2018, OJK Kaji Pengubahan Regulasi Fintech

Oleh : Wiyanto | Kamis, 16 November 2017 - 10:16 WIB

Ilustrasi Alplikasi Fintech, Modalku
Ilustrasi Alplikasi Fintech, Modalku

INDUSTRY.co.id - Jakarta-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai perkembangan tekologi meambah pangsa pasar baru bagi penetrasi asuransi. Tahun depan rencananya OJK akan mengubah regulasi Fintech.

“Pengembangan financial technology yang menurut hemat kami telah memperbesar akses dan kemudahan masyarakat terhadap lembaga jasa keuangan. Perkembangan fintech juga kami lihat sangat pesat yang juga merambah industri asuransi, dimana kami melihat potensi masyarakat yang terhubung internet sudah sangat luas dan hal tersebut menjadi harapan bagi industri asuransi untuk mengembangkan jalur distribusi pemasaran melalui layanan keuangan digital,” kata Riswinandi Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) di Jakarta, Kamis (17/11/2017).

Oleh karena itu, pihaknya juga akan mendukung dan tahun 2018 akan mengkaji diperlukannya regulasi dan perubahan arah pengawasan mengikuti perkembangan fintech.

“Yang menurut hemat kami tidak hanya dari aspek distribusi pemasaran, mungkin juga akan meluas ke aspek akseptasi atau underwriting serta mekanisme klaim,” jelas dia.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla (Foto Setkab)

Rabu, 23 Mei 2018 - 13:21 WIB

Presiden Jokowi Tandatangani PP THR Pensiunan ASN

Presiden Joko Widodo menandatangani peraturan pemerintah tentang pemberian tunjangan hari raya kepada aparatur sipil negara, termasuk kepada para pensiunan ASN.

PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) (Foto Ist)

Rabu, 23 Mei 2018 - 13:10 WIB

Rehat Tengah Hari, Saham-Saham Sektor Keuangan Topang IHSG ke Posisi 5.830

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 1,39% atau 79 poin ke posisi 5.830 di akhir sesi pertama perdagangan Rabu (23/05/2018) ini dibandingkan posisi pada…

Ilustrasi Blok Migas (Fotos Ist)

Rabu, 23 Mei 2018 - 13:06 WIB

Kementerian ESDM Sebut Investasi Migas Mulai Meningkat

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebutkan bahwa investasi di bidang migas mulai memperlihatkan hasil peningkatan setelah pemangkasan birokrasi

Ilustri Industri Farmasi

Rabu, 23 Mei 2018 - 13:05 WIB

Industri Farmasi Terpukul Akibat Pelemahan Rupiah Terhadap Dolar AS

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyebut industri farmasi paling terpukul akibat nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) menembus level Rp 14.200.

Kebun Kelapa Sawit (Ist)

Rabu, 23 Mei 2018 - 12:50 WIB

Asian Agri Optimis Capai Kemitraan 100.000 Hektar

Asian Agri optimistis bisa mencapai target program kemitraan dengan petani sawit yang disebut dengan "one to one" seluas 100. 000 hektare di tahun 2018