Politeknik Milik Kemenperin Pasok 356 Tenaga Kerja Kompeten Untuk Industri TPT

Oleh : Ridwan | Minggu, 10 Desember 2017 - 14:19 WIB

Sekjen Kementerian Perindustrian, Haris Munandar saat acara Wisuda STTT Bandung (Foto: Humas)
Sekjen Kementerian Perindustrian, Haris Munandar saat acara Wisuda STTT Bandung (Foto: Humas)

INDUSTRY.co.id - Bandung, Sebanyak 356 lulusan Politeknik STTT Bandung siap berkontribusi dalam peningkatan produktivitas dan daya saing industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional. 

Politeknik STTT merupakan salah satu unit pendidikan milik Kementerian Perindustrian ini fokus membidangi program studi terkait industri TPT.

"Industri TPT merupakan sektor padat karya. Untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang kompeten, Kemenperin telah memiliki berbagai program strategis melalui pendidikan dan pelatihan vokasi," kata Sekjen Kemenperin Haris Munandar pada acara Wisuda Politeknik STTT Bandung, Sabtu (9/12/2017).

Program strategis tersebut, antara lain dihasilkan dari para lulusan Politeknik STTT Bandung dan Akademi Komunitas Tekstil Solo, Diklat 3in1 (pelatihan, sertifikasi dan penempatan) untuk industri garmen, serta pendidikan vokasi yang link and match antara Sekolah Menengah Kejuruan dengan industri.

Dari 356 yang diwisuda, 238 orang lulusan Program Diploma IV atau Sarjana Terapan dari jurusan Teknik Tekstil, Kimia Tekstil, Produksi Garmen dan Konsentrasi Fashion Desain.

Selanjutnya, 30 orang lulusan Program Diploma III Tenaga Penyuluh Lapangan (TPL), serta 88 orang lulusan Program Diploma I dan Diploma II dari kerja sama dengan asosiasi dan perusahaan TPT.

"Sebanyak 322 orang lulusan dari program reguler, telah diterima bekerja saat wisuda. Sisanya, dalam tiga bulan, akan terserap di industri," ungkap Haris.

Terjadi peningkatan penyerapan lulusan sebesar 15 persen, di mana tahun 2016 mencapai 75 persen dan tahun 2017 menjadi 90,45 persen. Tahun ini ada sebanyak 130 perusahaan TPT yang meminta langsung lulusan Politeknik STTT Bandung.

Semenjak wisuda pertama hingga saat ini, perguruan tinggi bidang tekstil ini telah mencetak lulusan sebanyak 4.248 orang program Diploma IV, 235 program D-III TPL, 59 orang program D-II dan 1.776 orang program D-I. Tahun ini, meluluskan sebanyak 51 orang berpredikat "Dengan Pujian", salah satunya adalah Philavanh Hueng Phoxai, lulusan dari negara Laos.

Philavanh Hueng Phoxai kuliah di Program Studi Produksi Garmen selama empat tahun dengan bantuan beasiswa dari Kemenperin dan mendapatkan IPK 3,56.

Menurut Haris, ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten menjadi syarat mutlak untuk terwujudnya industri yang mandiri dan berdaya saing. Faktor utama lainnya adalah investasi dan teknologi.

"Politeknik STTT Bandung akan membuka program S2 terapan, yang saat ini tengah dibangun gedung program magister dengan empat lantai. Sejak tahun 2013, ketiga program studi Diploma IV telah mendapatkan akreditasi A dari BAN PT. Kami berharap juga mendapat akreditasi tingkat internasional," ungkapnya.  

Menurut Haris, para lulusan Politeknik STTT Bandung ini mengisi di sejumlah wilayah yang menjadi pusat pertumbuhan dan penyebaran industri TPT di Indonesia, seperti Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah.

"Lebih dari 67 persen, industri TPT di dalam negeri merupakan sektor hilir yang menghasilkan produk pakaian jadi dan barang tekstil lainnya," ucapnya.

Selain itu adalah industri antara yang meliputi sektor pemintalan (spinning), pertenunan (weaving), perajutan (knitting), serta printing dan finishing kain.

Berdasarkan proyeksi pertumbuhan industri TPT ke depan, kebutuhan tenaga kerjanya akan mencapai 135 ribu orang per tahun atau 22,5 persen dari total penyerapan pekerja di seluruh sektor industri sebanyak 600 ribu orang per tahun.

Kemenperin menargetkan, hingga akhir tahun 2017, jumlah tenaga kerja yang terserap di industri TPT nasional sebanyak 2,73 juta orang dengan nilai ekspor diperkirakan sebesar USD12,09 miliar.  

"Maka, sektor industri TPT ini sebagai jaring pengaman sosial karena mampu menyerap tenaga kerja yang banyak," jelasnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Country DirectorSCG, Anusorn Potchanabanpot (Hariyanto/INDUSTRY.co.id)

Kamis, 17 Januari 2019 - 10:30 WIB

Tahun 2019, SCG Fokus Perkuat Bisnis Ritel dan Kembangkan Lini Digital

Produsen semen asal Thailand, Siam Cement Group (SCG) terus memperkuat bisnisnya dibidang ritel setelah mengakuisisi PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP). Saat ini, SCG telah memiliki sebesar…

Konferensi pers acara Busworld South East Asia 2019 yang bakal digelar di JIExpo pada 20-22 Maret 2019

Kamis, 17 Januari 2019 - 10:23 WIB

Busworld South East Asia 2019 Siap Menyapa Pecinta Otomotif Indonesia

Bagi Anda pecinta dunia otomotif khususnya pebisnis transportasi karoseri segera hadir pameran otomotif bus, yaitu Busworld South East Asia 2019 yang bakal digelar di JIExpo pada 20-22 Maret…

Menko Luhut Binsar Pandjaitan (doK KemenkoMaritim)

Kamis, 17 Januari 2019 - 10:00 WIB

Menko Luhut Pandjaitan Dukung Pembangunan Sektor Pariwisata Batam

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mendukung rencana percepatan pembangunan sektor pariwisata dan industri di Bintan, Kepulauan Riau dan menilai pulau tersebut bisa…

Dok Kementerian PUPR

Kamis, 17 Januari 2019 - 09:58 WIB

17.500 Rumah MBR di Kota Padang Rasakan Manfaat Program Hibah Air Minum Kementerian PUPR

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Pemerintah Daerah dan pemangku kepentingan lainnya terus berupaya meningkatkan cakupan pelayanan air bersih di Indonesia.

 Sutopo Purwo Nugroho, Humas BNPB

Kamis, 17 Januari 2019 - 09:00 WIB

Industri Pariwisata Rentan Terganggu Bencana

Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan industri pariwisata sangat rentan terganggu oleh bencana apabila…