Ekonomi Indonesia Tetap Tumbuh di Kisaran 5.17 % 5.24 % pada 2017

Oleh : Hariyanto | Kamis, 07 Desember 2017 - 15:09 WIB

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi Indonesia
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi Indonesia

INDUSTRY co.id -Jakarta - HSBC Indonesia dan Putera Sampoerna Foundation (PSF) melalui Sampoerna University (SU) hari ini kembali menyelenggarakan Indonesia Economic and Financial Sector Outlook (IEFSO) 2018, dengan topik “Keeping Momentum for Productive Investment”.

Acara ini menghadirkan pembicara antara lain Wahyoe Soedarmono, Ekonom sekaligus Ketua Program Studi Manajemen dan Manajer Program Kerjasama HSBC-PSF di Fakultas Bisnis, Sampoerna University; Ali Setiawan (Managing Director & Head of Global Markets, HSBC Indonesia), Inka B. Yusgiantoro (Peneliti Eksekutif Senior, Otoritas Jasa Keuangan), serta Faisal Basri (Ekonom Senior).

Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) riil sejak 2014 lalu terus berada di kisaran 5%. Konsumsi oleh sektor privat dan rumah tangga juga belum banyak mengalami perubahan sejak awal 2017. Faktor-faktor penyebabnya masih belum konklusif.  

“Walaupun demikian, kami memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai sebesar 5,17%-5,24% pada 2017, dan 5,3%-5,4% pada 2018 mendatang, jika inflasi di kisaran 3.0-4.0% dan suku bunga riil di level 10%”, kata Wahyoe Soedarmono, Ekonom, sekaligus Ketua Program Studi Manajemen dan Manajer Program Kerjasama HSBC-PSF di Fakultas Bisnis, Sampoerna University di Jakarta, Kamis (7/12/2017) 

Wahyoe juga menekankan bahwa 2018 masih akan menjadi tahun yang dibayangi ketidakpastian ekonomi global, meskipun  pertumbuhan ekonomi diprediksi meningkat. Hal ini kemudian dapat mendorong peningkatan defisit neraca transaksi berjalan, sehingga menyebabkan instabilitas makroekonomi, mengingat struktur modal asing yang masuk ke Indonesia masih didominasi investasi portofolio jangka pendek daripada investasi asing langsung (foreign direct investment). 

Selain itu, dari sisi domestik, pertumbuhan utang luar negeri dari pemerintah juga menunjukkan tren peningkatan. Pertumbuhan utang luar negeri pemerintah mencapai posisi tertinggi, yaitu 46% selama 2015-2017, disusul oleh utang luar negeri sektor swasta selain institusi keuangan (36%) di periode yang sama. 

Peningkatan utang luar negeri oleh pemerintah mempunyai dua implikasi penting. Di satu sisi, ruang fiskal akan meningkat, sehingga mendorong belanja pemerintah, misalnya untuk infrastruktur dan sektor produktif lainnya, sehingga mendorong investasi swasta dan pertumbuhan ekonomi (efek “crowding-in”). Namun di sisi lain, peningkatan utang luar negeri pemerintah dapat meningkatkan suku bunga, sehingga menghambat investasi sektor swasta (efek “crowding-out”). 

Wahyoe juga menekankan urgensi menjaga momentum investasi produktif agar efek “crowding-in” dapat lebih mendominasi seiring peningkatan utang luar negeri pemerintah.

“Paling tidak ada dua manfaat yang mampu dihasilkan dengan peningkatkan investasi produktif. Pertama, memperkuat tingkat tabungan masyarakat, sehinga dapat memperkuat stabilitas makroekonomi karena defisit neraca transaksi berjalan terkendali. Kedua, investasi produktif memperkuat lanskap untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang optimal, yaitu setidaknya di 5.9% untuk Indonesia berdasarkan hukum Okun”, ungkap Wahyoe.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Dubes Indonesia untuk Korsel, Umar Hadi bersama Delegasi PWI (dok INDUSTRY.co.id)

Jumat, 15 Desember 2017 - 20:34 WIB

Di Seoul Korsel, Dubes Umar Hadi Apresiasi Diplomasi Kopi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)

Diplomasi kopi yang sedang dilakukan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) disambut baik Dutabesar Republik Indonesia untuk Republik Korea Umar Hadi

Letjen Purn. Kiky Syanahkri bersama Putut Prabantoro di kantor PPAD (dok INDUSTRY.co.id)

Jumat, 15 Desember 2017 - 20:12 WIB

Perkuat NKRI, Pemerintah Diminta Segera Laksanakan Ekonomi Terintegrasi

Pemerintah diminta segera integrasikan pembangunan ekonomi nasional dalam konsep Indonesia Raya Incorporated (IRI) untuk memperkuat ikatan NKRI dan ketahanan nasional.

Presiden Jokowi dan Menhub Budi Karya Sumadi (Foto Setkab)

Jumat, 15 Desember 2017 - 19:00 WIB

Presiden Jokowi Tinjau Pembangunan Waduk Sukamahi dan Ciawi

Presiden Joko Widodo meninjau pembangunan Waduk Sukamahi dan Ciawi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (14/12/2017)

Sambut Hari Ibu, Kecap ABC Beri Apresiasi Lewat 36 Ribu Hidangan Masakan (Foto Dije/INDUSTRY.co.id)

Jumat, 15 Desember 2017 - 18:52 WIB

2018 Industri Mamin Semakin Kompetitif

Memasuki tahun 2018, pelaku industri termasuk industri makanan dan minuman di Indonesia semakin kompetitif dan semakin challenging (menantang). Hal ini diungkapkan oleh Dhiren Amin, selaku Marekting…

Hendrisman Rahim Didapuk Kembali Jadi Ketum AAJI (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 15 Desember 2017 - 17:45 WIB

Hendrisman Rahim Didapuk Kembali Jadi Ketum AAJI

Hendrisman Rahim secara aklamasi kembali terpilih sebagai Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) periode 2017-2020.