Selama 2016 IndustriAsuransi Capai Nilai Rp158,65 Triliun

Oleh : Herry Barus | Minggu, 01 Januari 2017 - 05:26 WIB

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) (Dimas Ardian/Bloomberg/Getty Images)
PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) (Dimas Ardian/Bloomberg/Getty Images)

INDUSTRY.co.id - Industri asuransi nasional sepanjang tahun 2016 mengalami pertumbuhan signifikan tercermin dari tingginya pendapatan asuransi jiwa, umum, maupun syariah yang mencapai Rp158,65 triliun pada kuartal III-2016 atau meningkat 78,1 persen dibandingkan tahun 2015.

"Dari sisi investasi, industri asuransi mencapai Rp 386,18 triliun meningkat 25,7 persen dari tahun 2015 yang hanya mencapai Rp307,29 triliun," kata Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia Hendrisman Rahim, di Jakarta, Sabtu (31/12) .

Menurut Hendrisman, peningkatan pertumbuhan tersebut ditopang oleh meningkatnya saluran distribusi bancassurance, produk asuransi yang ditawarkan melalui layanan perbankan. Pemasaran melalui bancassurance dinilai relatif lebih mudah dilakukan karena pasar yang dibidik adalah nasabah perbankan yang lebih memahami beragam jenis jasa keuangan. Apalagi, kini sejumlah bank BUMN yang menggaet mitra strategis telah menunjukkan kinerja terbaik.

Sementara itu, Praktisi Perasuransian, Kapler Marpaung kepada Antara mengatakan kerja sama bank BUMN dengan mitra strategis menjadi kunci pertumbuhan industri asuransi.

Seperti, BNI Life Insurance, anak perusahaan PT Bank Negara Indonesia Tbk yang terus membukukan kinerja positif setelah membentuk perusahaan patungan dengan Sumitomo Life.

Demikian juga PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri), anak usaha PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatat kenaikan laba siginfikan, serta Bringin Life anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus mengembangkan bisnis dengan berencana menggaet mitra strategis untuk mengembangkan produk bancaassurance.

Bahkan pemilik perusahaan asuransi FWD Group, Hanwha Life Insurance Co. dan BNP Paribas Cardif sudah menawar saham Bringin Life dengan harga 400 juta hingga 500 juta dolar AS, meskipun hingga kini belum ada kabar kepastian BRI mengenai penjualan Bringin Life.

Menurut Kapler yang juga Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada ini, kerja sama perusahaan asuransi dengan mitra strategis bisa membuat kinerja asuransi semakin kinclong sebab perusahaan semakin bertumbuh, sehat dan kuat.

"Jika BRI sebagai induk usaha jadi menjual 40 persen saham anak usahanya di bidang asuransi tersebut ke mitra strategis maka akan mendongkrak kinerja," ujarnya.

Pascadiakuisisi BRI, BRIngin Life sepanjang 2016 ini menargetkan pertumbuhan premi hingga 40 persen dari tahun lalu menjadi Rp2,4 triliun.

Produk asuransi kredit mikro Bringin Life juga akan memperoleh dukungan dari 52 juta nasabah BRI yang potensial menjadi calon nasabah mereka. Selain itu, kekuatan jaringan BRI akan memudahkan Bringin Life melakukan penetrasi pasar. (Hrb)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

PT PP

Jumat, 20 Juli 2018 - 21:04 WIB

Dewan Komisaris PTPP Kunjungi Proyek Runway 3 Bandara dan Urbantown

Jakarta PT PP Tbk tengah mengerjakan proyek pembangunan Runway 3 Section 2 Bandara Soekarno Hatta. Melihat kebutuhan Runway Eksisting yang ada saat ini sudah melebihi kapasitas, maka diperlukan…

China dan Amerika

Jumat, 20 Juli 2018 - 20:04 WIB

Perang Dagang, RI berpotensi jadi Repacking produk China

Dirjen Perundingan Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Iman Pambagyo mengungkapkan beberapa hal yang harus diwaspadai dari perang dagang AS-China. Salah satunya adalah…

Pameran "Karya Kreatif Indonesia-Pameran Kerajinan UMKM Binaan Bank Indonesia

Jumat, 20 Juli 2018 - 19:52 WIB

BI Terapkan Tiga Hal Ini Pasarkan UMKM Go Internasional

Bank Indonesia (BI) menyatakan, pameran "Karya Kreatif Indonesia-Pameran Kerajinan UMKM Binaan Bank Indonesia tidak saja untuk mengangkat karya kreatif dan UMKM binaan BI kepada masyarakat luas,…

Menteri Pertanian Amran Sulaiman panen jagung (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 20 Juli 2018 - 17:50 WIB

Pemerintah Harus Dorong Intensifikasi Jagung Nasional

Pemerintah harus dapat mendorong beragam upaya intensifikasi dalam rangka meningkatkan produktivitas komoditas jagung nasional sehingga ke depannya Indonesia juga bisa benar-benar berswasembada…

Telur ayam (Foto Dok Industry.c.id)

Jumat, 20 Juli 2018 - 17:45 WIB

Pemerintah Perlu Dalami Permasalahan Pasokan Telur Ayam

Pemerintah perlu benar-benar mendalami berbagai hal yang terkait dengan permasalahan berkurangnya pasokan telur ayam ke berbagai daerah yang juga mengakibatkan melonjaknya harga komoditas tersebut.