Bupati Karawang Bantah Beri Izin Pabrik Semen

Oleh : Irvan AF | Senin, 02 Januari 2017 - 08:18 WIB

Ilustrasi Pabrik Semen.
Ilustrasi Pabrik Semen.

INDUSTRY.co.id, Karawang - Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana membantah telah mengeluarkan izin penambangan dan pendirian pabrik semen di kawasan Karawang Selatan untuk PT Mas Putih Belitung.

"Mana buktinya kalau kami (disebut-sebut) telah mengeluarkan izin? Jangan ada isu-isu," ujar Cellica seperti dilansir Antara, Minggu (1/1/2017).

Menyinggung soal kabar pemkab telah mengeluarkan izin pertambangan untuk pabrik semen, Cellica meminta pihak yang menyangkakan itu membuktikannya. Menurut dia, kawasan Karawang Selatan dilarang dibukan untuk penambangan karena termasuk kawasan karst.

"Kawasan Bentang Alam Karst di Pangkalan (Karawang Selatan) itu tidak boleh ditambang untuk menjaga kondisi lingkungan agar tidak rusak," katanya.

Sampai saat ini, kata Bupati, tidak ada izin atau rekomendasi yang dikeluarkan Pemkab Karawang untuk ekspolitasi kawasan karts Pangkalan untuk pabrik semen.

Terkait dengan upaya pengelolaan lingkungan hidup dan upaya pemantauan lingkungan (UKL/UPL) hidup yang sudah dikeluarkan Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Karawang, Bupati mengatakan bahwa itu atas arahan Pemprov Jabar untuk kepentingan penelitian.

Ketua DPRD Kabupaten Karawang Toto Suripto juga menyatakan hal sama. Dia menolak kegiatan pertambangan di Karawang Selatan karena kegiatan pertambangan di kawasan Karst Karawang Selatan bisa merusak lingkungan.

Jika kawasan karst Pangkalan itu rusak, lanjut dia, rusaklah kondisi lingkungan di Karawang. Dengan begitu, Karawang terancam bencana alam.

Sejak sekitar sebulan terakhir masyarakat dari berbagai kelompok menyatakan menolak izin tambang pabrik semen di wilayah Karawang Selatan.

Penolakan itu disampaikan karena pabrik semen, PT Mas Putih Belitung, dikabarkann telah mengajukan izin untuk melakukan kegiatan tambang di kawasan karst Pangkalan.(iaf)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

BNI dukung gerakan tanam di daerah

Rabu, 12 Desember 2018 - 14:36 WIB

BNI dan Kementan Kini Garap Bumi Borneo

Barito Kuala - Kementerian Pertanian Republik Indonesia bersama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) memperluas cakupan Program Gerakan Mengawal Musim Tanam Oktober 2018 - Maret 2019…

Menteri Airlangga resmikan Real CoId-Pressed Facility PT Sewu Segar Primatama (Hariyanto/INDUSTRY.co.id)

Rabu, 12 Desember 2018 - 14:17 WIB

Didukung Sumber Daya Alam dan Permintaan Domestik, Sektor Mamin Miliki Potensi Pertumbuhan Besar

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, Sektor makanan dan minuman Indonesia memiliki potensi pertumbuhan yang besar karena didukung oleh sumber daya alam yang berlimpah dan permintaan…

BRIsyariah berpartisipasi di ISEF

Rabu, 12 Desember 2018 - 14:16 WIB

BRI Syariah Dorong Perekonomian Melalui Indonesia Sharia Economic Festival 2018

Surabaya - PT Bank BRIsyariah Tbk atau BRIsyariah sebagai bank syariah ritel modern kembali hadir dan berpartisipasi di acara Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) untuk yang kelima kalinya.…

Direktur Utama BAV Muhamad Siddik Heruwibowo (Foto Dok Bahana)

Rabu, 12 Desember 2018 - 14:13 WIB

Bahana Targetkan Penyaluran Dana Program Kemitraan Rp 100 Miliar

Demi meningkatkan akses pelaku usaha menengah kecil dan mikro kepada pembiayaan, PT Bahana Artha Ventura (BAV) terus berupa memperluas jaringan kepada sejumlah badan usaha milik negara (BUMN)…

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat menyampaikan sambutan dalam acara penghargaan Industri Hijau (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Rabu, 12 Desember 2018 - 13:40 WIB

Penerapan Industri Hijau Mampu Hemat Energi Sebesar Rp1,8 Triliun dan Air Mencapai Rp 27 Miliar

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, hasil assessement penghargaan industri hijau tahun 2018, diperoleh penghematan energi sesebesar Rp 1,8 miliar dan air sebesar Rp 27 miliar.