Volume Penjualan SMGR Ditargetkan 30 Juta Ton pada 2017

Oleh : Abraham Sihombing | Kamis, 05 Januari 2017 - 00:07 WIB

PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) (indonesianindustry)
PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) (indonesianindustry)

INDUSTRY.co.id, Jakarta – Volume penjualan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) pada tahun ini ditargetkan antara 29-30,5 juta ton, atau tumbuh sekitar 4-5% dibandingkan pencapaian pada 2016. Hingga akhir November 2016, total volume penjualan semen SMGR tercatat 28-29 juta ton.

“Realisasi volume penjualan hingga akhir Desember 2016 tampaknya tidak jauh berbeda dengan November 2016. Kami optimistis, volume penjualan pada 2017 ini akan tumbuh 4-5% dibandingkan 2016,” ujar Agung Wiharto, Corporate Secretary SMGR, di Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (5/1/2017) petang.

Agung mengemukakan, pertumbuhan volume penjualan tersebut tampaknya didukung oleh pengoperasian dua pabrik semen baru di Rembang, Jawa Tengah dan Indarung VI, di Padang, Sumatera Barat.

“Jika pengoperasian berjalan lancar, maka kami berharap kedua pabrik baru perseroan di Rembang dan Padang akan memberikan kontribusi pertumbuhan penjualan tahun ini. Pasalnya, kapasitas produksi pabrik semen Indarung adalah 2 juta ton dan pabrik semen Rembang sebanyak 1,5 juta ton,” ungkap Agung.

Saat ini, total kapasitas produksi Semen Indonesia mencapai 29 juta ton per tahun. Semen tersebut dipasarkan dengan kisaran harga Rp800.000-820.000 per ton. “Karena itu, kami harap tidak ada penurunan harga semen pada 2017. Kalaupun penurunan harga itu ada, itu lebih disebabkan oleh persaingan bisnis semata,” tukasnya.

Agung mengungkapkan, untuk dapat terus menambah kapasitas produksinya, maka manajemen SMGR mengalokasikan dana belanja modal sekitar Rp6 triliun untuk 2017, atau serupa dengan anggaran belanja modal SMGR pada 2016.

Agung menjelaskan, dana belanja modal itu akan digunakan untuk membiayai pembangunan proyek pembangkit listrik berkapasitas 30 megawatt (MW) di Tuban. Disamping itu, dana tersebut juga akan dianggarkan untuk membiayai penyelesaian pembangunan pabrik semen di Rembang dan Indarung sebesr Rp1 triliun, pembangunan pabrik semen di Aceh sekitar Rp3-4 triliun, pabrik pengemasan semen di Bengkulu dan Maluku serta untuk membiayai pemeliharan sistim teknologi informasi (TI).

Agung menuturkan, sekitar 70% dari total belanja modal tahun ini berasal dari eksternal perseroan, baik dari sektor perbankan maupun dari penerbitan obligasi. Sisanya baru berasal dari kas internal perseroan.

Secara industri, total volume produksi semen nasional pada 2016 tercatat 64 juta ton. Pada tahun ini, volume produksi tersebut diprediksi naik 5% menjadi 67,2 juta ton. Pada 2016, SMGR menguasai pangsa pasar 42% dan manajemen perseroan akan mempertahankan pangsa pasar sebesar itu pada tahun ini. ***
 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Bank Bukopin Luncurkan Aplikasi Wokee (Foto Anto/INDUSTRY.co.id)

Senin, 18 Desember 2017 - 10:23 WIB

Bank Bukopin Bidik Fee Base Income Rp30 Miliar dari Wokee

Bank Bukopin membidik fee base income dari transaksi aplikasi Wokee sebanyak Rp30 miliar pada 2018. Secara resmi aplikasi Wokee dilaunching akhir pekan lalu di Bogor.

kelapa sawit

Senin, 18 Desember 2017 - 10:19 WIB

Tak Terpengaruh Kampanye Negatif, Produksi CPO Diperkirakan Capai 36,5 Juta Ton Pada Akhir Tahur

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (GAPKI) optimis produksi Crude Palm Oil (CPO) pada akhir tahun 2017 diperkirakan dapat mencapai 36,5 juta ton, meningkat sekitar 15,8% dibandingkan produksi CPO…

BP Batam Internasional Culture Carnival 2017 (Foto:sindobatam.com)

Senin, 18 Desember 2017 - 10:15 WIB

BP Batam Internasional Culture Carnival 2017 Harapkan Jadi Pintu Gerbang Wisman ke Batam

Festival budaya berskala internasional, BP Batam Internasional Culture Carnival 2017 yang diselenggarakan di Jalan Imam Bonjol, Nagoya, Kepulauan Riau, Batam pada Sabtu (16/12/2017). Penyelenggaraan…

PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB), William Surnata, Budikwanto Kuesar dan Edi Permadi (Foto Abe)

Senin, 18 Desember 2017 - 10:10 WIB

J Resources Targetkan Tambang Emas Pani dan Doup Berproduksi pada 2019

PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) menargetkan tambang emas Pani dan Doup dapat beroperasi pada 2019. Karena itu, perusahaan pertambangan emas tersebut saat ini mulai mengembangkan kedua…

Ilustrasi Hunian Terintegrasi dengan moda transportasi publik seperti Transit Oriented Development (TOD)

Senin, 18 Desember 2017 - 10:06 WIB

REI: TOD Merupakan Jawaban Kebutuhan Hunian Untuk Kaum Milenial

Hunian vertikal berkonsep Transit Oriented Development (TOD) beberapa waktu belakangan sedang menjadi tren tersendiri di kalangan pengembang baik swasta maupun pemerintah.