Adisurya Abdy Sutradarai Film Stadhuis Schandaal Setelah 14 Tahun Istirahat

Oleh : Amazon Dalimunthe | Sabtu, 18 November 2017 - 07:47 WIB

Adisurya Abdy Memotong Tumpeng Tanda Dimulainya Produksi Film Stadhuis Schandaal
Adisurya Abdy Memotong Tumpeng Tanda Dimulainya Produksi Film Stadhuis Schandaal

INDUSTRY.co.id - JAKARTA—Gairah perfilman Indonesia  yang tengah menggeliat dengan banyaknya produksi film selama beberapa tahun terakhir ini, akhirnya membuat Adisurya Abdy, kembali turun gunung. Setelah 14 tahun tak menyutradarai film, Kepala Sinematek Indonesia ini akan menyutradarai film berlatar belakang jaman kolonial berjudul Stadhuis Schandaal. Kemarin syukuran film ini dilakukan di Jakarta bersama para pemain, kru, dan juga produser dengan ditandai dengan pemotongan tumpeng.

Bagi sutradara kelahiran Medan, 29 Agustus 1956  ini, dunia film memang selalu menggairahkan dirinya. “Sejak mulai merantau dari Medan ke Jakarta, saya memang bertekad akan terjun sebagai orang film. Maka sampai kapan pun saya akan tetap mencintai dunia film. Baik sebagai orang yang menjaga dokumentasi film Indonesia maupun sebagai sutradara atau pemain,” kata Abdy.

Adisurya Abdy pernah menyutradari film berjudul  Asmara, Ketika Cinta Telah Berlalu, dan Wanita yang semuanya dibuat dengan latar belakang situasi saat itu.  Namun kini Abdy akan menyutradarai film berlatar belakang jaman kolonial yang terjadi ratusan tahun yang lalu.

“Saya memang tidak ingin membuat film sejarah. Tapi membuat film yang menggambarkan sebuah situasi atau sebuah episode yang konon pernah terjadi di jaman kolonial yakni tentang gedung yang penuh dengan skandal. Judulnya pun sengaja menggunakan bahasa belanda, Stadhuis Schandaal, agar penonton sejak awal sudah mengetahui bahwa film ini memiliki latar belakang jaman belanda,” kata Abdy.

Mengingat ini adalah film yang berlatarbelakang jaman kolonial, maka Adisurya Abdy sudah menyusun konsep artistik yang disesuaikan dengan jaman itu.  Untuk itu ia dan timnya, saat ini tengah membangun sebuah set berupa tangsi dan benteng Belanda. Set khusus itu dibangun di atas tanah seluas 1.500 m2 di atas tanah milik PT. Inter Studio, di kawasan Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

“Kita sudah mencoba mencari bangunan-bangunan sisa peninggalan Belanda yang ada di Indonesia, tetapi tidak sesuai dengan kriteria dan mekanisme kerja yang akan kita lakukan, jadi lebih baik membamgun set sendiri, supaya kerjanya lebih bebas,” kata Adisurya Abdy.

Film pertamanya setelah istirahat selama 14 tahun ini akan mulai melakukan pengambilan gambar pada minggu ketiga November 2017 ini. Selain syuting di set yang dibuat khusus, film ini juga akan melakukan pengambilan gambar di kawasan Kota Tua Jakarta, terutama di  Musium Fatahillah.

Ada dua kurun waktu yang akan ditampilkan dalam film terbaru karya Adisurya Abdy ini, yakni setting jaman kolonial dan kekinian (modern). Kurun kolonial merupakan kilas balik dari cerita yang berlangsung di masa sekarang.

Ada banyak pemain yang ikut mendukung film ini yang terdiri dari para peamin muda dan pemain senior di antaranya  Tara Adia (Saartje Spech / Sarah), Michale Lee (Pieter Cortenhoff), Amanda Rigbi (Fei), Rensi Millano (Samina), Volland Humonggo (Danny Wong), George M Taka (JP Coen), Roweina Umboh (Eva Mert), Iwan Burnani (Jaques Spech), Septian Dwicahyo (Hans), Lady Salsabila (Mila), Stephanie Adi (Rika), Ati Cancer (Bibi), Bangkit Sanjaya (Pelayan  misterius), Kiki Amalia (Via), Anwar Fuadi (Abimanyu) dan lain-lain (AMZ)

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Dubes Indonesia untuk Korsel, Umar Hadi bersama Delegasi PWI (dok INDUSTRY.co.id)

Jumat, 15 Desember 2017 - 20:34 WIB

Di Seoul Korsel, Dubes Umar Hadi Apresiasi Diplomasi Kopi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)

Diplomasi kopi yang sedang dilakukan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) disambut baik Dutabesar Republik Indonesia untuk Republik Korea Umar Hadi

Letjen Purn. Kiky Syanahkri bersama Putut Prabantoro di kantor PPAD (dok INDUSTRY.co.id)

Jumat, 15 Desember 2017 - 20:12 WIB

Perkuat NKRI, Pemerintah Diminta Segera Laksanakan Ekonomi Terintegrasi

Pemerintah diminta segera integrasikan pembangunan ekonomi nasional dalam konsep Indonesia Raya Incorporated (IRI) untuk memperkuat ikatan NKRI dan ketahanan nasional.

Presiden Jokowi dan Menhub Budi Karya Sumadi (Foto Setkab)

Jumat, 15 Desember 2017 - 19:00 WIB

Presiden Jokowi Tinjau Pembangunan Waduk Sukamahi dan Ciawi

Presiden Joko Widodo meninjau pembangunan Waduk Sukamahi dan Ciawi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (14/12/2017)

Sambut Hari Ibu, Kecap ABC Beri Apresiasi Lewat 36 Ribu Hidangan Masakan (Foto Dije/INDUSTRY.co.id)

Jumat, 15 Desember 2017 - 18:52 WIB

2018 Industri Mamin Semakin Kompetitif

Memasuki tahun 2018, pelaku industri termasuk industri makanan dan minuman di Indonesia semakin kompetitif dan semakin challenging (menantang). Hal ini diungkapkan oleh Dhiren Amin, selaku Marekting…

Hendrisman Rahim Didapuk Kembali Jadi Ketum AAJI (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 15 Desember 2017 - 17:45 WIB

Hendrisman Rahim Didapuk Kembali Jadi Ketum AAJI

Hendrisman Rahim secara aklamasi kembali terpilih sebagai Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) periode 2017-2020.