Hari ini, IHSG Diprediksi Bakal Tembus Titik Resistensi di Posisi 6.022-6.046

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 05 Desember 2017 - 08:46 WIB

PT.Bumi Serpong Damai Tbk. (PTBSD)
PT.Bumi Serpong Damai Tbk. (PTBSD)

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan bakal bergerak naik ke titik resistensi di kisaran 6.022-6.046 pada perdagangan hari ini setelah kemarin ditutup naik 0,77% atau 46 poin ke posisi 5.998.

“Secara teknikal, IHSG saat ini memiliki titik support pertama dan kedua masing-masing di posisi 5.984-5.971 dan bersiap-siap untuk menembus titik resistensi pertama dan kedua di level 6.022-6.046,” ungkap Reza Priyambada, analis PT Binaartha Securities, di Jakarta, Selasa (05/12/2017).

Reza mengemukakan, pola dead cross di area positif sudah terlihat saat ini di indikator harian MACD. Sedangkan indeks stochastic dan RSI berada di posisi netral.

“Sementara itu kemunculan pola bullish homing pigeon candlestick menunjukkan adanya potensi berlanjutnya kenaikan pergerakan IHSG,” tukas Reza.

Reza menuturkan, adanya peluang pergerakan naik IHSG pada perdagangan hari ini dapat dimanfaatkan oleh para pelaku pasar untuk mencermati beberapa saham pilihan.

Adapun saham-saham yang perlu dicermati adalah PT Astra International Tbk (ASII), PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Indosat Ooredo Tbk (ISAT) dan saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR).

Pendapat serupa juga ditegaskan oleh Yuganur Wijanarko, analis PT KGI Sekuritas Indonesia, Yuganur berpendapat IHSG pada perdagangan hari ini diperkirakan bakal bergerak di atas level resistensi psikologis 6.000 setelah kemarin mampu mengalami kenaikan dan berada di teritori positif.

“Aksi jual yang dilakukan oleh sebagian pelaku pasar tampaknya mulai pudar sehingga mereka kini berpotensi untuk mengakumulasi saham-saham berkapitalisasi besar dan saham-saham lapis kedua pilihan,” papar Yuganur.

Menurut Yuganur, kondisi tersebut diperkirakan dapat membawa IHSG terus beranjak naik ke titik resistensi berikutnya di ksiaran 6.100-6.175.

Dengan mempertimbangkan kondisi pergerakan IHSG tersebut, maka Yuganur merekomendasikan BELI terhadap saham-saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Astra International Tbk (ASII), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) dan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA). (Abraham Sihombing)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

GIIAS Medan 2018 (Foto Dok Industry.co.id)

Kamis, 18 Oktober 2018 - 20:45 WIB

Rangkaian GIIAS Roadshow 2018 Ditutup Pesta Harga Akhir Tahun di GIIAS Medan Auto Show

Menghitung mundur kurang dari dua minggu menuju penyelenggaraan rangkaian pameran mobil GAIKINDO Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) 2018 yang akan kembali dilangsungkan di Medan. Kembali…

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong

Kamis, 18 Oktober 2018 - 20:00 WIB

Industri Pariwisata Menunggu Kehadiran Investor Arab Saudi

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong menyatakan pemerintah Indonesia akan menawarkan peluang investasi sektor pariwisata dan gaya hidup (lifestyle) dalam konferensi…

Menteri Basuki saat meninjau lokasi pembangunan Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA)

Kamis, 18 Oktober 2018 - 19:29 WIB

Penyaluran Bantuan Rumah Risha Disalurkan Lewat Pokmas Untuk Jamin Akuntabilitas

Untuk mempercepat penyaluran bantuan, Pemerintah telah menyederhanakan format pencairan dana perbaikan rumah dari sebelumnya 17 formulir menjadi 1 formulir saja.

Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih berfoto bersama dengan para peserta pameranpada peringatan Hari Kopi Internasional di Makassar (Foto: Kemenperin)

Kamis, 18 Oktober 2018 - 19:22 WIB

Pacu Pertumbuhan IKM Pengolahan Kopi, Inilah Langkah Strategis Kemenperin

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong pertumbuhan industri pengolahan kopi di dalam negeri termasuk skala industri kecil dan menengah (IKM).

Dean Novel

Kamis, 18 Oktober 2018 - 19:02 WIB

Kisah Petani Jagung Berdasi (2): Memilih NTB Ketimbang Jawa

Dean betah berladang di NTB karena menurutnya petani di Lombok masih haus dengan inovasi. Masih mendengar jika diberi penyuluhan, masih penasaran dengan ilmu-ilmu baru dalam pertanian.