Ekspansi, Blibli dan Gojek Akuisisi Startup Luar Negeri

Oleh : Ahmad Fadli | Selasa, 05 Desember 2017 - 10:48 WIB

Gojek Gandeng Tiga Bank Nasional Perluas Akses Layanan Bagi Mitra
Gojek Gandeng Tiga Bank Nasional Perluas Akses Layanan Bagi Mitra

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Usaha rintisan (startup) lokal yang masuk kategori kelas kakap atau biasa disebut unicorn tampaknya mulai mengepakkan sayap bisnisnya hingga pasar global. Salah satu cara yang terbilang ampuh di jagat start up ini adalah lewat aksi akuisisi bisnis.

Seperti yang dilakukan GDP Ventures yang terus saja membenamkan modal di sejumlah usaha rintisan. Kali ini, lewat Blibli.com, perusahaan tersebut kembali melakukan akuisisi di usaha rintisan wisata.

Rupanya, Blibli mengakuisisi perusahan biro wisata online yakni Indonesian Flight lewat Tiket.com. "Blibli.com mengakuisisi Indonesia Flight melalui Tiket.com. Tidak lama setelah akuisisi Tiket.com. Besaran akuisisinya tidak bisa kami sebutkan," ujar CEO Blibli Kusumo Martanto, Senin (4/12/2017).

Blibli sendiri mengakuisi Tiket.com pada pertengahan tahun ini. Sehingga aksi tersebut merupakan sinyal bahwa salah satu lini bisnis GDP Ventures ini sudah semakin siap masuk ke bisnis wisata online yang kian marak.

Kusumo mengakui langkah ekspansi ini diambil guna menunjukkan keseriusan Blibli pada sektor onlint travel agency alias OTA. Selain itu, Indonesia Flight sudah menjadi salah satu mitra bisnis dari Tiket.com sejak empat tahun yang lalu.

Meski sudah menjadi bagian dari Tiket.com, Blibli bakal membiarkan manajemen dari Indonesian Flight untuk berjalan seperti biasa. Tapi yang berbeda kali ini adalah adanya bantuan dari Tiket.com. Begitu pula sebaliknya manajemen Tiket.com juga akan mendapat sokongan dari Indonesian Flight.

Tak ketinggalan, Blibli sendiri, kata Kusumo bakal membantu kedua perusahaan agar terus bisa berkembang. Sayang, Kusumo tidak merinci bentuk bantuan yang bakal diberikan oleh Blibli. Apakah dalam bentuk suntikan dana atau hal yang lainnya. "Yang jelas, kami dukung untuk bisa tumbuh lebih pesat," timpalnya.

Asal tahu saja Indonesia Flight sendiri merupakan salah satu start up pertama di tanah air yang menghadirkan layanan pembelian tiket pesawat lewat aplikasi mobile sejak tahun 2012.

Menurut Gaery Undarsa, Chief Communication Officer dan Co Founder Tiket.com, perusahaannya, yakni Tiket.com menjadi sister company dari Indonesia Flight. Adapun untuk target bisnis dengan bergabungnya perusahaan itu ke Tiket.com, ia belum bisa berkomentar banyak. "Ini masih dalam tahap pembahasan dengan grup," katanya..

Selain GDP Ventures, perusahaan start up kakap lain, yakni Go-Jek Indonesia juga tak mau ketinggalan melakukan ekspansi bisnis. Seperti dilansir dari Deal Street Asia, perusahaan transportasi online tersebut membeli saham minoritas di aplikasi transportasi berbasis dua roda di Bangladesh yakni Pathao.

Sejatinya, antara Go-Jek dan Pathao sudah melakukan pembicaraan beberapa minggu ini untuk bisa merealisasikan investasi tersebut. Gojek sendiri setuju untuk menyuntik modal sebesar US$ 2 juta ke Pathao dalam bentuk pendanaan Series A.

Tujuan dari ekspansi ini bisa ditebak. Go-Jek rupanya ingin membuat replika bisnis Go-Jek Indonesia ke Bangladesh. Maklum, suasana negara tersebut rada mirip dengan Indonesia, yakni di sejumlah kota kerap terjadi kemacetan yang jadi celah bisnis bagi Go-Jek Indonesia.

Dengan memasuki pasar Bangladesh, Go-Jek secara perlahan bisa mengoptimalkan fitur-fitur yang sudah beroperasi di Indonesia. Seperti mulai dari transportasi online, pengiriman barang, makanan dan tentu hingga sistem pembayaran secara online

Komentar Berita

Industri Hari Ini

WK Migas

Selasa, 17 Juli 2018 - 15:58 WIB

Kementerian ESDM Tandatangani 3 Kontrak Gross Split Hasil Penawaran Wilayah Kerja Migas 2018

Kementerian Energi dan Sumber dan Sumber Daya Mineral kembali melakukan penandatanganan kontrak bagi hasil Gross Split hasil penawaran Wilayah Kerja (WK) Migas tahun 2018 yang dilaksanakan di…

Menhub Budi Karya Sumadi

Selasa, 17 Juli 2018 - 15:40 WIB

Menhub: Biaya Perbaikan Jalan Capai Rp 43 Triliun Pertahun

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, saat ini masih banyak truk kelebihan muatan dan ukuran beroperasi di jalanan sehingga menyebabkan jalan rusak.

Memasuki era revolusi industry 4.0 hampir segala sektor terdigitalisasi. Hal itu pula yang melatarbelakangi platform GazEgaz.com

Selasa, 17 Juli 2018 - 15:20 WIB

GazEgaz Hadir Sebagai Platform Industri Energi dan Pertambangan

Memasuki era revolusi industry 4.0 hampir segala sektor terdigitalisasi. Hal itu pula yang melatarbelakangi platform GazEgaz.com

BNI Syariah. (Foto: IST)

Selasa, 17 Juli 2018 - 14:44 WIB

Milad 8 BNI Syariah Luncurkan Hasanah Digiverse

INDUSTRY.co.id - Jakarta-Sebagai wujud syukur atas usia kedelapan yang jatuh pada tanggal 19 Juni, BNI Syariah merayakan puncak milad dengan tema The Future Transformation yang dihadiri Kepala…

The Tolpuddle Martyrs Museum, Dorset (Foto: wilton.focus-school.com)

Selasa, 17 Juli 2018 - 14:30 WIB

Yuk! Mengenal Sejarah dan Politik di Tiga Museum Ini

Selain berkunjung ke berbagai destinasi alam di berbagai negara, museum juga sebagai salah satu wisata yang dapat menambah wawasan kamu jika berkunjung ke berbagai negara di dunia. Kamu bisa…