Wow Ini 50 Rekomendasi Bakmi Lezat di Jakarta Dari Tirta Lie

Oleh : Hariyanto | Sabtu, 09 Desember 2017 - 17:08 WIB

Tirta Lie rekomendasikan 50 bakmi terlezat dijakarta (ist)
Tirta Lie rekomendasikan 50 bakmi terlezat dijakarta (ist)

INDUSTRY co.id -Jakarta - Merasa jadi pecinta kuliner bakmi? Tak salah jika Anda berkunjung ke festival kuliner bertajuk 'Tirta Lie Festival 2: 50 Bakmi Terlezat di Jakarta' yang hadir di Mall of Indonesia (MOI), Kelapa Gading, Jakarta.

Ada 50 pedagang bakmi terlezat di Jakarta yang telah mendapat sertifikat Tirta Lie Approved ikut serta mulai 8-17 Desember 2017. Tirta Lie sendiri adalah seorang food blogger yang sudah terkenal di kalangan pecinta bakmi.

Berbeda dengan festival serupa yang sudah digelar sebelumnya, Tirta Lie Festival 2 menghadirkan menu dan varian bakmi yang lebih beragam dan dibagi menjadi dua kategori bakmi yakni, halal dan non halal. 

Ada 13 bakmi halal dan 37 bakmi non halal. Bagi Anda yang Muslim, tidak perlu khawatir soal kehalalan bakmi yang ada di festival ini. Bakmi yang dihadirkan dibagi menjadi dua kategori yaitu bakmi halal dan non halal dengan area terpisah, alat makan sekali pakai serta ruang cuci alat masak yang juga terpisah.

"Tirta Lie Festival 2 diharapkan bisa menjadi momen bagi pecinta bakmi menikmati beragam pilihan mie terbaik versi Tirta Lie," ujar Marcomm Manager MOI, Zico R Hanskarya di Jakarta, Jumat (8/12/2017).

Bagi Anda pecinta bakmi dan ingin datang ke acara ini, Tirta punya tips khusus untuk mengetahui mana bakmi yang rasanya lezat.

"Pertama, rasakan dulu mie tanpa dicampur dengan saus atau bumbu lainnya. Penting untuk mengetahui rasa mie yang original tanpa tambahan bumbu atau topping-nya terlebih dahulu," ujar Tirta.

Ia juga menyarankan agar saat bakmi terhidang, penikmat bakmi jangan malas untuk mengaduknya terlebih dahulu.

"Karena ada pedagang mie yang tak mengaduk mie saat diolah, sehingga tidak tercampur rata," ungkapnya.

Bagi Anda yang ingin mencicipi berbagai varian bakmi ini, bisa langsung meluncur ke MOI dan tak perlu merogoh kocek terlalu dalam. Harga yang ditawarkan di festival ini mulai dari Rp25 ribu sampai Rp50 ribu saja.

Selain itu, tak hanya festival kuliner. MOI juga di bulan Desember ini juga menggelar event 'My Christimas Story', 'Holiday Christimas Gift' dan 'Christimas Late Night Sale' sebagai bagian menyambut liburan Natal dan Tahun Baru.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

R&R Public Relations Raih Penghargaan PR Agency of The Year 2018

Senin, 19 November 2018 - 11:18 WIB

Jelang Dua Dekade Eksistensi, R&R Public Relations Raih Penghargaan PR Agency of The Year 2018

Berpengalaman lebih dari 18 tahun di industri kehumasan, R&R Public Relations sebagai PR agency lokal peroleh penghargaan "PR Agency of the Year 2018" dalam ajang Indonesia PR Program of the…

Menteri Perindutrian Airlangga Hartarto ketika mengunjungi pabrik karet PT New Kalbar Processors (NKP) di Kabupaten Kubu Raya,Kalimantan Barat (Foto: Kemenperin)

Senin, 19 November 2018 - 11:15 WIB

Kunjungi New Kalbar Processors, Menperin Janji Tumbuhkan Industri Pengolahan Karet Remah

Kementerian Perindustrian terus mendorong pertumbuhan sektor industri pengolahan crumb rubber (karet remah). Oleh karena itu, melalui Paket Kebijakan Ekonomi XVI yang telah dikeluarkan pemerintah,…

Kepala Pusdatin Kementan I Ketut Kariyasa

Senin, 19 November 2018 - 11:12 WIB

Produktivitas Tenaga Kerja Sektor Pertanian Meningkat

INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan), Ketut Kariyasa menegaskan produktivitas tenaga kerja…

Beras (Foto/Rizki Meirino)

Senin, 19 November 2018 - 11:02 WIB

Akademisi Sebut Produksi bukan Variabel Tunggal dalam Kenaikan Harga Beras

INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Harga beras yang diberitakan mengalami kenaikan belakangan ini turut mendapat sorotan dari pakar ekonomi pertanian Luthfi Fatah.

Fintech (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 19 November 2018 - 10:30 WIB

Hindari Jeratan Pinjaman Online, Ini Tujuh Poin yang Harus Diperhatikan Menurut YLKI

Praktik bisnis pinjaman online (pinjol) terus merebak, bahkan masif. Pemerintah pun berbangga, menepuk dada, sementara ribuan konsumen merana, menjadi korban pinjol.