Ini Dia Tiga Tugas Besar Holding BUMN Industri Pertambangan

Oleh : Herry Barus | Sabtu, 02 Desember 2017 - 19:20 WIB

Ilustrasi Tambang Batu Bara PT Bukit Asam Tbk
Ilustrasi Tambang Batu Bara PT Bukit Asam Tbk

INDUSTRY.co.id - Jakarta– Holding BUMN Industri Pertambangan baru terbentuk pekan lalu. Holding yang digawangi PT Inalum (Persero) sebagai induk perusahaan tersebut beranggotakan PT Aneka Tambang Tbk, PT Timah Tbk, dan PT Bukit Asam Tbk.

Menurut Pengamat Energi dan Migas UGM, Fahmy Radhi, ada sederet pekerjaan rumah besar yang  harus dilakukan holding dalam jangka pendek. Apa saja itu?

Pertama, harus menyelesaikan integrasi internal di antara ketiga BUMN Tambang. Itu merupakan tahapan sulit yang harus dilalui. Kedua, restruktirisasi keuangan holding harus segera dilakukan. Apalagi ketiga BUMN tambang sudah go public, sehingga perlu dihitung ulang struktur modal perusahaan holding tambang,” jelasnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu (2/12/2017).

Sementara yang Ketiga adalah persiapan divestasi 51% saham Freeport, yang selama ini menjadi salah satu tujuan pembentukan holding BUMN Industri Pertambangan.

“Setelah restrukturisasi keuangan selesai, holding tambang harus mempersiapkan diri untuk divestasi 51% saham Freeport. Harus ditetapkan sumber dana internal dan eksternal untuk divestasi saham Freeport,” lanjut mantan anggota Tim Reformasi Tata Kelola Migas tersebut.

Saat ditanya apa pandangannya terhadap kehadiran holding BUMN Industri Pertambangan, Fahmy menyebutnya sebagai keniscayaan yang harus dilakukan.

“Holding tambang merupakan keniscayaan yang harus dilakukakan. Selain untuk memperkuat holding tambang dalam bersaing di pasar global, holding dibutuhkan untuk melakukan divestasi 51% saham Freeport,” tegasnya.

Namun, ia mengingatkan supaya proses pembentukan holding harus dilakukan dengan benar. Jangan sampai penunjukan Inalum sebagai induk perusahaan holding menimbulkan resistensi pada tiga perusahaan tambang karena jika itu terjadi bisa berakibat pada terhambatnya proses integrasi holding tambang.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

HARRIS Hotels Merayakan Hari Kesehatan Nasional 2018 Menyediakan Healthy Corner

Senin, 12 November 2018 - 20:15 WIB

HARRIS Hotels Merayakan Hari Kesehatan Nasional 2018 Menyediakan Healthy Corner

HARRIS Hotels mengadakan program Healthy Corner di semua hotel di dalam jaringannya yang kini berjumlah 23 hotel di seluruh pelosok Indonesia dengan tujuan untuk memberikan inspirasi kepada…

GE

Senin, 12 November 2018 - 19:54 WIB

GE Healthcare Resmikan Pemasangan 1000 CT Scan di Kawasan Asia Tenggara

GE Healthcare, penyedia teknologi dan solusi kesehatan, terus berkomitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia.

Menteri BUMN Rini Soemarno (Foto Humas BUN))

Senin, 12 November 2018 - 19:51 WIB

Tol Ngawi-Kertosono Bisa Dilalui Januari 2019

PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK), anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk yang mengelola tol Ngawi-Kertosono menyatakan tol seksi 3 Wilangan-Kertosono akan beroperasi pada awal 2019.…

IHSG (Foto/Rizki Meirino)

Senin, 12 November 2018 - 19:45 WIB

Urban Jakarta IPO di Kisaran Rp1.000-Rp1.250

PT Urban Jakarta Propertindo Tbk akan melepas sebagian sahamnya ke publik melalui skema penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) di kisaran harga Rp1.000-Rp1.250 per saham.

Pengunjung mengamati papan elektronik yang memperlihatkan pergerakan IHSG di gedung BEI (Foto Rizki Meirino)

Senin, 12 November 2018 - 19:40 WIB

BEI: Penghitungan Free Float Praktik Umum Bursa Dunia

Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai bahwa metode penghitungan terhadap kelompok saham atau indeks dengan memasukan rasio "free float" merupakan praktik umum di bursa dunia.