Meski Intermediasi Kredit Belum Maksimal, Fundamental Ekonomi Telah Membaik

Oleh : Hariyanto | Kamis, 07 Desember 2017 - 15:22 WIB

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi Indonesia
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi Indonesia

INDUSTRY co.id -Jakarta - Pada gelaran Indonesia Economic and Financial Sector Outlook (IEFSO) 2018, Ali Setiawan, Head of Global Markets PT Bank HSBC Indonesia mengatakan, meski bisa dilihat dari intermediasi kredit yang belum maksimal menunjukan siklus pemulihan yang masih lambat,  fundamental ekonomi dilihat telah membaik, terutama di bidang export dan ekspektasi peningkatan belanja pemerintah untuk social welfare. 

"Untuk itu, diperlukan beberapa dukungan kebijakan lebih lanjut untuk mewujudkan potensi pertumbuhan Indonesia. Kita juga dapat melihat Bank Indonesia sudah membantu sangat banyak dari sisi moneter untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.”  kata Ali di Jakarta, Kamis (7/12/2017).

Ali menyatakan, di tahun 2018 yang merupakan tahun politik pada dasarnya akan sedikit lebih baik dibandingkan tahun 2017 mempertimbangkan dukungan belanja pemerintah dan juga private consumption yang biasanya cenderung meningkat mendekati periode Pemilu.

Di sisi lain, Nuni Sutyoko, Senior Vice President and Head of Corporate Sustainability PT Bank HSBC Indonesia mengatakan, sebagai bagian dari komitmen untuk menjadi bagian dari pertumbuhan yang berkelanjutan, HSBC Indonesia bersama PSF dan Sampoerna University senantiasa fokus pada penguatan edukasi keuangan bagi para mahasiswa dan pelajar, bankir-bankir daerah, serta tenaga pengajar di bidang perbankan dan keuangan. 

"Itulah antara lain yang memotivasi kami berbagi paparan ekonomi pada kesempatan ini.” kata Nuni.

Sementara, Inka B. Yusgiantoro, Peneliti Eksekutif Senior, Otoritas Jasa Keuangan memaparkan bahwa peneliti ekonomi dan perbankan memiliki peluang yang sangat besar untuk berpartisipasi dalam perumusan solusi permasalahan dan tantangan industri keuangan melalui riset.

 “Kemajuan riset merupakan pilar utama dalam membangun sektor jasa keuangan yang kontributif, inklusif, dan stabil. Dengan tantangan dan peluang ekonomi global saat ini, peneliti ekonomi dan perbankan di lingkungan civitas akademika perguruan tinggi dan industri harus semakin memperdalam riset untuk memberikan proyeksi ekonomi yang bermanfaat bagi perencanaan ekonomi dan finansial untuk Indonesia ke depan,” jelas Inka.

Seminar Indonesia Economic and Financial Outlook (IEFSO) 2018 merupakan bagian dari kerja sama strategis antara HSBC, Putera Sampoerna Foundation, dan Sampoerna University dalam mengembangkan literasi dan inklusi keuangan sejak 2015. 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

GIIAS Medan 2018 (Foto Dok Industry.co.id)

Kamis, 18 Oktober 2018 - 20:45 WIB

Rangkaian GIIAS Roadshow 2018 Ditutup Pesta Harga Akhir Tahun di GIIAS Medan Auto Show

Menghitung mundur kurang dari dua minggu menuju penyelenggaraan rangkaian pameran mobil GAIKINDO Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) 2018 yang akan kembali dilangsungkan di Medan. Kembali…

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong

Kamis, 18 Oktober 2018 - 20:00 WIB

Industri Pariwisata Menunggu Kehadiran Investor Arab Saudi

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong menyatakan pemerintah Indonesia akan menawarkan peluang investasi sektor pariwisata dan gaya hidup (lifestyle) dalam konferensi…

Menteri Basuki saat meninjau lokasi pembangunan Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA)

Kamis, 18 Oktober 2018 - 19:29 WIB

Penyaluran Bantuan Rumah Risha Disalurkan Lewat Pokmas Untuk Jamin Akuntabilitas

Untuk mempercepat penyaluran bantuan, Pemerintah telah menyederhanakan format pencairan dana perbaikan rumah dari sebelumnya 17 formulir menjadi 1 formulir saja.

Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih berfoto bersama dengan para peserta pameranpada peringatan Hari Kopi Internasional di Makassar (Foto: Kemenperin)

Kamis, 18 Oktober 2018 - 19:22 WIB

Pacu Pertumbuhan IKM Pengolahan Kopi, Inilah Langkah Strategis Kemenperin

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong pertumbuhan industri pengolahan kopi di dalam negeri termasuk skala industri kecil dan menengah (IKM).

Dean Novel

Kamis, 18 Oktober 2018 - 19:02 WIB

Kisah Petani Jagung Berdasi (2): Memilih NTB Ketimbang Jawa

Dean betah berladang di NTB karena menurutnya petani di Lombok masih haus dengan inovasi. Masih mendengar jika diberi penyuluhan, masih penasaran dengan ilmu-ilmu baru dalam pertanian.