PLN Tunda Pembangunan PLTU di Tarakan Kaltara

Oleh : Ridwan | Selasa, 05 Desember 2017 - 12:50 WIB

Ilustrasi PLTU. (Foto: IST)
Ilustrasi PLTU. (Foto: IST)

INDUSTRY.co.id - Tarakan- PT PLN (Persero) menunda pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, karena belum dimasukkan dalam skala prioritas.

General Manager PT PLN (Persero) Wilayah Kaltim-Kaltara Riza Novianto Gustam di Samarinda melalui pesan tertulis yang diterima di Tarakan, Senin (4/12/2017)  menyatakan, pembangunan PLTU ditunda karena beban puncak daya di Kota Tarakan hanya 39,3 megawatt (MW).

Kebutuhan daya sebesar itu, kata dia dapat dicukupi dengan mesin diesel yang dimiliki saat ini sehingga rencana pembangunan PLTU ditunda. Hal ini juga berkaitan pembangunan PLTU di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, yang sedang berproses.

Kemudian, rencana pembangunan PLTMG di Tanjung Selor sebesar 15 MW juga menjadi alasan penundaan pembangunan PLTU di Kota Tarakan, ujar dia.

Menyangkut wacana penyambungan kabel transmisi bawah laut dari Kaltim menuju Kota Tarakan, Riza Novianto mengatakan, masih dalam tahap uji feasibility study (FS) atau uji kelayakan.

Riza menegaskan, pengerjaan penyambungan jaringan dari Kaltim ke wilayah Kaltara telah dimulai sehingga ditargetkan tersambung seluruhnya pada 2020. Bersamaan dengan rampungnya pembangunan PLTG di Kecamatan Seimenggaris Kabupaten Nunukan.

Jadi, kata dia, penundaan pembangunan PLTU di Kota Tarakan sangat beralasan sehubungan dengan dimulainya sejumlah pembangunan pembangkit di daerah Kaltara dan penyambungan kabel dari wilayah Kaltim. (Ant)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

BRI Syariah

Senin, 15 Oktober 2018 - 21:37 WIB

Produk Halal BRIsyariah Sukses Gaet Milenial Jogja

INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Jogja Halal Fest 2018 yang digelar di Yogyakarta pada tanggal 11 sd 14 Oktober lalu, menjadi bukti besarnya animo masyarakat terhadap produk…

Japan Airlines (JAL) (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 15 Oktober 2018 - 21:00 WIB

Japan Airlines Beroperasi di Terminal 3 Bandara Soetta

Japan Airlines (JAL) beroperasi di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta mulai 26 Oktober 2018 mendatang.

Christine Lagarde Terkesan dengan Paviliun Indonesia (Foto Humas BUMN)

Senin, 15 Oktober 2018 - 20:45 WIB

Indonesia Pavilion Pukau Ribuan Peserta Annual Meeting IMF-WB 2018

Kehadiran Indonesia Pavilion sebagai wajah pembangunan dan budaya Indonesia yang digagas oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sejak 8 Oktober - 14 Oktober 2018, mendapat banyak perhatian…

Rupiah (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 15 Oktober 2018 - 20:15 WIB

Pemerintah Usulkan Asumsi Rupiah 2019 Rp15.000

Pemerintah mengusulkan perubahan asumsi nilai tukar rupiah dalam RAPBN 2019 menjadi Rp15.000 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.500 per dolar AS.

Board Member of Sinar Mas Franky O. Widjaja (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 15 Oktober 2018 - 20:00 WIB

Eka Tjipta Foundation Galang Restorasi Bagi Korban Bencana Alam

Di usianya yang menginjak tahun ke-80, Sinar Mas berupaya untuk tak hanya tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan bersama masyarakat, tapi juga peduli serta berbagi dengan sekitar.