Tingkatkan Kapasitas, BBIA-FIRDI Kerja Sama Kembangkan Litbang

Oleh : Ridwan | Rabu, 22 November 2017 - 07:10 WIB

Kepala BPPI Kemenperin Ngakan Timur Antara bersama Kepala BBIA, Umar Habson (Foto:Ridwan)
Kepala BPPI Kemenperin Ngakan Timur Antara bersama Kepala BBIA, Umar Habson (Foto:Ridwan)

INDUSTRY.co.id - Bogor- Industri agro merupakan salah satu industri prioritas dalam pengembangan industri nasional. Sektor industri ini mampu menghasilkan produk bernilai tambah tinggi, berdaya saing global, penghasil devisa negara serta menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

Selain itu, industri agro dinilai menjadi industri andalan masa depan Indonesia, karena didukung oleh sumber daya alam yang potensial dari sektor pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan dan kehutanan.

Balai Besar Industri Agro (BBIA) yang berada di bawah Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementrian Perindustrian merupakan lembaga riset yang mempunyai tugas pokok melaksanakan penelitian, pengembangan, kerjasama, standardisasi, pengujian, sertifikasi, kalibrasi dan pengembangan kompetensi industri agro sesuai kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri.

Untuk meningkatkan peran BBIA dalam memecahkan masalah industri, BBIA mengadakan kerjasama dengan FIRDI ( Food Industrial R&D Institute) dari Taiwan, dalam bidang rumput laut, buah merah dan cocoa.

Kerjasama ini merupakan satu dari beberapa kerjasama yang telah dilakukan oleh BBIA dengan beberapa lembaga riset baik di luar negeri atau dalam negeri.

Langkah ini sesuai dengan arahan dari BPPI, yang mendorong agar semua Balai Besar dan Balai Riset yang berada di bawah BPPI Kementerian Perindustrian melakukan kolaborasi dengan lembaga riset dari luar negeri dan juga dalam negeri. Tujuannya untuk menambah wawasan dan mempercepat alih teknologi, juga untuk meningkatkan kapasitas dari lembaga riset yang ada.

Setelah beberapa kali melakukan komunikasi dan kunjungan, untuk menindaklanjuti kerjasama ini telah dilakukan Tele Conference antara BBIA dan FIRDI pada 20 November 2017, bertempat di BBIA, Bogor. Acara ini dihadiri oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementrian Perindustrian, Ngakan Timur Antara, Kepala BBIA, Umar Habson, serta sejumlah peneliti dari BBIA.  

Dalam kesempatan ini Ngakan Timur Antara menekankan kerjasama yang dilakukan hendaknya tidak berhenti pada tahap penelitian saja, namun juga joint publication, serta membuat pilot plan bersama dengan topik industri di daerah Indonesia.

"Dalam kerjasama ini teknologi yang dimiliki oleh FIRDI harus bisa ditangkap, untuk meningkatkan kapasitas lembaga riset, dan juga mempercepat bangkitnya beberapa industri turunan dari rumput laut, buah merah dan cocoa," ujar Ngakan di Bogor (21/11/2017).

Lebih lanjut, Ngakan mengatakan, dari beberapa kerjasama yang dilakukan dengan lembaga riset dari Belanda, Jepang, dan Taiwan, banyak hal positif bisa didapat. Selain dalam bentuk kerjasama penelitian, juga peningkatan kapasitas pendidikan staf, yang diharapkan bisa meningkatkan Balai Litbang dimana staf tersebut bekerja.

Sementara itu, Kepala BBIA, Umar Habson menambahkan, kerjasama dengan FIRDI terkait dengan peluang kerjasama riset salah satunya dengan menggandeng PT Bantimurung indah (Bosowa Group) Maros, Makasar.

"BBIA selama ini telah membantu Bosowa dalam membangun kembali bisnis rumput laut, dengan pembuatan karagenan dari rumput laut," katanya.

Terkait refined carragenaan, saat ini sudah didapatkan calon pembeli dari Spanyol, namun Bosowa masih membutuhkan investor untuk investasi peralatan. "Untuk itu FIRDI diminta untuk membantu menjembatani apabila ada industri dari Taiwan yang tertarik untuk investasi di bidang rumput laut," tutup Umar.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi Gula (Antaranews.com)

Rabu, 18 Juli 2018 - 12:05 WIB

India Minta Indonesia untuk Turunkan Tarif Impor Gula

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan RI Oke Nurwan seusai acara Forum Perdagangan Gula India-Indonesia di Jakarta, Selasa, mengatakan bahwa pemerintah India berharap…

Launching Sail Indonesia Moyo Tambora (Sail Motam) 2018 (Foto: Kemenpar)

Rabu, 18 Juli 2018 - 12:00 WIB

September, Sail Indonesia Moyo Tambora Siap digelar, Catat Kegiatan Serunya!

Nusa Tenggara Barat yang terkenal akan keeksotisannya dengan pemadangan wisata alam ini, akan menggelar Sail Indonesia Moyo Tambora (Sail Motam) 2018 yang akan diikuti oleh 42 negara dan akan…

Ilustrasi Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf)

Rabu, 18 Juli 2018 - 11:35 WIB

Bekraf Beri Komitmen untuk Naikkan Pasar Game Lokal

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) berkomitmen untuk menaikkan pangsa pasar "game" pengembang lokal hingga menjadi 10 persen. Deputi Infrastruktur Bekraf Hari Sungkari dalam siaran pers di Jakarta,…

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendorong penambahan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) sebesar 255 Megawatt (MW) di tahun depan. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja).

Rabu, 18 Juli 2018 - 11:20 WIB

IEA Beri Catatan Positif Reformasi Subsidi Energi

Direktur Eksekutif International Energy Agency (IEA) Fatih Birol menyampaikan hasil positif atas reformasi subsidi energi yang telah dilakukan Indonesia. Fatih di Kementerian Energi dan Sumber…

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan

Rabu, 18 Juli 2018 - 11:02 WIB

Kementerian ESDM Akan Kembali Gelar Malam Penganugerahan Penghargaan Subroto 2018

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan kembali menggelar Malam Penganugerahan Penghargaan Subroto Tahun 2018.