Pemkot Badung Bidik Wisatawan Amerika-India Kunjungi Bali

Oleh : Chodijah Febriyani | Senin, 27 November 2017 - 09:12 WIB

Kunjungan Wisman ke Bali (Foto ist)
Kunjungan Wisman ke Bali (Foto ist)

INDUSTRY.co.id - Mangupura- Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, Bali, membidik wisatawan asal Amerika Serikat dan India untuk datang ke Pulau Bali, karena dua negara ini memiliki kemampuan belanja cukup tinggi setiap kali kunjungan wisata.

"Kami menyasar wisatawan Amerika dan India, karena kemampuan belanja mereka tinggi di atas 1.600 dolar AS per kunjungan," kata Kadisparda Badung, Made Badra, di Mangupura, akhir pekan lalu.

Ia mengatakan, wisatawan dari dua negara itu biasanya datang ke Bali melakukan aktivitas "meeting, incentive, convention, and exhibition" (MICE), menikmati kegiatan spa dan pernikahan (wedding).

Badra yang juga mantan Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Badung ini mengatakan, kedua negara ini juga telah diberikan rilis tentang kondisi aktivitas Gunung Agung di Bali yang masih aman untuk dikunjungi.

"Kami juga sudah menyampaikan rilis ke negara-negara asal wisatawan ini agar tidak khawatir datang ke Bali," ujarnya.

Pihaknya optimistis tidak ada pembatalan (cancelation) yang dilakukan wisatawan mancanegara yang ingin berlibur ke Bali umumnya dan Badung khususnya, karena mereka sudah memahami apa yang telah diinformasikan.

"Wistawan sudah memahami bahwa Gunung Agung tidak berdampak buruk terhadap objek-objek wisata khususnya di Kabupaten Badung," ujarnya seperti dilansir Antara.

Ia menerangkan, terkait kunjungan wisatawan mancanegara dalam kurun waktu tiga bulan terakhir Tahun 2017 menunjukkan tren penurunan.

Menurut data yang diperoleh, puncak kunjungan wisatawan mancanegara ke Badung terjadi pada Agustus 2017, sebanyak 587.333 orang wisman. Pada September 2017, menurun menjadi 537.454 orang dan pada Oktober 2017 hanya 450.160 orang.

"Tren penurunan kunjungan wisatawan saat ini karena adanya aktivitas vulkanik Gunung Agung," ujarnya.

Badra mengatakan, hal serupa juga terjadi pada September 2016, kunjungan wisawan mancanegara ke Badung hanya 431.107 orang, Oktober 2016 (turun menjadi 397.413 orang), November 2016 (turun menjadi 369.601 orang) dan Desember 2016 411.177 orang.

"Namun, penurunan kunjungan wisatawan Tahun 2016 ini, dipastikan bukan karena Gunung Agung tetapi karena bulan-bulan tersebut masuk law season," katanya.

Pihaknya tetap optimistis, target kunjungan wisman Tahun 2017 mencapai 5,85 juta orang dapat tercapai. "Kalau kami akumulasikan, jumlah wisman Januari hingga Oktober 2017 sudah mencapai 4,9 juta orang," kata Badra

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Rizieq Shihab Imam Besar Front Pembela Islam (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 21 Februari 2018 - 08:16 WIB

Habib Rizieq Tunda Kepulangan ke Indonesia

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq menunda kepulangannya ke tanah air. Penundaannya tersebut sesuai dengan hasil sholat istikhoroh.

Gubernur Jambi Zumi Zola (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 21 Februari 2018 - 08:14 WIB

Zumi Zola Tegaskan Pilkada di Jambi Harus Sesuai Aturan

Gubernur Jambi Zumi Zola mengatakan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak di tiga daerah di Provinsi Jambi harus terlaksana dengan baik tanpa melanggar hukum dan sesuai aturan yang berlaku.

Mustafa Bupati Lampung Tengah (Foto Dok Radar)

Rabu, 21 Februari 2018 - 08:11 WIB

Partai Nasdem Tetap Dukung Mustafa Sebagai Cagub Lampung

Partai NasDem tetap mendukung Mustafa sebagai calon gubernur Provinsi Lampung, meskipun telah ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka dalam perkara suap atau gratifikasi.

Mentan Andi Amran Sulaiman (Dok Industry.co.id)

Rabu, 21 Februari 2018 - 08:02 WIB

Mentan Andi Minta Anggaran Fokus ke Sektor Produksi Pertanian

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman membuka secara resmi Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan Pembangunan Pertanian Tahun 2019 yang dihadiri oleh Sekretaris Dinas Lingkup Pertanian Provinsi…

Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto (Foto: Ist)

Rabu, 21 Februari 2018 - 07:55 WIB

Prabowo-Jokowi Beda Flatform Tidak Dapat Disandingkan

Hasil lembaga survei yang melakukan survei dengan menyandingkan Prabowo Subianto sebagai pasangan Joko Widodo, Fadli Zon segera membantahnya.