Dorong Industri Manufaktur Siap Menghadapi Era Industri 4.0

Oleh : Herry Barus | Jumat, 08 Desember 2017 - 13:46 WIB

Ilustrasi Industri Manufaktur (Foto Dok Industry.co.id_
Ilustrasi Industri Manufaktur (Foto Dok Industry.co.id_

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Industri manufaktur salah satu industri yang penting untuk dibangun dan dikembangkan, terutama industri permesinan yang menjadi pendukung seluruh proses produksi pada sektor industri lainnya.

Pemerintah saat ini mendorong kesiapan industri dalam negeri menghadapi era industri 4.0 yang kedepannya akan menggunakan peralatan automasi dan Internet of Things (IoT) akan semakin tinggi

“Pemerintah memberi penghargaan kepada Pamerindo Indonesia atas inisiatif mengadakan pameran. Ini akan menjadi sarana bagi industri menampilkan produk terbaru, juga sebagai bagian promosi. Di sisi lain, industri di dalam negeri juga bisa melakukan benchmarking, sekaligus memperluas pasar,” ungkap Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Kementerian Perindustrian Riris Marhadi, saat meresmikan pameran Manufacturing Indonesia 2017 Series of Exhibition, Rabu (6/12/2017).

Dikatakan Riris, industri manufaktur bersiap ke industri 4.0 dengan mengintegrasikan internet dengan lini produksi, dimana semua proses produk berjalan dengan internet sebagai penopang utama. Sehingga memberi penghematan waktu biaya, dan lebih mampu bersaing di pasar global.

“Dengan adanya pameran ini kedepannya diharapkan industri dalam negeri dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri  dan dapat mewujudkan kesejahteraan bangsa,” terang Riris

Manufacturing Indonesia 2017 Series of Exhibition yang akan berlangsung 6 – 9 Desember 2017 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Project Director Pamerindo Indonesia Maysia Stephanie mengatakan bahwa pameran Manufacturing Indonesia di selenggarakan setiap tahunnya untuk bisa turut mendukung pertumbuhan industri manufaktur dalam negeri.  “Kami mengundang perusahaan manca negara untuk datang ke Indonesia dan mengenalkan beragam teknologi terkini kepada

para paikan. Informasi mengenai perkembangan pasar manca negara untuk datang ke Indonesia dan mengenalkan beragam teknologi terkini kepada para paikan. Informasi mengenai perkembangan pasar serta tekonologi terkini akan beredar di arena pameran dan ini tentunya bisa di manfaatkan oleh pelaku industri tanah air. Dan kami pun akan mendatangkan para buyers yang sesuai dengan segmentasi pameran kami, yaitu B2B,” terangnya.

Di tahun ini dikatakan Maysia, Manufacturing Indonesia 2017 Series of Exhibition akan menghadirkan sekitar 1.600 perusahaan dari 30 negara dan wilayah termasuk didalamnya terdapat pavilion  dari negara/wilayah Jerman, India, Korea, PR.China, Singapore, Taiwan, Thailand dan Jepang. “Kami tidak hanya menghadirkan sebuah pameran saja, tetapi juga terdapat kegiatan lain seperti seminar dan juga kompetisi. Bekerjasama dengan Ikatan Teknik Pengelasan Indonesia (ITPI – IWES), kami akan mengadakan acara Welder Competition & Contest yang akan berlangsung selama 4 hari pameran. Ada juga Spinning Tool Competition dari Indonesia Mold & Dies Industry Association (IMDIA) dan juga Product Spotlight Theatre,” ungkap Maysia.

Adanya kegiatan yang tidak hanya menghadirkan pameran saja, disambut baik oleh Manara Lodewijk Hutapea, Presiden Ikatan Teknik Pengelasan Indonesia (ITPI – IWES) yang turut mengisi kegiatan berupa welding kontes. “Terima kasih kepada Pamerindo yang sudah mengadakan pameran ini dan memberi wadah kepada IWES untuk memperkenalkan kepada masyarakan tentang tekhnik dari pengelasan.” ungkap Manara,

Saat kontes nanti, dikatakan Manara, dalam The First Welder Contest BUMN 2017 & Competition dimana peserta berasal dari berbagai industri antara lain: industri pesawat terbang, industri alat berat dan angkutan khusus, industri perawatan mesin-mesin turbin & rotating equipments, industri pupuk, industri perkapalan, konstruksi (steel construction), industri farmasi, industri perawatan mesin pesawat terbang. Dimana industri yang kami pilih tersebut sangat banyak menyerap tenaga kerja dan industri tersebut terus berkembang pesat baik teknologi serta peralatan/equipment.

