Holding BUMN Tambang Harus Kuasai Sumber Daya Minerba

Oleh : Herry Barus | Selasa, 05 Desember 2017 - 06:38 WIB

Ilustrasi situasi tambang bawah tanah (Foto Ist)
Ilustrasi situasi tambang bawah tanah (Foto Ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta– Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah, namun peran Negara melalui BUMN dalam pengelolaannya masih sangat kecil. Khususnya untuk komoditas bauksit, emas, nikel, batubara, dan timah, peran BUMN saat ini hanya berkisar 7% - 20% sehingga potensi untuk meningkatkan penguasaan sumber daya mineral dan batubara masih sangat besar.

Kehadiran Holding BUMN Industri Pertambangan yang baru terbentuk pekan lalu diharapkan menjadi jawaban atas masalah-masalah di atas. Sesuai salah satu tujuannya, holding tambang tersebut akan melakukan pengelolaan sumber daya alam mineral dan batubara secara optimal sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia sesuai dengan Pasal 33 UUD 1945.

Untuk bijih bauksit, BUMN Pertambangan hanya menguasai 13% sisanya 87% dikuasai perusahaan swasta atau asing. Sementara bijih nikel, hanya 20%, timah sebesar 20%, dan batubara 7%.

“Melihat angka-angka ini rasanya kok miris. Masak negara hanya menguasai sedikit saja (potensi minerba). Makanya kehadiran holding BUMN Industri Pertambangan ini diharapkan dapat mengubah angka-angka tersebut. Penguasaan terhadap sumber daya alam kita meningkat sehingga banyak memberikan manfaat untuk negara dan masyarakat,” jelas Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno, di Jakarta, Senin (4/12/2017).

Hilirisasi dalam jangka menengah yang akan dilakukan holding di antaranya membangun pabrik smelter grade Alumina di Mempawah Kalimantan Barat dengan kapasitas sampai dengan 2 juta ton per tahun, smelter tembaga di NTB berkapasitas 2 juta ton per tahun, smelter logam mulia di Papua dengan kapasitas 6 ribu ton per tahun, dan pabrik fero nikel di Buli, Halmahera Timur berkapasitas 13.500 ton per tahun. Selain itu juga pembangunan PLTU Mulut Tambang Inalum berkapasitas 2x300MW di Tanjung Enim, PLTU Mempawah berkapasitas 75MW, dan PLTU/PLTG Halmahera Timur berkapasitas 80MW.

“Melalui sinergi, pengelolaan bersama supporting unit seperti investasi strategy, eksplorasi dan R&D dapat menjadi lebih terarah dan efisien. Pembentukan trading arm bersama diharapkan dapat meningkatkan market power. Dengan begitu, tekad holding untuk masuk sebagai salah satu perusahaan hebat dalam Fortune Global 500 bisa tercapai,” lanjut Harry.

Pada 2025, holding ini diprediksi mencetak revenue minimal US$22 miliar. Untuk mendukung langkah tersebut, holding kini sedang menyatukan visi, bersinergi menciptakan efisiensi, melakukan diversifikasi produk, menghitung skala bisnis, dan peningkatan kualitas SDM.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi Gula Rafinasi (ist)

Rabu, 16 Januari 2019 - 06:00 WIB

Kemenperin: Kebutuhan GKR untuk Industri Naik 6 Persen per Tahun

Kementerian Perindustrian memproyeksi kebutuhan gula kristal rafinasi (GKR) untuk sektor industri makanan dan minuman serta industri farmasi naik sebesar 5-6 persen per tahun.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja (Foto Ist)

Rabu, 16 Januari 2019 - 05:30 WIB

BCA Pastikan Akuisisi Bank Kecil Selesai Tahun Ini

PT Bank Central Asia Tbk memastikan proses akuisisi bank umum kegiatan usaha I (BUKU I) atau bank bermodal di bawah Rp1 triliun akan selesai pada tahun ini, setelah rencana tersebut tak kunjung…

Garuda Indonesia Vintage Flight Experience (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 16 Januari 2019 - 05:00 WIB

Garuda Sudah Turunkan Tarif di Sejumlah Rute

PT Garuda Indonesia sudah menurunkan tarif penerbangan di sejumlah rute menyusul hasil konsolidasi Kementerian Perhubungan dan Asosiasi Perusahaan Penerbangan Indonesia (Inaca) soal lonjakan…

The Parc Apartement tawarkan konsep coliving bagi kaum milenial, Foto : INDUSTRY.co.id

Selasa, 15 Januari 2019 - 21:59 WIB

Ini Strategi Bisnis Pengembang South City di Tahun Politik

Mengawali tahun 2019 dan dalam momentum tahun politik PT Setiawan Dwi Tunggal terus optimis dalam mengembangkan bisnis korporasinya, yaitu melalui proyek apartemen di South City Cinere. Lantas…

PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) (Foto Ist)

Selasa, 15 Januari 2019 - 21:00 WIB

Krakatau Steel Jalankan Dua Proyek Besar Tahun ini

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk akan menjalankan dua proyek strategis tahun ini. Proyek ini bertujuan untuk melakukan ekspansi kapasitas di bagian hilir dan menurunkan biaya produksi di bagian…