Sritex Akan Produksi Ransel Apung untuk Kebutuhan TNI

Oleh : Ahmad Fadli | Rabu, 04 Januari 2017 - 12:09 WIB

Ilustrasi Pekerja PT Sri Rejeki Isman (Sritex) (Bloomberg/Getty Images)
Ilustrasi Pekerja PT Sri Rejeki Isman (Sritex) (Bloomberg/Getty Images)

INDUSTRY.co.id, Sukoharjo - Tahun ini, PT Sri Rejeki Isman (Sritex) di Sukoharjo Jawa Tengah akan memproduksi Floating Backpack atau ransel apung yang akan digunakan oleh Tentara Nasional Indonesia.

“Kita sudah bahas kemarin untuk pengembangan produk militer ini dan pada tahun 2017 mulai memproduksi floating backpack untuk TNI. Selain mempertimbangkan cost produksi, kita juga melihat fungsi produknya juga,” kata Presiden Direktur PT. Sritex, Iwan Setiawan Lukminto, dikutip Selasa (3/1).

Ide membuat tas ransel apung ini muncul dari hasil ngobrol dengan para anggota TNI yang sering menjalankan misi di berbagai wilayah. Dari hasil sharing atas kebutuhan para anggota garda terdepan NKRI ini muncul ide membuat peralatan yang membantu tugas TNI.

Setelah dilakukan riset selama hampir satu tahun, akhirnya desain dan detail produk siap diproduksi pada tahun ini yang diperuntukkan bagi TNI. Ransel apung tersebut nantinya bisa berfungi untuk meringankan beban bawaan tetara dan juga untuk melindungi peralatan elektronik.

“Ransel apung itu nantinya multi fungsi, bisa menjadi life guard saat di air dan juga bisa menjadi tempat menyimpan perlengkapan elektronik dengan lebih aman. Selain itu, juga kuat dan ringan, sehingga tidak menggangu akselerasi dari tentara,” tandasnya.

Sebagai informasi, Sritex perusahaan yang didirikan oleh (Alm) HM Lukminto itu dikenal juga dengan produksi seragam militernya yang sudah dikirim ke 32 negara dengan spesifikasi canggih.

Beberapa negara yang telah memakai seragam buatan Sritex antara lain tentara Jerman, Inggris, Uni Emirat Arab, Malaysia, Somalia, Australia, Kroasia, Hongkong dan lainnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Gulai Lemea, Kuliner Khas Ramadan Suku Rejang Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu (Ist)

Jumat, 25 Mei 2018 - 17:30 WIB

Mencicipi Gulai Lemea, Kuliner Lezat Khas Bengkulu Saat Ramadan

Indonesia, kaya akan keanekaragam kuliner yang lezat seperti kuliner khas Suku Rejang Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, yakni Gulai "Lemea" yang saat ini banyak dicari oleh kalangan…

Memasuki pekan kedua Ramadan, Pertamina mencatat konsumsi LPG menunjukkan peningkatan 5% dari rata-rata konsumsi normal.

Jumat, 25 Mei 2018 - 17:30 WIB

Jelang Lebaran 2018, Pertamina Bentuk Satgas BBM dan LPG

Pertamina memproyeksikan selama bulan Ramadan hingga Idul Fitri 2018 konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji harian secara nasional naik rata-rata 15% bila dibandingkan dengan hari biasanya.

Pengunjung mengamati papan elektronik yang memperlihatkan pergerakan IHSG di gedung BEI (Foto Rizki Meirino)

Jumat, 25 Mei 2018 - 17:28 WIB

IHSG Jumat Ditutup Menguat 29,20 Poin

Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat, ditutup menguat sebesar 29,20 poin seiring dengan kondisi pasar yang mulai pulih.

Memasuki pekan kedua Ramadan, Pertamina mencatat konsumsi LPG menunjukkan peningkatan 5% dari rata-rata konsumsi normal.

Jumat, 25 Mei 2018 - 17:14 WIB

Pertamina: Selama Ramadhan Konsumsi LPG Meningkat Lima Persen

PT Pertamina (Persero) telah mengantisipasi peningkatan konsumsi LPG selama Ramadan hingga mudik Idul Fitri dengan menambah pasokan sejak awal Ramadan. Memasuki pekan kedua Ramadan, Pertamina…

Wakil Ketua DPR, Agus Hermanto

Jumat, 25 Mei 2018 - 17:00 WIB

Paripurna DPR Antiklimaks Setujui RUU Terorisme

Rapat paripurna pengambilan keputusan atas revisi Rancangan Undang Undang Tindak Pidana Terorisme seakan antiklimaks tanpa adanya interupsi dan perdebatan, akhirnya secara aklamasi menyetujui…