Manara melihat industri Manufaktur saat ini secara perlahan mulai membaik, seiring dengan para investor yang masuk ke Indonesia. Hal yang harus diwaspadai dikatakan  Manara agar mempersiapkan diri terhadap trend baru yang mulai bergeser kepada era digitalisi atau robotik.

Hal senada juga turut disampaikan Hadi Suryadipraja, Sekjen Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIAMM) yang menilai meningkatnya industri manufaktur khususnya di sektor otomotif dinilai ada pergerakan positif, khususnya untuk segmen niaga mengalami kenaikan. “Mulai pertengahan tahun ini pertumbuhan untuk light duty truck dan medium duty truck mengalamai kenaikan signifikan sekitar 48%, kami prediksi akan menguat angkanya hingga tahun depan. Hal ini disebabkan oleh infrastruktur yang sedang gencar di bangun dan pasti butuh sarana transportasi,” terang Hadi.

Bahkan Hadi optimis menyebut kenaikan sektor otomotif diprediksi meningkat 5% – 10% maksimal. “Kami optimis industri otomotif di segment ini akan meningkat, bahkan di tahun ini saja khususnya kendaraan niaga juga angkanya meningkat hingga 80%,” kata Hadi

Stephanus F. Santoso, Wakil Presiden Direktur, PT Altama Surya Anugerah - Tekiro, Ryu dan Rexco sebagai produk unggulan di pasar teknik selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhan pasar industri di Tanah Air. Manufacturing Indonesia sebagai salah satu pameran industri berskala international menjadi jembatan bagi kami untuk dapat lebih dekat dengan konsumen existing kami serta membuka peluang untuk konsumen baru.

Menempati luas area sebesar 36.000 sqm, Pamerindo Indonesia tidak hanya menghadirkan pameran Manufacturing Indonesia 2017, namun juga terdapat Machine Tool Indonesia 2017, Tools & Hardware Indonesia 2017 dan Industrial Automation & Logistics Indonesia 2017. Beragam peralatan mesin, suku cadang, komponen, aksesoris, peralatan manufaktur, metrologi & pengukur, air power, precision tools, drives & controls dan produk industri terkait lainnya akan di pajang area pameran tersebut.

Pameran Manufacturing Indonesia 2017 Series of Exhibitions ini di dukung oleh Kementrian Perindustrian, Indonesian Precision Tooling Industry Association (AIPPINDO), Indonesian Foundry Industries Association (APLINDO), Association of Metalwork and Machinery (ASPEP), Indonesian Automotive Parts & Components Industries Association (GIAMM), Federation of Indonesian Metalworks & Machinery Industries Association (GAMMA), The Indonesian Welding Engineering Society (IWES), Indonesian Mould & Die Industry Association (IMDIA).

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Pengunjung mengamati papan elektronik yang memperlihatkan pergerakan IHSG di gedung BEI (Foto Rizki Meirino)

Rabu, 19 September 2018 - 09:42 WIB

PANI-DIGI Resmi Diperdagangkan di BEI

Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana dua perusahaan yakni PT Pratama Abadi Nusa Industri Tbk (PANI) dan PT Arkadia Digital Media Tbk (DIGI) Direktur Penilaian Perusahaan…

Salyadi Saputra, Direktur Utama Pefindo (Kompas.com)

Rabu, 19 September 2018 - 09:39 WIB

Pefindo Perkirakan Penerbitan Obligasi Capai Rp140 Triliun

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memperkirakan penerbitan obligasi pada 2018 mencapai Rp140 triliun atau turun 13,04 persen dibanding tahun lalu sebesar Rp161,36 triliun.

Rupiah (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 19 September 2018 - 09:10 WIB

Banggar DPR Setujui Asumsi Kurs Rp14.500

Rapat Panitia Kerja Badan Anggaran DPR RI menyetujui asumsi nilai tukar dalam RAPBN 2019 sebesar Rp14.500 per dolar AS, atau lebih tinggi dari asumsi awal yang disepakati dalam Komisi XI sebesar…

PT. Bank Negara Indonesia (BNI)

Rabu, 19 September 2018 - 09:06 WIB

BNI Pertahankan Keunggulan Layanan Trade Finance

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk untuk kedelapan kalinya sejak 2010 kembali menerima pengakuan sebagai bank yang memiliki layanan "trade finance" terbaik, hingga dinobatkan sebagai "The…

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perhubungan Carmelita Hartoto (Foto: Dok. Kadin Indonesia)

Rabu, 19 September 2018 - 09:05 WIB

Rupiah Melemah, Industri Pelayaran Tertekan

Penguatan nilai tukar dollar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah menekan kinerja sektor logistik, termasuk industri pelayaran. Pasalnya, sektor ini lebih banyak melakukan transaksi dan pembayaran…