Terima Kasih Jenderal Gatot, Selamat Bertugas Marsekal Hadi

Oleh : Jaya Suprana | Senin, 11 Desember 2017 - 11:54 WIB

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (Foto Dok Industry.co.id)
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (Foto Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Kelemahan manajemen lembaga kepemerintahan Indonesia adalah ketiadaan kesinambungan kebijakan. Setiap terjadi pergantian pejabat tertinggi di suatu kementerian maka terjadi pula pergantian kebijakan pada kementerian tersebut.

Apabila yang diganti adalah kebijakan yang kurang baik maka dampak pergantian kebijakan adalah positif. Namun apabila yang diganti adalah kebijakan yang baik untuk kepentingan rakyat maka dampak pergantian kebijakan adalah buruk bagi kepentingan rakyat.

Panglima TNI Baru

Pada hari Jumat 8 September 2017, di Istana Negara Jakarta, Presiden Joko Widodo melantik Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo. Yang menghadirkan harapan positif tentang kesinambungan kebijakan TNI adalah seusai dilantik, Hadi mengucapkan terima kasih kepada pendahulunya serta langsung menegaskan bahwa dirinya akan melanjutkan program kerja yang sudah dicanangkan oleh Gatot.

"Saya ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada senior saya, Jenderal Gatot Nurmantyo yang selama ini telah membimbing saya untuk bisa sampai ke pucuk pimpinan. Banyak yang diberikan oleh Jenderal Gatot kepada saya. Kemudian apa yang sudah direncanakan Jenderal Gatot adalah sinkronisasi kekuatan terhadap pembangunan nasional," ujar Hadi.

Ia mengatakan ada lima program prioritas pembangunan yakni berlokasi di Natuna, Tarakan, Morotai, Biak, Merauke dan Selaru. "Program itu akan kami lanjutkan karena sejalan dengan program pembangunan yang sudah dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo," kata Hadi.

Program lainnya yang akan direalisasikan yakni pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI yang disesuaikan dengan Rencana Strategis (Renstra) 2014-2019. "Alutsista yang dimiliki TNI saat ini, kami berpedoman pada 'Minimum Essential Force'. Saat ini, sudah masuk renstra kedua 2014-2019, sehingga kami menunggu saja apa yang segera harus dipenuhi,".

Kerakyatan

Melalui naskah yang dimuat RMOL ini, saya mengucapkan Terima Kasih kepada Jenderal Gatot Nurmantyo yang telah paripurna menunaikan tugas sebagai Panglima TNI secara sangat baik, serta Selamat Bertugas kepada Marsekal Hadi Tjahjanto yang telah dilantik menjadi Panglima TNI berdasar Keputusan Presiden nomor 83/TNI/2017.

Dengan penuh kerendahan hati saya memberanikan diri untuk memohon Panglima TNI yang baru, Marsekal Hadi Tjahjanto untuk berkenan melanjutkan semangat kerakyatan Panglima TNI yang lama, Jenderal Gatot Nurmantyo yang telah terbukti melanjutkan semangat kerakyatan Panglima TNI yang pertama yaitu Jenderal Besar Soedirman.

InsyaAllah, Panglima TNI, Hadi Tjahjanto yang juga berasal dari keluarga wong cilik senantiasa menjunjung tinggi makna luhur yang terkandung di dalam slogan "Bersama Rakyat, TNI Kuat" dan sebaliknya "Bersama TNI, Rakyat Kuat" sebagai pengejawantahan semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat. MERDEKA! [***]

JAYA SUPRANA, adalah yang mendambakan kemanunggalan TNI dengan rakya

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo. (Foto: Bamsoet.com)

Kamis, 26 April 2018 - 23:00 WIB

Bamsoet Pastikan Pesta Demokrasi 2018/2019 Tak Ganggu Kerja Parlemen

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo memastikan persiapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018, Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 tidak akan mengganggu kerja-kerja parlemen.

Presiden Jokowi dan Pimpinan PKS (Foto Dok Industry.co.id)

Kamis, 26 April 2018 - 22:30 WIB

PDIP: Pertemuan Presiden Jokowi-PKS Tidak Pecah Koalisi

Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Ahmad Basarah mengatakan pertemuan Presiden Joko Widodo dengan petinggi PKS tidak bertujuan memecah belah koalisi PKS-Gerindra di Pemilu Presiden (Pilpres)…

Ketua DPP PKS, Al Muzzammil Yusuf

Kamis, 26 April 2018 - 22:00 WIB

Pertemuan Presiden Jokowi-PKS Bicarakan Perkembangan Politik Jelang Pilpres 2019

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera Al Muzzammil Yusuf membenarkan ada pertemuan antara petinggi PKS dengan Presiden Joko Widodo sebanyak dua kali secara informal.

Teguh Santosa Sekjen Hubungan Luar Negeri Indonesia-Korut Bertemu Dengan Presiden Presidium Majelis Tertinggi Korea, Kim Yong Nam.

Kamis, 26 April 2018 - 21:53 WIB

Teguh Santosa: Kolonial Cabik-Cabik Persatuan Dua Korea

Perdamaian di Semenanjung Korea merupakan amanat konstitusi baik di Korea Utara maupun Korea Selatan. Selama ini, perdamaian di Semenanjung Korea sulit diwujudkan karena intervensi kekuatan…

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon (Foto Dok Industry.co.id)

Kamis, 26 April 2018 - 21:30 WIB

Partai Gerindra Tak Persoalkan Pertemuan Presiden Jokowi-PKS

Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan partainya tidak mempersoalkan adanya pertemuan antara Presiden Joko Widodo dengan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al-Jufri yang…