Promosi Gencar, Kunjungan Wisman Berpotensi Meningkat di 2018

Oleh : Chodijah Febriyani | Sabtu, 25 November 2017 - 18:22 WIB

Kunjungan Wisman ke Bali (Foto ist)
Kunjungan Wisman ke Bali (Foto ist)

INDUSTRY.co.id - Denpasar- Kementerian Pariwisata optimistis kunjungan wisatawan mancanegara tahun 2018 tumbuh positif karena ekonomi sejumlah negara yang menjadi pangsa pasar mengalami pertumbuhan seperti China, India, Jepang, dan Korea Selatan.

"Ekonomi negara pasar yang tumbuh itu berhubungan dengan orang yang akan berwisata keluar negeri," kata Deputi Bidang Pengembangan dan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kemenpar I Gde Pitana setelah menjadi pembicara pada pertemuan profesi bidang pemasaran dan penjualan atau "Sales and Marketing Summit 2017" di Denpasar, kemarin.

 

Dia akan mengoptimalkan kegiatan promosi pariwisata dengan menyasar segmentasi tertentu baik pemasaran secara konvensional dan memanfaatkan teknologi informasi melalui promosi dalam jaringan.

Kemenpar menargetkan 17 juta kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia tahun 2018 dan menjadi tahun terakhir sebelum tahun 2019 yang diharapkan sudah memenuhi target 20 juta wisatawan mancanegara.

Meski tahun 2018 merupakan tahun pilkada yang berlangsung serentak di 171 provinsi, kabupaten dan kota di Indonesia, Pitana optimistis perhelatan demokrasi tersebut tidak memberikan dampak signifikan kepada pariwisata.

"Kami tidak takut dengan pilkada dan tidak ada pengaruh ke wisatawan mancanegara," imbuhnya.

Justru, kata dia, pesta demokrasi itu akan menggerakkan ekonomi daerah karena makin banyak hotel yang menjadi tempat pelaksanaan konvensi termasuk ekonomi kecil yang terdongkrak karena banyaknya kebutuhan kampanye seperti spanduk yang diterbitkan.

Sementara itu terkait Bali, sebagai barometer pariwisata Indonesia yang saat ini tengah menghadapi aktivitas vulkanik Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Pitana mengakui memang ada penurunan pertumbuhan wisatawan mancanegara ketika status gunung api itu naik dari siaga menjadi awas pada September 2017.

Selama periode September 2017 pertumbuhan jumlah wisatawan asing di Bali mencapai sekitar 25 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Namun pada Oktober 2017, wisatawan mancanegara ke Bali tumbuh enam persen jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

"Ada pertumbuhan tetapi menurun, kira-kira pengaruh pembatalan akibat isu Gunung Agung. Tetapi situasi di Bali semua masih dalam suasana normal," ucapnya kepada awak media.

Meski demikian, Pitana mengatakan bahwa kegiatan promosi harus dilakukan dengan menganut prinsip akurasi, dapat dipercaya dengan waktu yang pas

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

PT Waskita Karya Tbk (WSKT) (Foto Ist)

Jumat, 18 Januari 2019 - 08:30 WIB

Waskita Karya Targetkan Total Kontrak Baru Rp55 Triliun

PT Waskita Karya (Persero) Tbk atau Waskita Karya akan menargetkan total kontrak baru sekitar Rp55 triliun selama tahun 2019.

Band Saint Loco Formasi Baru bersama Produser Nagaswara, Rahayu Kertawiguna

Jumat, 18 Januari 2019 - 08:28 WIB

Band Saint Loco Muncul Lagi Dengan Format Musik Lebih Segar

Lama menghilang Grup band Saint Loco eksis lagi. Grup band aliran hiprock itu baru saja merilis single berjudul Nakal diawal tahun 2019 ini. Grup band yang kini beranggotakan, Berry Manoch (Rapper),…

Joe Taslim Jadi Pemain Sekaligus Produser Film "Hit N Run"

Jumat, 18 Januari 2019 - 08:06 WIB

Joe Taslim Produseri Sekaligus Bintangi Film Hit N Run Bergenre Aksi Komedi

Di tengah maraknya film bergenre horor dan drama, munculnya sebuah film bergenre Aksi Komedi tentu bakal menarik perhatian. Itulah yang ditawarkan oleh Screenplay Films yang bekerjasama dengan…

Dirut BRI Suprajarto (Foto Rizki Meirino)

Jumat, 18 Januari 2019 - 07:30 WIB

Taspen Gandeng BRI untuk Sejahterakan ASN dan Pensiunan dalam Program Sejahtera di Purnatugas

PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk kembali tunjukkan dukungannya pada sektor pemberdayaan kesejahteraan masyarakat melalui partisipasinya pada acara Program Wirausaha ASN dan Pensiunan…

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo (Foto Ist)

Jumat, 18 Januari 2019 - 06:30 WIB

BI Yakin Pasar Tidak "Wait and See" Jelang Pemilu

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo meyakini dunia usaha dan investor tidak akan ragu dan memilih menunggu (wait and see) untuk mengeksekusi kegiatan bisnis, meskipun di dalam negeri sedang…