Selamat Hari Natal

Oleh : Jaya Suprana | Senin, 25 Desember 2017 - 11:55 WIB

Pohon Natal Raksasa di Vilnius, Ibu kota Lituania (Foto:Saulius iūra/boredpanda)
Pohon Natal Raksasa di Vilnius, Ibu kota Lituania (Foto:Saulius iūra/boredpanda)

INDUSTRY.co.id - PRODUK industri tidak bersifat personal namun massal. Untuk menjual produk massal dibutuhkan suatu sistem yang kompleks, yaitu apa yang disebut sebagai pemasaran.

Pemasaran tidak mampu berfungsi optimal tanpa dukungan apa yang disebut sebagai promosi yang semula terdiri dari personal selling, sales promotion, public relations, publicity, advertisement kemudian menjelang akhir abad XX ditambah e-promotion di ruang maya.

Sasaran utama promosi adalah merangsang nafsu konsumtif konsumen agar mengkonsum produk-produk yang mereka butuhkan bahkan juga termasuk yang sebenarnya mereka tidak butuhkan.

Pemasaran dengan segenap metode promosi mengobarkan semangat konsumtif manusia sehingga terkadang lepas kendali menjadi apa yang disebut sebagai konsumtifisme alias sikap dan perilaku konsumtif berlebihan sampai membabi-buta membeli produk-produk yang sebenarnya tidak dibutuhkan.

*Sederhana*

Satu di antara sekian banyak keberhasilan metode promosi membentuk sikap-perilaku manusia adalah komersialisasi Hari Natal.

Semula Hari Natal disepakati untuk diselenggarakan menjelang akhir bulan Desember oleh masyarakat Eropa Barat namun disepakati untuk diselenggarakan pada awal Januari oleh masyarakat Eropa Timur termasuk Rusia.

Kesepakatan menetapkan Hari Natal adalah demi mengenang hari kelahiran Jesus Kristus secara sederhana sesuai suasana lokasi kelahiran Jesus Kristus di kandang hewan ternak di Bethlehem.

Akibat peradaban industrialisasi lambat namun pasti perayaan Hari Natal dimanfaatkan para produsen untuk memasarkan produk mereka masing-masing secara massal.

Bermunculan kreasi baru yang semula belum pernah ada seperti pohon Natal dengan segenap pernak-pernik hiasan Natal, tradisi Sinterklaas membagi-bagi hadiah aneka ragam produk kepada anak-anak, tradisi kirim paket Natal, makan malam Natal, musik Natal, drama Natal, film Natal, t-shirt Natal, ucapan selamat hari Natal lewat kartu dan internet, tamasya Natal yang kesemuanya dipromosikan habis-habisan oleh masyarakat produsen kepada masyarakat konsumen.

Lambat namun pasti Hari Natal kehilangan makna fitrahnya yakni kasih-sayang berubah menjadi ajang pengumbaran hedonisme dan konsumtifisme.

*Malam Kudus*

Masyarakat berhak untuk bergembira merayakan Hari Natal dalam suasana serba gebyar-gebyar komersial. Namun pada hakikatnya tidak ada salahnya apabila makna hari Natal yang sebenarnya yaitu merayakan hari kelahiran Jesus Kristus tidak dilupakan.

Tidak ada salahnya mengenang kenyataan bahwa Jesus Kristus tidak dilahirkan di sebuah rumah sakit bertarif mahal akibat berkelengkapan teknologi medis termutakhir.

Jesus Kristus tidak dilahirkan di hotel bintang lima atau mal super mewah. Jesus Kristus tidak dilahirkan di dalam gedung gereja bersistem air condition tercanggih.

Tidak ada pohon Natal pada saat Jesus Kristus dilahirkan di sebuah kandang hewan ternak karena sudah tidak ada lagi tempat bermalam lain bagi Maria dan Josef di Bethlehem.

Bahkan tidak ada lagu Jingle Bells atau Rudolph The Red Nosed Reindeer terdengar di Bethlehem. Tidak ada pula Sinterklas gendut dan gemar berhohoho itu.

Suasana kelahiran Jesus Kristus sederhana dan sunyi senyap, selaras teks lagu Malam Kudus, Sunyi Senyap, BintangMu Gemerlap, Juru Selamat Manusia Telah Datang Di Dunia, Kristus Anak Daud.

Malam Kudus, Sunyi Senyap, Semesta Telah Lelap, Ibu Bapak yang Saleh Kudus, Yang Tak Tidur Menjaga Terus, Anak Dalam Malaf. Malam Kudus, Sunyi Senyap, Tuhanku Penebus Telah Datang Ke Dunia, Bawa Keselamatan Kekal, Puji Haleluya, Pujilah Haleluya. SELAMAT HARI NATAL.

Penulis adalah Jaya Suprana, pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Kingston Partner Gathering, Kamis (21/3/2019)

Jumat, 22 Maret 2019 - 23:00 WIB

Perkuat Pasar, Kingston Miliki Puluhan Mitra Reseller di Indonesia

Kingston Technology, salah satu pemimpin dunia dalam solusi produk dan teknologi penyimpanan memori, secara bersama-sama dengan para mitra penjualan mengumumkan program mitra resmi di Indonesia.

Suasana diskusi yang bertajuk “Kasus Privatisasi JICT Jilid II (2015-2039), Kemana Pemerintah dan KPK” yang digelar Serikat Pekerja (SP) JICT di Hotel Sunlake, Sunter, Jakarta, Kamis (21/03/2019) petang.

Jumat, 22 Maret 2019 - 20:49 WIB

Pakar Hukum UGM: Perpanjangan Kontrak Pelindo II dan Hutchison Ports Tetap Sah

Oce Madril, pakar Tindak Pidana Korupsi Universitas Gajah Mada (UGM), menilai perjanjian perpanjangan kontrak PT Jakarta International Container Terminal (JICT) antara PT Pelindo II dan Hutchison…

Tommy Soeharto Ketum Partai Berkarya (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 22 Maret 2019 - 20:00 WIB

Tommy Soeharto: Kami Hadir Memberi Bukti, Bukan Janji

Ketua Umum Partai Berkarya Tommy Soeharto mengatakan partainya berkomitmen memberi solusi dan bukti, bukan janji, untuk meningkatkan produksi pangan nasional.

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih

Jumat, 22 Maret 2019 - 19:05 WIB

Kemenperin Dorong IKM Logam Perluas Kemitraan Dengan Perusahaan Otomotif

Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil Menegah dan Aneka (IKMA) meenggelar acara Kick-Off IKM dalam Supply Chain Industri Otomotif Nasional.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto ketika mengunjungi sentra IKM logam Ngingas, Sidoarjo, Jawa Timur

Jumat, 22 Maret 2019 - 18:18 WIB

IKM Siap Berkontribusi dalam Rantai Pasok Industri Otomotif Nasional

Industri Kecil Menengah (IKM) siap berkontribusi dalam rantai pasok industri otomotif nasional yang diwujudkan melalui keberhasilan Koperasi Batur Jaya (KBJ) yang sejak awal Januari 2019 berhasil…