Kadin-Yayasan Toyota Astra Terapkan Pendidikan Vokasi di Enam SMK

Oleh : Ridwan | Rabu, 06 Desember 2017 - 14:56 WIB

Anton J. Supit Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Ketenagakerjaan (Foto Ridwa)
Anton J. Supit Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Ketenagakerjaan (Foto Ridwa)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendukung penerapan pendidikan vokasi di lingkup SMK agar sesuai dengan kebutuhan industri.

Kadin juga menyatakan komitmen dukungan percepatan peningkatan kompentensi tenaga kerja melalui pengembangan program kerja sama yang diterapkan oleh Yayasan Toyota Astra (YTA) dengan 6 SMK percontohan program pendidikan vokasi.

Hal itu diungkapkan oleh Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Ketenagakerjaan, Anton J. Supit di sela-sela acara penandatanganan Nota Kesepahaman antara YTA dengan 6 SMK, yakni SMK Aryasatya Patikraja-Banyumas, SMKN1 Madiun, SMK PGRI 2 Ponorogo, SMK PN2 Purworejo, SMK Teknologi Manufaktur Indonesia di Kuningan-Cirebon dan SMK Tunas Harapan Pati.

Anton menjelaskan, penandatanganan program kerja sama pendidikan vokasi itu adalah sebagai tindak lanjut Program Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Vokasi yang diluncurkan oleh Pemerintah.

Langkah ini merupakan upaya meningkatkan kerja sama  antara dunia pendidikan dan dunia industri untuk meningkatkan kapabilitas dan daya saing pekerja Indonesia agar dapat memenuhi tuntutan dan kebutuhan pasar tenaga kerja baik di dalam maupun luar negeri.

"Kami di Kalangan dunia usaha Indonesia dalam hal ini KADIN Indonesia menyambut baik inisiatif dunia usaha seperti Yayasan Toyota Astra ini dan SMK Pilot ini untuk mewujudkan program nyata dalam peningkatan kualitas SDM kita," ujar Anton seusai acara Penandatanganan MoU Kadin Indonesia dan YTA di Kantor Kadin, Jakarta, Rabu (6/12/2017).

Berdasarkan data dari BPS menunjukan bahwa saat ini ada hampir dari 7 juta angkatan kerja yang belum mempunyai pekerjaan, sementara di saat yang sama dunia usaha mengalami kesulitan untuk merekrut tenaga kerja terampil yang sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan dan siap pakai.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, dengan program kerja sama pendidikan vokasi dan melalui skema yang dibuat diharapkan akan membuat pasar tenaga kerja di Indonesia bisa bertumbuh dan akan memperkecil kesenjangan mis-match tersebut.

Sementara itu, Ketua YTA, Mintarjo Darmali memaparkan bahwa program ini adalah metode yang digagas Yayasan Toyota dan Astra untuk memperkecil gap atau jurang antara kompetensi dan mentalitas lulusan sekolah menengah kejuruan dengan kompetensi dan mentalitas yang dibutuhkan dan dituntut oleh dunia industri.

"Semoga melalui kemitraan yang baik dan berkesinambungan ini, dunia usaha dapat turut  berperan serta dalam membangun kompetensi tenaga kerja Indonesia sehingga kedepannya Indonesia dikenal sebagai bangsa yang memiliki kapabilitas keterampilan yang sangat baik di dunia," Kata Mintarjo.

Menurutnya, tenaga kerja terampil dan kompeten akan mampu mendorong produktivitas dan pada akhirnya meningkatkan daya saing industri yang ada.

Setelah Penandatanganan ini, rencananya akan diikuti dengan pembentukan Tim Teknis Pelaksanaan & Pemantapan Program yang anggotanya akan terdiri dari Unsur Dunia Pendidikan termasuk pemerintah dan Dunia Industri.

Lebih lanjut, Mintarjo menyampaikan bahwa uji coba itu akan dimulai pada tahun ajaran 2018/2019. Selama berlangsungnya uji-coba itu, YTA akan melakukan pemantauan dan evaluasi program ini secara ketat dan melakukan perubahan dan penyempurnaan yang diperlukan sesuai prinsip “kaizen".

"Di akhir periode uji coba, diharapkan metode ini sudah menemukan bentuknya sehingga bisa diaplikasikan secara lebih luas pada sekolah-sekolah menengah kejuruan lain yang berminat dan mau mengaplikasikannya," tutupnya.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

LOreal Professionnel Persiapkan 55 Backstage Hairstylist Menuju JFW 2019

Minggu, 21 Oktober 2018 - 14:30 WIB

LOreal Professionnel Persiapkan 55 Backstage Hairstylist Menuju JFW 2019

LOral Professionnel kembali majukan talenta hairdresser lokal terbaik untuk berkontribusi dalam perhelatan Jakarta Fashion Week (JFW) 2019 pada 20-26 Oktober 2018 mendatang.

Penggagas Program LUAS IndoRunners Holil Soekawan saat menyerahkan secara simbolis total Kilometer pelari kepada Ketua Pelaksana Harian Artha Graha Peduli Heka Hertanto (Foto: Herlambang/Industry.co.id)

Minggu, 21 Oktober 2018 - 14:25 WIB

AGP Ganti Setiap Kilometer Pelari IndoRunner Dalam Bentuk Bantuan untuk Korban Gempa Palu

Bentuk kepedulian bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya seperti yang dilakukan Artha Graha Peduli (AGP) yang bekerjasama dengan program LUAS (Lari Untuk Amal Sosial) IndoRunners.…

TAUZIA Hotels (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 21 Oktober 2018 - 13:40 WIB

TAUZIA Move Awards 2018, Penghargaan Diberikan Rayakan Para Karyawan - Kreativitas

Even perdana TAUZIA Move Awards - kompetisi tarian para karyawan dari jaringan hotel TAUZIA, baru saja digelar di Jumat 12 Oktober 2018 di hadapan seluruh General Managers, Hotel Managers maupun…

Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga

Minggu, 21 Oktober 2018 - 11:35 WIB

Puspayoga Ajak Masyarakat Gunakan Alat Musik Lokal Kualitas Ekspor

Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga mengajak masyarakat dan para pecinta musik untuk berbelanja alat musik buatan para produsen lokal di Ajang Smesco Music Expo 2018 yang digelar di Gedung Smesco…

Ilustrasi Foto Wecash, Fintech Asal China

Minggu, 21 Oktober 2018 - 11:00 WIB

Dari 150 Ribu Fintech Lending, 20 Persen Berasal dari Asing

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut dari 150 ribu finansial teknologi khususnya peer to peer lending sekitar 20 persennya berasal dari luar negeri.