Band-Band Angkatan tahun 90-an Bakal Reuni Besar di PRJ Besok

Oleh : Amazon Dalimunthe | Jumat, 24 November 2017 - 16:12 WIB

Kelompok KLA Project yang akan mengisi acara Nostalgia 90 an
Kelompok KLA Project yang akan mengisi acara Nostalgia 90 an

INDUSTRY.co.id - JAKARTA—Publik pencinta musik Jakarta hari-hari ini benar-benar dimanjakan. Setelah hari Rabu (21/11) kemarin ada konser Super Grup yang menghadirkan band-band terkenal tahun 80 an seperti God Bless, Kahitna, Krakatau, Gigi dan Sheila on 7, besok sabtu (25/11) kembali akan digelar konser musik yang bernuansa nostalgia. Kali ini yang akan hadir adalah grup-grup band era 90 an seperti Potret, The Groove, KLA Project, P-Project, Bragi , Dewa 19 dan beberapa grup lainnya.

Pergelaran The 90”s Festival ini mengambil tema “Big Reunion 3rd edition” dan diselenggarakan oleh Accellera Entertainment. “Ini adalah reuni yang ketiga kalinya yang kami buat untuk menmpung animo anak-anak era 90a an. Kali ini kami hadirkan melalui 4 panggung yang kami pasang di Gambir Expo, Pekan Raya Jakarta, sejak pukul 14.00 WIB,” kata Dhea mewakili promotor dalam pertemuan  dengan wartawan Jumat Siang.

Pihak penyelenggara kali ini bekerjasama dengan  Perusahaan Jasa Layanan Transportasi Online, Grab, yang bertindak sebagai official Ride Buddy. Kerjasama ini meliputi layanan jasa transportasi dengan berbagai keringanan harga dan juga fasilitas seperti halte tempat menunggu.

Selain mendapatkan sajian band-band musik tahun 90an, para pengunjung nantinya juga akan dimanjakan dengan berbagai pameran alat-alat permainan khas tahun 90an seperti mesin ding dong, tamiya dan lain-lain. “Pokoknya mereka yang masih remaja di tahun 90an bakal menemukan nuansa yang sama di PRJ. Bertemu dan bernostalgia serta menikmati sajian musik dan aneka peralatan permainan jadi hiburan tersendiri,” tambah Dhea.

Sementara itu Reza mewakili kelompk The Groove yang sempat populer lewat lagu “Dahulu”  mengatakan bahwa musisi era 90an jelas berbeda dengan musisi era tahun 2000an. “Kami adalah musisi yang berada dimasa transisi dari analog ke digital. Kami masih pakai kaset, dan CD, belum masuk ke penualan secara digital,” kata ReZa yang diiyakan oleh rekan segrupnya Rejos.

Lebih lanjut Reza menyebutkan bahwa saat mereka bermusik dulu, tingkat kesulitannya jauh lebih tinggi dari musisi jaman 200am apalagi dengan musisi jaman sekarang. “Bayangkan, music director masih bisa memarahi kami jika salah, karena ini menyangkut pita rekaman yang harus dihemat. Sementara musisi sekarang jika hasilnya tidak baik, tinggal hapus dan bikin lagi. Makanya kenapa lagu-lagu kami biasanya awet atau evergreen dibanding dengan lagu masa kini,” papar Reza yang tampil dengan rambut yang sudah mulai dipenuhi uban.

Kehadiran band seperti Dewa 19 yang di tahun 90an masih dengan formasi vokalis Ari Lasso, KLA dengan formasi Katon, Lilo dan Adi, atau P-Project dengan Denny Chandra, Iszur Muchtar, Joe dan kawan-kawan yang biasa membawakan lagu-agu parodi, atau Potret bersama Melly dan Anto Hoed memang akan membuat tontonan menarik. Sayang untuk dilewatkan. (AMZ)

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

HARRIS Hotels Merayakan Hari Kesehatan Nasional 2018 Menyediakan Healthy Corner

Senin, 12 November 2018 - 20:15 WIB

HARRIS Hotels Merayakan Hari Kesehatan Nasional 2018 Menyediakan Healthy Corner

HARRIS Hotels mengadakan program Healthy Corner di semua hotel di dalam jaringannya yang kini berjumlah 23 hotel di seluruh pelosok Indonesia dengan tujuan untuk memberikan inspirasi kepada…

GE

Senin, 12 November 2018 - 19:54 WIB

GE Healthcare Resmikan Pemasangan 1000 CT Scan di Kawasan Asia Tenggara

GE Healthcare, penyedia teknologi dan solusi kesehatan, terus berkomitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia.

Menteri BUMN Rini Soemarno (Foto Humas BUN))

Senin, 12 November 2018 - 19:51 WIB

Tol Ngawi-Kertosono Bisa Dilalui Januari 2019

PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK), anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk yang mengelola tol Ngawi-Kertosono menyatakan tol seksi 3 Wilangan-Kertosono akan beroperasi pada awal 2019.…

IHSG (Foto/Rizki Meirino)

Senin, 12 November 2018 - 19:45 WIB

Urban Jakarta IPO di Kisaran Rp1.000-Rp1.250

PT Urban Jakarta Propertindo Tbk akan melepas sebagian sahamnya ke publik melalui skema penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) di kisaran harga Rp1.000-Rp1.250 per saham.

Pengunjung mengamati papan elektronik yang memperlihatkan pergerakan IHSG di gedung BEI (Foto Rizki Meirino)

Senin, 12 November 2018 - 19:40 WIB

BEI: Penghitungan Free Float Praktik Umum Bursa Dunia

Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai bahwa metode penghitungan terhadap kelompok saham atau indeks dengan memasukan rasio "free float" merupakan praktik umum di bursa dunia.