Presiden Jokowi Diminta Tidak Melupakan Jasa Kerajaan Nusantara

Oleh : Herry Barus | Kamis, 04 Januari 2018 - 15:34 WIB

Presiden Jokowi menerima audensi puluhan raja dan sultan (Foto Setkab)
Presiden Jokowi menerima audensi puluhan raja dan sultan (Foto Setkab)

INDUSTRY.co.id - Bogor- Presiden Joko Widodo diminta untuk tidak melupakan jasa kesultanan dan kerajaan di nusantara dalam sumbangsihnya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Tolong melihat, kesultanan-kesultanan se-Nusantara, karena jasa kesultanan terhadap republik ini terlalu besar," kata Panglima Kesultanan Tidore Kapitan Muhammad Ali Alting setelah audiensi antara para raja dan sultan se-nusantara dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (4/1/2017)

Ia mencontohkan, sebab Kerajaan Tidore pula maka Papua masuk ke pangkuan NKRI.

Menurut dia, nasib Papua ketika itu ditentukan dalam pertemuan atau konferensi Malino di Denpasar Bali yang membicarakan tiga opsi.

"Pertama diminta PBB apakah Papua mau berdiri sendiri, ditolak tidak mau, kedua apakah Tidore dengan Papua berdiri sendiri, tidak mau, berdiri dengan negara boneka, tidak mau, apakah Tidore dengan Papua mau bergabung diri dengan NKRI, moyang kami memilih itu, sehingga jasa Kesultanan Tidore harus diingat para petinggi republik ini," katanya.

Terkait isu sparatis yang kemudian berkembang di Papua khususnya, ia berpendapat sejatinya masyarakat Papua tidak menuntut kemerdekaan, melainkan perlakuan adil termasuk dalam pembagian jatah pendapatan.

Oleh karena itu, ia menambahkan jika Pemerintah melibatkan kesultanan untuk menangkal isu sparatis maka hal itu akan lebih mudah dilakukan.

"Bisa, bisa karena kita saling mengikat saling mendengar. Itu ada ratunya itu. Jadi begini, otonomisasi sebelum dijalankan di republik ini, di kesultanan kami sudah, sehingga Papua itu masuk. Perpanjangan tangan, itu Papua, Rajaampat ada raja-raja itu perpanjangan tangan dari Sultan Tidore, jadi otonomisasi belum dilaksanakan, sudah dilaksanakan kesultanan," katanya. (Ant)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Senin, 19 November 2018 - 19:10 WIB

Menteri Airlangga: Peningkatan Investasi Dorong Tumbuhnya Populasi Industri

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto menyampaikan, peningkatan investasi dapat mendorong pertumbuhan populasi industri.

Rupiah (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 19 November 2018 - 17:53 WIB

Rupiah Senin Sore Menguat di Posisi Rp14.586

Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin sore (19/11/2018) ini menguat sebesar sembilan poin menjadi Rp14.586 dibandingkan posisi sebelumnya Rp14.595…

Presiden Jokowi(Foto Setkab)

Senin, 19 November 2018 - 17:48 WIB

Presiden Jokowi: Perlu Inovasi Pembiayaan Infrastruktur

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan saat ini pemerintahannya bicara mengenai infrastruktur, maka tidak mungkin menutupnya dari anggaran pemerintah saja, sehingga perlu inovasi pembiayaan.

Rupiah (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 19 November 2018 - 17:45 WIB

BRI Cabang Purwokerto Salurkan KUR Rp442,218 Miliar

Kantor Cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, sampai dengan Oktober 2018 telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Rp442,218 miliar.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Foto: Kemenperin)

Senin, 19 November 2018 - 17:40 WIB

Menperin Airlangga: Relaksasi DNI Pacu Investasi Sektor Industri

Pemerintah terus berupaya meningkatkan nilai investasi, baik dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) maupun penanaman modal asing (PMA). Investasi, khususnya di sektor industri, menjadi salah…