MAMI Raih Top Investment House in Asian Local Currency Bonds

Oleh : Wiyanto | Jumat, 17 November 2017 - 08:06 WIB

Legowo Kusumonegoro, Presiden Direktur MAMI (kanan) Foto Anto
Legowo Kusumonegoro, Presiden Direktur MAMI (kanan) Foto Anto

INDUSTRY.co.id - Singapura - PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) meraih penghargaan 2017 Top Investment House in  Asian Local Currency Bonds dari Asset Benchmark Research, perusahaan riset yang merupakan bagian dari The Asset, perusahaan publikasi finansial yang terkemuka di regional dan berbasis di Hong Kong.

Penghargaan ini merupakan  bentuk pengakuan atas keahlian MAMI dalam pengelolaan portofolio investasi, khususnya pengelolaan portofolio investasi pendapatan tetap.  Dalam acara seremoni penyerahan penghargaan yang berlangsung di Conrad Cetennial Hotel Singapura pada 16 November 2017.

Legowo Kusumonegoro, Presiden Direktur MAMI mengatakan, “Kami merasa terhormat bisa kembali meraih penghargaan yang bergengsi ini. Mendapatkan penghargaan yang sama selama tiga tahun berturut-<> turut merupakan bentuk pengukuhan atas keunggulan proses investasi yang diterapkan di MAMI dan keahlian tim  investasi kami. Kami selalu berusaha untuk memberikan solusi investasi yang terbaik bagi para investor, baik investor  institusi maupun investor retail, serta bagi seluruh mitra distribusi yang menjalin kerja sama dengan kami.”

“Kami memiliki tim investasi yang luar biasa, dengan pengalaman selama rata-rata lebih dari 12 tahun dalam pengelolaan portofolio dan riset. Selain MAMI yang meraih penghargaan Top Investment House in Asian Local Currency Bonds, Ezra Nazula, Chief Investment Officer, Fixed Income MAMI dan Syuhada Arief, Senior Portfolio  Manager, Fixed Income MAMI juga meraih penghargaan sebagai The Most Astute Investors in Asian Local  Currency Bonds untuk wilayah Indonesia,” ujar Legowo.

Daniel Yu, Pemimpin Redaksi The Asset mengatakan, “MAMI memang pantas mendapatkan penghargaan ini.  Penghargaan Top Investment House in Asian Local Currency Bonds diberikan kepada perusahaan Manajer Investasi  yang terbaik di delapan negara: Indonesia, Hong Kong, India, Malaysia, Singapura, Filipina, Taiwan, dan Thailand.<> Dalam memilih para pemenang penghargaan bergengsi ini, kami melakukan penilaian terhadap lebih dari 300 institusi di Asia, yang terdiri dari perusahaan manajer investasi, hedge funds, perbankan lokal dan internasional, perusahaan  asuransi, dana pensiun, dan trusts. Kami melakukan pemeringkatan perusahaan dengan menggunakan metodologi<> pembobotan, dimana peringkat dari masing-masing individu pemilihnya akan menentukan total skor yang diraih oleh  setiap institusi.”

Dengan total dana kelolaan sebesar Rp60 triliun (per akhir September 2017), MAMI menjadi salah satu perusahaan manajer investasi terbesar di Indonesia. Komposisi dana kelolaan MAMI mayoritas ada di investasi pendapatan tetap.

Sekitar 52% dari total AUM MAMI, atau setara dengan Rp31 triliun, dikelola dalam 7 reksa dana pendapatan tetap dan 17 Kontrak Pengelolaan Dana (KPD) pendapatan tetap. Sementara sisanya dikelola dalam investasi saham (35%),  pasar uang (7%), campuran (4%), dan proteksi (2%). Hingga akhir periode September 2017, tim investasi MAMI mengelola 23 produk reksa dana dan 43 KPD.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

World Bank (Foto Ist)

Jumat, 21 September 2018 - 08:45 WIB

Bank Dunia Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,2 Persen

Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2018 akan mencapai 5,2 persen atau relatif sama dengan proyeksi pemerintah sebesar 5,14-5,21 persen.

OJK

Jumat, 21 September 2018 - 08:30 WIB

OJK Tingkatkan Literasi dan Inklusi Industri Keuangan

Otoritas Jasa Keuangan terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan di tengah masyarakat melalui peran aktif pelaku usaha jasa keuangan di tanah air.

Jaringan ATM BRI (Foto st)

Jumat, 21 September 2018 - 08:15 WIB

Melemahnya Perekonomian Tak Pengaruhi Penyaluran KUR

BRI menyatakan lesunya kondisi perekonomian di dalam negeri tidak memengaruhi penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) di kalangan pelaku usaha.

World Bank (Foto Ist)

Jumat, 21 September 2018 - 08:00 WIB

Bank Dunia: Kemungkinan Krisis Keuangan Indonesia Kecil

Bank Dunia menilai, kendati dihadapkan pada risiko penurunan pertumbuhan ekonomi akibat gejolak ekonomi global, peluang terjadi krisis keuangan di Indonesia relatif kecil.

Obligasi Negara Ritel (ORI) (Foto Ist)

Jumat, 21 September 2018 - 07:58 WIB

Obligasi Dapat Sentimen Positif dari Penguatan Rupiah

INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Pergerakan pasar obligasi dalam negeri masih memiliki peluang kenaikan seiring dengan masih adanya sejumlah sentimen positif dari dalam negeri,…