 11:28 WIB

Kebijakan Trump Bisa Untungkan Obligasi Dalam Negeri

Kembalinya sentimen negatif dapat memberikan imbas negatif juga pada pergerakan pasar obligasi dalam negeri dimana pelaku pasar diperkirakan akan kembali melakukan aksi jualnya.