PLTGU Jawa-1 Mundur Dapat Turunkan Kepercayaan Bank

Oleh : Herry Barus | Jumat, 06 Januari 2017 - 05:15 WIB

PLN Diminta Terbuka Trkait Tender Proyek PLTGU Jawa 1
PLN Diminta Terbuka Trkait Tender Proyek PLTGU Jawa 1

INDUSTRY.co.id - Mundurnya jadwal kontrak PLTGU Jawa 1 yang diduga akibat belum adanya komitmen pasokan LNG dikhawatirkan dapat menurunkan kepercayaan perbankan untuk memberi pendanaan bagi proyek tersebut, kata seorang pengamat.

Tanpa pasokan LNG dipastikan bahwa pembangunan PLTGU yang termasuk dalam mega proyek pembangunan pembangkit listrik 35 ribu megawatt (MW) ini, tidak bisa berjalan, kata pengamat energi Universitas Gadjah Mada, Fahmy Radhi di Jakarta, Kamis (5/1).

Fahmy menambahkan, kalau pembangkitnya pun dipaksakan dibangun sudah jelas tidak akan bisa beroperasi alias "mangkrak". "Bank jelas tidak mau karena 'uncertainly'-nya sangat tinggi," katanya.

Pada sisi lain, Fahmy menegaskan, tidak adanya komitmen pasokan LNG membuktikan bahwa keinginan PLN untuk memasok sumber energi justru menghambat proyek tersebut.

Orientasi bisnis perusahaan listrik itu, dinilainya menjadi penyebab tertundanya berbagai proyek 35 ribu MW. Dalam hal ini, semua sisi ingin dirambah dan dijadikan ajang bisnis. "Dan harus diingat, bukan sekali ini saja PLN memundurkan jadwal kontrak," kata dia seperti dikutip Antara.

Menurut Fahmy, PLN akan sulit memenuhi target 35 ribu MW pada 2019. Bahkan kalau pun diundur hingga 2020, target itu pun sudah pasti tidak akan tercapai.

"Itu sebabnya, PLN fokus saja pada pencapaian target 35 ribu MW. Tidak perlu memikirkan sisi bisnis, terlebih jika ternyata tidak kompeten," kata dia.

Hingga saat ini PLN belum menyepakati kontrak perjanjian jual beli listrik PLTGU Jawa 1. Padahal, seharusnya kontrak sudah harus disepakati pertengahan Desember 2016 atau 45 hari setelah pengumuman pemenang tender.

Terkait mundurnya kontrak PLTGU Jawa 1, Sekjen Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) Heru Dewanto menilai perencanaan yang dilakukan PLN lemah. Padahal dengan mengubah skim syarat tender, seharusnya sejak awal PLN sudah mempersiapkan diri untuk menyuplai gas.

"Kalaupun mereka akan mengambil alih pasokan gas, harus sejak awal mereka mempersiapkan diri. Akibatnya seperti sekarang, kontrak mengalami penundaan," kata Heru.(Hrb)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Bank Indonesia

Selasa, 11 Desember 2018 - 07:00 WIB

BI: Penjualan Eceran Oktober 2018 Meningkat

Survei Penjualan Eceran Bank Indonesia mengindikasikan adanya pertumbuhan penjualan eceran di Oktober 2018, yang tercermin dari kenaikan Indeks Penjualan Riil 2,9 persen (tahun ke tahun/year…

World Bank (Foto Ist)

Selasa, 11 Desember 2018 - 06:40 WIB

Bank Dunia Minta Pemerintah Dorong Masyarakat Melek Teknologi

Bank Dunia meminta kepada pemerintah Indonesia agar terus mendorong masyarakat untuk melek teknologi (digital literacy) sekaligus menguasai kemampuan teknologi.

Rakernas HIPMI PT di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Minggu (09/12/2018).

Senin, 10 Desember 2018 - 22:52 WIB

HIPMI PT Targetkan Cetak Satu Juta Wirausaha Pemula Mandiri

Ketua Umum HIPMI, Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi (HIPMI PT) menargetkan akan mencetak satu juta wirausaha pemula mandiri.

Garuda Indonesia Vintage Flight Experience (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 10 Desember 2018 - 19:00 WIB

Garuda Indonesia Mulai Operasikan Layanan Vintage Flight Experience

Maskapai nasional Garuda Indonesia resmi melayani penerbangan "Vintage" bertajuk "Garuda Indonesia Vintage Flight Experience" yang ditandai dengan pengoperasian penerbangan pertama vintage flight…

Industri daur ulang sampah plastik (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Senin, 10 Desember 2018 - 18:25 WIB

Dinilai Mampu Sumbang Devisa, Danone Ajak Media Industri Kenali Sisi Positif dari Sampah Plastik

PT Danone Indonesia bekerjasama dengan Forum Wartawan Industri (Forwin) mengadakan Workshop Media dengan tema "Inovasi dan Kontribusi Industri Menerapkan Model Pengelolaan Sampah Plastik yang…