Turunnya Bea Masuk Keramik Impor Matikan Daya Saing Industri Keramik Nasional

Oleh : Ridwan | Selasa, 09 Januari 2018 - 08:40 WIB

Presiden Direktur PT Kemenangan Jaya (Centro Keramik), Jusmery Chandra
Presiden Direktur PT Kemenangan Jaya (Centro Keramik), Jusmery Chandra

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Pertumbuhan industri keramik nasional sepanjang tahun 2017 relatif jalan di tempat. Selain itu, berbagai goncangan terus menggerus daya saing industri keramik nasional.

Ada dua faktor yang mempengaruhi pertumbuhan industri keramik nasional, mulai dari banjirnya produk impor dengan harga relatif murah hingga harga gas untuk industri yang membuat pabrikan menghemat biaya produksi sehingga kapasitas dibatasi.

Hal senada diungkapkan oleh Presiden Direktur PT Puri Kemenangan Jaya (Centro Keramik), Jusmery Chandra mengatakan, sepanjang tahun 2017 kemarin, pertumbuhan kami (Centro) masih belum menunjukkan perbaikan yang signifikan.

"Tahun 2017, kami (Centro) hanya tumbuh sebesar 5%. Target kami tahun 2018 bisa tumbuh di atas 10%," ujar Jusmery saat dihubungi INDUSTRY.co.id di Jakarta, Selasa (9/1/2018).

Ia menambahkan, per 1 Januari 2018, bea masuk keramik impor dari China turun menjadi 5%. "Dengan bea masuk 20% saja, impor keramik dari China tumbuh 20-25% per tahun. Apalagi kalau hanya tinggal 5% mungkin bisa naik 40-45% dan keramik nasional semakin tertekan" terangnya.

Lebih lanjut, ia berharap harga gas untuk industri bisa secepatnya turun menjadi US$ 6-7 per MMBTU, agar produk lokal bisa bersaing dengan produk impor.

"Semoga pemerintah segera merealisasikan penurunan harga gas untuk industri," kata Jusmery.

Selanjutnya, dengan sudah terealisasinya beberapa infrastruktur yang di selesaikan oleh pemerintah, harapan kami sektor properti dapat kembali bergairah karena wilayah di pinggiran kota lebih terjangkau sehingga daerah punya potensi untuk berkembang.

Selain itu, ia juga berharap politik bisa berjalan dengan aman dan kondusif. "Para politisi hendaknya bersaing secara sehat, jangan memecah belah bangsa dan rakyat Indonesia," tutur Jusmery.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

PT Telkom Indonesia. (Foto: IST)

Sabtu, 19 Januari 2019 - 10:48 WIB

Telkom Resmikan NeuCentrIX Manado

Jakarta - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk meresmikan beroperasinya Data Center Neutral Cloud and Internet Exchange (neuCentrIX) di Manado, Sulawesi Utara.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Kemenperin dok)

Sabtu, 19 Januari 2019 - 09:05 WIB

Dongkrak Investasi, Kemenperin Terus Genjot Pembangunan Kawasan Industri Luar Jawa

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengemukakan, pihaknya sedang mendorong percepatan pembangunan kawasan industri di luar Jawa.

Salah satu varian baru Timberland, Brooklyn Boot, yang diluncurkan pada awal 2019 ini

Sabtu, 19 Januari 2019 - 08:46 WIB

Awali 2019, Timberland Luncurkan Brooklyn Boot dengan AeroCore Energy System

Mengawali 2019, Timberland meluncurkan koleksi sepatu terbaru varian Brookly Boot dengan memanfaatkan AeroCore Energy System, yakni sebuah teknologi sepatu revolusioner yang menghasilkan sol…

Dimsum All You Can Eat yang menjadi bagian dari Triple Victory pada ulang tahun ke-3 Teraskita Hotel by Dafam

Sabtu, 19 Januari 2019 - 08:17 WIB

Dimsum All You Can Eat Tandai Pergantian Nama Hotel Dafam Teraskita Jakarta

Tepat di usianya yang ke-3 pada 4 Januari 2019, nama dan logo Hotel Dafam Teraskita Jakarta diganti menjadi Teraskita Hotel managed by Dafam. Salah satu package promo Dimsum All You Can Eat…

Indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (dok INDUSTRY.co.id)

Sabtu, 19 Januari 2019 - 07:45 WIB

Pekan Ketiga 2019, Indeks Harga Saham Gabungan Ditutup Naik ke Posisi 6.448

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup naik 1,36% ke posisi 6.448,16 pada pekan ketiga 2019 ini dibandingkan pada pekan sebelumnya di level 6.361,46.