Aspek Halal Jadi Perhatian Khusus di Wisata Danau Toba

Oleh : Chodijah Febriyani | Senin, 27 November 2017 - 03:00 WIB

Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba (KKPDT) 2017 (Foto:facebook.com/kemenpar)
Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba (KKPDT) 2017 (Foto:facebook.com/kemenpar)

INDUSTRY.co.id - Medan- Kementerian Pariwisata menekankan pentingnya wisata halal di kawasan Danau Toba untuk mendukung kenyamanan bagi wisatawan muslim yang berkunjung ke daerah itu.

Menteri Pariwisata Arief Yahya di Medan, Minggu (26/11/2017)  mengatakan aspek kehalalan tersebut telah menjadi perhatian dalam kepariwisataan di Danau Toba.

Apalagi mayoritas wisatawan mamcanegara yang sering berkunjung ke Danau Toba berasal dari Malaysia yang umumnya beragama Islam.

"Jadi, sekitar 42 persen wisatawan ke Danau Toba itu dari Malaysia," katanya.

Menurut Arief Yahya, penekanan mengenai pentingnya wisata halal di Danau Toba tersebut sudah dilakukan dan disikap Pemkab Samosir.

Ketika berkunjung ke Samosir baru-baru ini, Bupati Samosir Rapidin Simbolon sudah menunjukkan adanya lokasi penjualan makanan halal yang berderet untuk dapat dinikmati wisatawan.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) juga telah menekankan fasilitas tersebut di Bandara Silangit yang lokasinya berdekatan dengan Danau Toba.

Belum lama ini, di sekitar Bandara Silangit yang berada di Kabupaten Tapanuli Utara sudah dibangun musholla dalam ukuran besar.

"Sudah bagus, ada musholla, ada gereja, vihara, bagus sekali. Poinnya kita harus melayani wisatawan sebaik mungkin," katanya kepada awak media.

Meski mendorong penyesuaian dalam kebutuhan wisata halal, tetapi Kemenpar tidak mendorong secara langsung, seperti untuk membuat peraturan daerah.

"Jadi, tidak langsung, tidak usah secara khusus," kata Menpar.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Selasa, 19 Maret 2019 - 21:30 WIB

Indonesia Posisi Kedua Sebagai Negara Dengan Optimisme Tinggi Terapkan Industri 4.0

Berdasarkan hasil riset McKinsey, Indonesia menempati posisi kedua sebagai negara dengan optimisme tertinggi dalam menerapkan industri 4.0, yakni 78%.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Ngakan Timur Antara

Selasa, 19 Maret 2019 - 21:06 WIB

INDI 4.0 Jadi Acuan Kemenperin Ukur Kesiapan Industri Masuk Era Digitalisasi

Kementerian Perindustrian terus memacu kesiapan sektor manufaktur nasional dalam memasuki era industri 4.0 khususnya lima sektor yang telah menjadi prioritas berdasarkan peta jalan Making Indonesia…

Kemen Kominfo

Selasa, 19 Maret 2019 - 19:33 WIB

Kominfo Blokir 11.803 Konten Radikalisme dan Terorisme

Jakarta-Kementerian Komunikasi dan Informatika telah melakukan pemblokiran konten internet yang memuat radikalisme dan terorisme sebanyak 11.803 konten mulai dari tahun 2009 sampai tahun 2019.…

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih

Selasa, 19 Maret 2019 - 16:50 WIB

Lewat Program Santripreneur, Kemenperin Telah Bina Lebih dari 4 Ribu Santri Jadi Wirausaha

Kementerian Perindustrian hingga saat ini telah membina dan memberikan pelatihan tentang kewirausahaan kepada 4.720 santri.

Direktur Utama PT Jababeka Morotai Basuri Tjahja

Selasa, 19 Maret 2019 - 16:48 WIB

Dirut PT Jababeka Morotai Cari Investor untuk Kembangkan Bandara Internasional KEK Morotai

Perhelatan Metal & Energy International Summit 2019 kembali digelar selama dua hari yang berlangsung 19 -20 Maret 2019, di Hotel JS Luwansa. Acara ini menghadirkan sekitar 100 delegasi negara…