Holding BUMN Migas Cegah Dualisme Pengelolaan

Oleh : Hariyanto | Kamis, 07 Desember 2017 - 16:39 WIB

Gas Ilustrasi (Hariyanto/ INDUSTRY.co.id)
Gas Ilustrasi (Hariyanto/ INDUSTRY.co.id)

INDUSTRY.co.id - Batam- PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk meyakini semangat pemerintah dalam pembentukan holding migas untuk mencegah dualisme pengelolaan hilir gas bumi domestik.

"Pembentukan holding migas ini tentu sebagai salah satu cara menghindari duplikasi pengelolaan hilir gas bumi," kata Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama, dalam siaran pers yang diterima Antara di Batam, kemarin.

PGN terus berkomitmen mendukung program pemerintah di sektor energi, di antaranya yaitu rencana pemerintah untuk merealisasikan pembentukan holding BUMN.

"Kami berkeyakinan pembentukan holding BUMN dalam upaya melakukan konsolidasi pengelolaan gas bumi akan memberikan banyak manfaat bagi negara dan masyarakat banyak," kata Hutama.

Kementerian BUMN berencana membentuk holding BUMN energi. Saat ini, selain PT PGN, BUMN energi yang ada di Indonesia adalah PT Pertamina (Persero).

Rencananya, Kementerian BUMN memproyeksikan PT Pertamina sebagai induk holding migas.

Saat ini, Pertamina memiliki anak usaha yang juga bergerak di bidang usaha gas bumi, yakni PT Pertagas.

"Dengan holding ini, Pertagas akan dilebur ke PGN, kemudian PGN menjadi anak usaha dari PT Pertamina," ujar Hutama.

Menurut dia, hal itu mutlak dilakukan untuk mencapai tujuan holding.

Pernyataan Hutama merujuk skema yang pernah disampaikan oleh Kementerian BUMN dalam berbagai kesempatan.

Berdasarkan skema tersebut, saham seri B milik negara di PGN yang mencapai 57 persem akan dialihkan ke Pertamina. Sementara 100 persen saham Pertagas akan dialihkan ke PGN.

PGN melihat penyatuan Pertagas ke PGN akan menjadikan satu entitas yang solid untuk mendukung pengelolaan energi nasional.

"Selain dapat mempercepat pembangunan infrastruktur gas yang terintegrasi, penyatuan ini dapat mencapai distribusi gas yang lebih merata," kata Hutama.

Meski begitu, sebagai perusahaan milik negara sekaligus perusahaan publik yang tunduk terhadap peraturan OJK dan juga harus bertanggung jawab kepada pemegang saham minoritas, PGN menunggu proses yang masih berlangsung di pemerintah.

"Saat ini kami masih menunggu arahan dan terus berkoordinasi dengan pihak Kementerian BUMN terkait rencana PGN ke depan," kata Hutama.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi Gula (Antaranews.com)

Rabu, 18 Juli 2018 - 12:05 WIB

India Minta Indonesia untuk Turunkan Tarif Impor Gula

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan RI Oke Nurwan seusai acara Forum Perdagangan Gula India-Indonesia di Jakarta, Selasa, mengatakan bahwa pemerintah India berharap…

Launching Sail Indonesia Moyo Tambora (Sail Motam) 2018 (Foto: Kemenpar)

Rabu, 18 Juli 2018 - 12:00 WIB

September, Sail Indonesia Moyo Tambora Siap digelar, Catat Kegiatan Serunya!

Nusa Tenggara Barat yang terkenal akan keeksotisannya dengan pemadangan wisata alam ini, akan menggelar Sail Indonesia Moyo Tambora (Sail Motam) 2018 yang akan diikuti oleh 42 negara dan akan…

Ilustrasi Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf)

Rabu, 18 Juli 2018 - 11:35 WIB

Bekraf Beri Komitmen untuk Naikkan Pasar Game Lokal

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) berkomitmen untuk menaikkan pangsa pasar "game" pengembang lokal hingga menjadi 10 persen. Deputi Infrastruktur Bekraf Hari Sungkari dalam siaran pers di Jakarta,…

Presiden Jokowi dan PM Malaysia Mahathir Mohammad (Foto Setkab)

Rabu, 18 Juli 2018 - 11:00 WIB

Mahathir Bersikukuh Akan Terapkan SST

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad bersikukuh akan menerapkan Service and Sales Tax (SST) atau Pajak Pelayanan dan Penjualan untuk menggantikan Goods and Service Tax (GST) atau Pajak…

Semarak Asian Games, Bank Mandiri Gelar Turnamen Bola Voli Antar Kampung

Rabu, 18 Juli 2018 - 11:00 WIB

Semarak Asian Games, Bank Mandiri Gelar Turnamen Bola Voli Antar Kampung

Bersama dengan masyarakat wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, Bank Mandiri menggelar turnamen Bola Voli antar kampung untuk menyemarakkan Asian Games 2018. Diikuti oleh 44 tim dari berbagai…