Hadir di Indonesia, Philips Luncurkan Xenium S327 dan X818

Oleh : Chodijah Febriyani | Kamis, 07 Desember 2017 - 13:58 WIB

Philips S327 dan Philips X818
Philips S327 dan Philips X818

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Philips, baru-baru ini meluncurkan dua buah smartphonenya yang bertipe Philips S327 dan Philips X818 dengan Motto dari philips #InnovationandYou.

Brand ternama asal Belanda ini, meluncurkan smartphonenya yang berbasis android dalam dua varian warna yaitu gray dan white untuk tipe S327, dan black only untuk tipe X818. Melihat berbagai fitur yang ditawarkan, kedua tipe smartphone ini masuk ke dalam kelas low to mid.

Awal Desember ini, smarthpone ini resmi diedarkan oleh PT Synnex Metrodata Indonesia yang menjadi distributor resmi Philips. Harga untuk tipe S327 dan X818 dipatok tidak terlalu mahal, yaitu di angka Rp 1,5 juta hingga Rp 3,5 juta. Dengan harga yang ramah kocek, Philips X818 hadir dengan slim design body glass yang mewah. Sedangkan S327 hadir dengan konsep unique colour tone yang sudah berjalan dengan android 7.0.

Sementara, Philips X818, memiliki keunggulan baterai yang digunakan adalah berteknologi Xenium yang sangat terkenal akan daya tahannya. Philips berhasil memadukan sebuah smartphone Android terkini dengan daya tahan baterai yang lama, dengan waktu standby hingga 19 hari, sangat cocok untuk pengguna yang memiliki mobilitas tinggi.

"Kedua ponsel ini menggunakan jenis baterai Li-polimer dengan xenium technology, yang menjadikannya tahan lebih lama dibanding ponsel lain yang sekelas,” kata Irvan Novenda, Product Marketing Manager PT Synnex Metrodata Indonesia, melalui siaran persnya yang diterima Industry.co.id, Kamis (7/12/2017)

Inovasi baru lainnya yang ditawarkan Philips X818 adalah SoftBlue technology, yang berguna melindungi mata dari paparan radiasi cahaya yang ada.

Teknologi ini berhasil menggeser panjang puncak gelombang yang berbahaya 450nm ke 460nm yang lebih aman, yang mengurangi cahaya biru berbahaya hingga lebih dari 86 persen. Smartphone yang menggunakan teknologi LED khusus ini, memastikan bahwa jumlah cahaya biru yang tepat dipancarkan untuk reproduksi warna yang akurat.

“Sinar radiasi dari cahaya layar kedua smartphone ini lebih rendah bahayanya terhadap radiasi mata dibanding smartphone lainnya. Sehingga aman dipakai oleh para penggunanya,” jelas Martin Kusnadi, Product Marketing Lead PT Synnex Metrodata Indonesia.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

LOreal Professionnel Persiapkan 55 Backstage Hairstylist Menuju JFW 2019

Minggu, 21 Oktober 2018 - 14:30 WIB

LOreal Professionnel Persiapkan 55 Backstage Hairstylist Menuju JFW 2019

LOral Professionnel kembali majukan talenta hairdresser lokal terbaik untuk berkontribusi dalam perhelatan Jakarta Fashion Week (JFW) 2019 pada 20-26 Oktober 2018 mendatang.

Penggagas Program LUAS IndoRunners Holil Soekawan saat menyerahkan secara simbolis total Kilometer pelari kepada Ketua Pelaksana Harian Artha Graha Peduli Heka Hertanto (Foto: Herlambang/Industry.co.id)

Minggu, 21 Oktober 2018 - 14:25 WIB

AGP Ganti Setiap Kilometer Pelari IndoRunner Dalam Bentuk Bantuan untuk Korban Gempa Palu

Bentuk kepedulian bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya seperti yang dilakukan Artha Graha Peduli (AGP) yang bekerjasama dengan program LUAS (Lari Untuk Amal Sosial) IndoRunners.…

TAUZIA Hotels (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 21 Oktober 2018 - 13:40 WIB

TAUZIA Move Awards 2018, Penghargaan Diberikan Rayakan Para Karyawan - Kreativitas

Even perdana TAUZIA Move Awards - kompetisi tarian para karyawan dari jaringan hotel TAUZIA, baru saja digelar di Jumat 12 Oktober 2018 di hadapan seluruh General Managers, Hotel Managers maupun…

Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga

Minggu, 21 Oktober 2018 - 11:35 WIB

Puspayoga Ajak Masyarakat Gunakan Alat Musik Lokal Kualitas Ekspor

Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga mengajak masyarakat dan para pecinta musik untuk berbelanja alat musik buatan para produsen lokal di Ajang Smesco Music Expo 2018 yang digelar di Gedung Smesco…

Ilustrasi Foto Wecash, Fintech Asal China

Minggu, 21 Oktober 2018 - 11:00 WIB

Dari 150 Ribu Fintech Lending, 20 Persen Berasal dari Asing

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut dari 150 ribu finansial teknologi khususnya peer to peer lending sekitar 20 persennya berasal dari luar negeri.