Tahun Politik Jadi Momentum Baik Untuk Pertumbuhan Properti

Oleh : Ridwan | Kamis, 14 Desember 2017 - 17:33 WIB

Pengembang Green Pramuka City Optimis Tahun Politik Jadi Momentum Baik Untuk Pertumbuhan Properti (Foto Dok Industry.co.id)
Pengembang Green Pramuka City Optimis Tahun Politik Jadi Momentum Baik Untuk Pertumbuhan Properti (Foto Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Sepanjang tahun 2017 industri properti di Indonesia mengalami dinamika yang begitu bewarna. Meski demikian, peluang pasar masih cukup terbuka lebar untuk industri properti.

Statistik Perbankan Indonesia mencatat nilai kredit pembiayaan kembali mengalami kenaikan hingga mencapai 26.877 triliun rupiah. Peningkatan ini lebih tinggi dari nilai kredit pada tahun-tahun sebelumnya. Hal ini menunjukan adanya optimisime di kalangan pelaku bisnis di industri properti, khususnya apartemen.

Jeffry Yamin selaku Marketing Direktur Green Pramuka City mengatakan, dengan angka pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2% yang ditargetkan oleh pemerintah di tahun 2017, saya melihat kemampuan pemerintah dalam mendorong laju ekonomi nasional ke arah yang lebih baik, ditambah dengan diterapkannya berbagai kebijakan yang bertujuan untuk memberikan stimulus pada sektor properti.

"Melalui paket Kebijakan Ekonomi (PKE) dan pembangunan infrastruktur serta Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) membuat saya optimis hal tersebut dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan industri properti, termasuk hunian vertikal seperti apartement," ujar Jeffry dalam acara media gathering ‘Kaleidoskop 2017 dan Overview 2018’ di Marketing Office Green Pramuka City, Jakarta, Kamis (14/12/2017).

Berdasarkan data Bank Indonesia mencatat indikasi peningkatan pertumbuhan kredit baru pada Q2-2017, diantaranya, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) atau Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) mencatatkan kenaikan tertinggi yakni sebesar 70,7% pada Q2-2017.

Sedangkan untuk segmen apartemen, rasio NPL tertinggi berasal dari apartemen dengan luas kurang dari 21m2, yaitu 5,52%. Sementara rasio NPL terendah apartemen berasal dari tipe besar (di atas 70 m2) yaitu sebesar 1,77%.

Sementara untuk tahun 2018, konsultan properti Colliers Internasional memproyeksikan pasar apartemen di Jabodetabek supplainya akan mencapai angka 34.000 di tahun mendatang. Hal ini mengindikasikan optimisme pengembang terhadap pasar properti tanah air yang masih terus bertumbuh.

Green Pramuka City sebagai salah satu pengembang yang turut meramaikan pasar hunian vertikal tahun mendatang masih akan mengedepankan keunggulannya sebagai satu kawasan strategis ditengah kota Jakarta yang menawarkan konsep one stop living yang akan memberikan kemudahan hidup bagi konsumennya.

Tidak hanya itu, berbagai promo menarik seperti program cicilan 120 kali tanpa slip gaji dan dokumen yang rumit, biaya angsuran ringan, DP mulai 10%, gratis biaya pemeliharaan selama 1 tahun dan kemudahan proses administrasi pun turut menjadi strategi Green Pramuka City dalam meraih pangsa pasar hunian vertikal tahun depan.

Sikap optimis dalam melihat peluang pasar hunian vertikal tahun 2018, turut disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Bidang Pengelolaan Apartemen dan Rumah Susun Real Estat Indonesia (REI), Mualim Wijoyo.

Dalam pemaparannya, ia mengatakan, dengan akan dilaksanakannya Pilkada 2017 disusul dengan pemilu legislatif dan pemilihan presiden 2019, dapat dikatakan bahwa dua tahun kedepan merupakan tahun politik di Indonesia, ini merupakan momentum terbaik bagi konsumen untuk membeli properti.

"Apabila kita menilik pada momentum serupa di tahun-tahun sebelumnya, nilai properti memiliki kecenderungan untuk naik secara signifikan setelah perhelatan politik selesai, sehingga hal ini akan sangat menguntungkan bagi konsumen," ungka Mualim.

Lebih lanjut, ia menambahkan, adapun hal yang perlu diperhatikan oleh para pengembang dalam hal ini hunian vertikal, dirasa perlu untuk memberikan pemahaman yang tepat kepada calon konsumen perihal isu-isu yang beredar tekait dengan hunian vertikal maupun kondisi umum yang terjadi di Indonesia.

"Dengan pemahaman yang tepat akan memudahkan pengembang dalam memasarkan produknya," tutupnya.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto saat meresmikan Bandung Techno Park (Foto: Humas)

Selasa, 16 Januari 2018 - 21:15 WIB

Bandung Techno Park Wujudkan Wirausaha Industri Digital

Kementerian Perindustrian memfasilitasi pembangunan Bandung Techno Park (BTP) sebagai salah satu pusat riset dan inovasi industri digital di Tanah Air seperti sektor elektronika dan telematika.

Menaker Hanif Dakiri didampingi oleh Andi Gani Nena Wea selaku Komisaris Utama PT PP (Persero) Tbk, M. Toha Fauzi selaku Direktur Infrastruktur PT PP (Persero) Tbk

Selasa, 16 Januari 2018 - 20:06 WIB

Kunjungan Menaker ke Proyek Terowongan Double Track Terpanjang di Indonesia

Jakarta-Menteri Ketenagakerjaan, M. Hanif Dhakiri melakukan peninjauan ke Proyek Pembangunan Notog BH 1440 yang merupakan salah satu proyek strategis Nasional (PSN).

Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prastyo bersama Ketua Panitia Pelaksana Natal Bersama Dar Edi Yoga (Foto Dok Industry.co.id)

Selasa, 16 Januari 2018 - 19:32 WIB

Ketua Dewan Pers Dukung Perayaan Natal Bersama Insan Pers

Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prastyo menyambut gembira pelaksanaan Perayaan Natal Bersama Insan Pers yang akan diadakan besok sore ( Rabu, 17/1/2018 ) di RS Siloam Semanggi Jakarta.

Masjid Tokyo Camii & Turkish Culture Center di Jepang (Foto: matcha-jp.com)

Selasa, 16 Januari 2018 - 19:15 WIB

Berkunjung ke Tokyo Camii, Masjid Terbesar dan Indah di Jepang

Selain mengunjungi destinasi wisata alam dan berburu kuliner, Jepang juga mempunyai wisata religinya juga loh! Wisatawan Muslim, bisa mengunjungi Tokyo Camii & Turkish Culture Center yang termasuk…

Jongkie D Sugiarto, Co-Chairman Gaikindo (Foto: Herlambang/ INDUSTRY.co.id)

Selasa, 16 Januari 2018 - 19:05 WIB

Sepanjang Tahun 2017, Penjualan Mobil di Indonesia Capai 1.079.000 Unit

Sepanjang tahun 2017, penjualan mobil di Indonesia untuk semua jenis mencapai 1.079.000 unit. Angka tersebut naik 1,6% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.