Mobil Listrik Suatu Keniscayaan Jangka Panjang

Oleh : Wiyanto | Kamis, 07 Desember 2017 - 08:21 WIB

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi Janjikan Kemudahan Uji Kelayakan Mobil Listrik, Senin (17/7/2017) Foto: Fadli Industry.co.id
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi Janjikan Kemudahan Uji Kelayakan Mobil Listrik, Senin (17/7/2017) Foto: Fadli Industry.co.id

INDUSTRY.co.id - Semarang-Toyota Astra Motor (TAM) memandang produksi listrik yang dicharger membutuhkan infrastruktur pendukung seperti pengisian ulang listrik, untuk jangka panjang.

PR Manager TAM Rouli Sijabat mengatakan,  melihat mobil listrik sebagai Industri masa depan. Hanya, untuk menuju ke sana, perlu ada kesamaan definisi tentang mobil berbasis setrum tersebut. Baik itu pelaku Industri, asosiasi, regulator dan seluruh elemen terkait dalam industri mobil listrik.

“Kami tidak anti mobil berbasis batrai. Mobil listrik sebuah sebuah keniscayaan. Tetapi, perlu sebelum masuk pasar mobil listrik harus dipertimbangkan aspek secara holistik. Soal regulasi, pasar, untung rugi dan pastinya tidak ujug-ujug,” tutur dia, di Semarang, Jawa Tengah (Jateng) Rabu (6/12/2017).

Karena itu bilang Rouli untuk menuju murni mobil listrik banyak langkah yang harus dilalui. Baik menyangkut industri, baterei, bahan baku baterei, infrastruktur pengisian dan sejumlah tahapn lain berkenaan dengan mobil listrik.

Rouli menyebut Toyota sejatinya telah masuk mobil listrik edisi 1981 silam. Kala itu, perusahaan masuk melalui penerapan secara hybrid. Mengandalkan mengandalkan tenaga kombinasi antara mesin dan  bertenaga baterei.


“Cara kerjanya, saat mobil berjalan sepenuhnya mengandalkan tenaga dari baterei. Nah, ketika butuh tenaga lebih banyak, mesin ikut menyuplai. Cuma memang model hybrid tidak bisa diisi saat berada di rumah,” ulas Rouli.

Selanjutnya transpormasi mobil hybrid model plug in (colokin). Model hybrid jenis ini, baterei mobil selain diisi melalui mesin, juga bisa di charger (pengisian baterei) saat berada di rumah,” tukasnya.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Huawei

Senin, 18 Desember 2017 - 15:33 WIB

Huawei Diperkirakan Akan Luncurkan P11 Diawal 2018 Mendatang

Huawei lanjutkan kerjasama dengan produsen kamera asal Jerman , Leica yang akan meluncurkan Huawei P11 yang diperkirakan akan diluncurkan pada awal tahun 2018 mendatang.

Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Ist)

Senin, 18 Desember 2017 - 15:30 WIB

2018, Serangkaian Event Olahraga dan Agenda Pariwisata Bakal Hadir Meriahkan Batam

Selain meningkatkan pariwisata di Kepulauan Riau, Badan Pengusahaan (BP) Batam memiliki beberapa agenda untuk meningkatkan ekonomi terutama dari bidang pariwisata.

ICAEW Prediksi Ekonomi Indonesia Tumbuh Lebih Pesat Sebesar 5,3 Persen di 2018

Senin, 18 Desember 2017 - 15:14 WIB

ICAEW Prediksi Ekonomi Indonesia Tumbuh Lebih Pesat Sebesar 5,3 Persen di 2018

Lapora terbaru Economic Insight: South-East Asia mengungkapkan, prospek perkembangan Indonesia tertahan oleh belanja konsumen yang lesu. Namun, pertumbuhan masih diperkirakan akan naik hingga…

Gedung Bank Indonesia

Senin, 18 Desember 2017 - 15:00 WIB

BI Siap Beri Sangsi Perusahaan Pembayaran Tak Berijin

Bank Indonesia (BI) berkomitmen menjaga perlindungan konsumen dan sekaligus keberlangsungan usaha pada pelaku jasa sistem pembayaran.

Go-Jek (ist)

Senin, 18 Desember 2017 - 14:30 WIB

Bank Indonesia Proses Ijin Akuisisi Gojek

Bank Indonesia (BI) sedang memproses perijinan akuisisi Gojek terhadap dua perusahaan calon jasa sistem pembayaran. Meskipum Gojek bukan pelaku jasa sistem pembayaran tetap harus ijin ke BI.…