Korea Tertarik Kembangkan Pesawat R80 Karya Habibie

Oleh : Ahmad Fadli | Senin, 27 November 2017 - 11:20 WIB

Replika Pesawat R80
Replika Pesawat R80

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Proyek pengembangan pesawat turboprop R80 rancangan Presiden Ketiga RI BJ Habibie segera mendapat pembiayaan dari perusahaan asal Korea Selatan, D-Raon Engineering, melalui skema Pembiayaan Infrastruktur Non-APBN (PINA).

Presiden Direktur PT Regio Aviasi Industri (RAI) Agung Nugroho mengatakan pengembangan pesawat R80 yang masuk dalam salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN), ini membutuhkan total dana sebesar USD 1,6 miliar. Meski demikian, pihaknya belum mengetahui nilai investasi dari kerja sama ini karena harus melalui tahap uji tuntas (due diligence) selama tiga bulan.

"Soal besar investasinya, ini masih penjajakan. Kalau PINA fasilitasi, memang pasti diawali dengan proses due diligence. Untuk tentukan nilainya, investor perlu uji tuntas," kata Agung di Kantor PT RAI, akhir pekan lalu.

Dia menjelaskan, kebutuhan dana USD 1,6 miliar ini akan digunakan untuk detil desain pesawat, pembuatan manufaktur prototipe, pembelian barang komponen dari vendor dan supply chain Indonesia, biaya dan peralatan sertifikasi, peralatan desain, biaya operasi dan pengembangan pesawat.

CEO PINA Ekoputro Adijayanto menambahkan, proyek ini tidak menggunakan dana APBN sama sekali, melainkan dari swasta melalui PINA dan pembiayaan publik crowd funding yang saat ini sudah mencapai Rp 6 miliar.

"Peran APBN tidak ada, jadi kami optimalkan dana dari luar negeri dan dalam negeri. Kita jajaki dari masyarakat juga kecil-kecil. Sekarang dari publik Rp6 miliar," jelasnya.

Sementara itu, Chairman D-Raon Engineering C.S Lee mengatakan pihaknya tertarik untuk berinvestasi pada pesawat terbang rancangan Indonesia, terutama pesawat R80 bermesin twin-turboprop yang dinilai mampu menyaingi Boeing ATR-72.

"Kami tertarik dengan proyek pembuatan pesawat ini, terutama pada model R80. Kami sangat yakin proyek ini akan sangat menguntungkan tidak hanya bagi Indonesia tetapi juga dunia," ujar Lee.

Keunggulan pesawat R80 dari pesaing terdekatnya, yaitu ATR-72 yang digunakan Garuda Indonesia, antara lain lebih efisien, nyaman dan ekonomis terutama untuk jarak dekat dengan jarak tempuh 400-800 nautical mile atau sekitar 1.400-1.500 kilometer.

Pesawat ini juga dinilai cocok untuk penerbangan domestik antarpulau di Indonesia dan tidak membutuhkan landasan yang terlalu panjang sehingga bisa mendarat di bandara kecil.

Ada pun pada tahap pertama, pesawat R80 dengan kapasitas 80 penumpang, ini akan dibangun sebanyak 450 unit, 155 unit pesawat di antaranya sudah dipesan oleh sejumlah maskapai nasional, yakni dari NAM Air, Kalstar, Trigana Air dan Aviastar.

Di mana pesanan tersebut terdiri dari NAM Air sebanyak 100 unit, Kalstar 25 unit, Trigana Air 20 unit dan Aviastar 10 unit. Harga per unit pesawat sebesar USD 25 juta

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Pelabuhan Peti Kemas (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 18 Februari 2019 - 04:30 WIB

Dukung Industri Logistik, Pelindo 1 Selesaikan Pengembangan Pelabuhan Sibolga

PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 telah merampungkan pengembangan Pelabuhan Sibolga, Sumatera Utara, yang menjadi salah satu program pemerintah untuk meningkatkan kinerja pelayanan…

Petani desa di tengah sawah (Foto: Dok Industry.co.id)

Senin, 18 Februari 2019 - 04:00 WIB

Industri 4.0 Belum Bela Hak Petani Jamin Harga Pangan Terjangkau

Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menegaskan bahwa saat ini pemerintah Indonesia masih belum bisa membela hak-hak petani dan menjamin harga pangan yang terjangkau.

Menperin airlangga bersama presiden jokowi di acara roadmap industri 4.0

Minggu, 17 Februari 2019 - 20:26 WIB

Dana Riset Dinilai Belum Khusus untuk Industri 4.0

Dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) Suhono Harso Supangkat mengatakan, dana riset dan pengembangan dari pemerintah belum khusus untuk revolusi industri ke-empat.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Foto: Kemenperin)

Minggu, 17 Februari 2019 - 18:40 WIB

Pacu Pertumbuhan Ekonomi 2020-2040, Ini Langkah Strategis Kemenperin

Pemerintah menyiapkan langkah strategis perekonomian 2020-2024 yang dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui sektor manufaktur.

Event Dine & Design di HighPoint Center Pondok Indah

Minggu, 17 Februari 2019 - 17:20 WIB

HighPoint Luncurkan Seri Terbaru dari furniture CASE

Membawa tema Furnish Your Dreams, HighPoint memperkenalkan banyak koleksi terbaru dari seri furniture CASE diantaranya yaitu seri American Classic melalui event Dine & Design di HighPoint Center…