IISIA Minta Pemerintah Tetapkan Kebijakan Perlindungan Perdagangan Produk Baja

Oleh : Ridwan | Rabu, 15 November 2017 - 14:09 WIB

Ilustrasi Industri Baja
Ilustrasi Industri Baja

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Chairman IISIA, Mas Wigrantoro Roes Setiyadi mengatakan, sampai hari ini baja impor terus membanjiri pasar domestik. Hal ini membuat persaingan pasar baja dalam negeri semakin tidak bisa diprediksi.

"Tentu kami (IISIA) menyadari bahwa untuk beberapa spesifikasi tertentu, kami belum dapat sepenuhnya memasok baja yang diperlukan, akan tetapi kami berharap agar kami diberi kesempatan untuk bersaing dengan fair," ujar Mas Wigrantoro saat acara Munas IISIA di Jakarta, Rabu (15/11/2017).

Ia menambahkan, praktek meng-eskpor baja dengan harga dumping atau dibawah harga yang wajar tidak dapat diterima meski dengan dalil keterbukaan pasar.

"Kami mohon agar Pemerintah dapat dengan tegas menetapkan kebijakan perlindungan perdagangan untuk produk-produk baja yang telah terbukti masuk dengan harga tidak wajar," tambahnya.

Industri baja nasional terus berupaya untuk tumbuh dan berkembang di tengah persaingan yang semakin sengit dengan produk impor.

"Kami terus berupaya membangun kapasitas baru untuk mendapatkan penghematan biaya operasi yang dimungkinkan dengan skala ekonomi yang lebih besar," terangnya.

Lebih lanjut, Mas Wig mengungkapkan, langkah tersebut sebagai upaya kami dalam meningkatkan competitiveness Industri baja dalam negeri.

"Tentu saja dengan tetap menomor-satukan pelayanan untuk pelanggan, kualitas, dan produktivitas agar tidak ditinggalkan pasar," katanya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Dirjen Pajak Robert Pakpahan

Sabtu, 22 September 2018 - 08:20 WIB

Penerimaan Pajak Rp799,46 Triliun Hingga Agustus 2018

Kementerian Keuangan mencatat realisasi penerimaan pajak periode Januari sampai Agustus 2018 sebesar Rp799,46 triliun, atau tumbuh sebesar 16,52 persen (year-on-year/yoy) Direktur Jenderal Pajak…

Rupiah (Foto Dok Industry.co.id)

Sabtu, 22 September 2018 - 08:00 WIB

Utang Pemerintah Capai Rp4.363,19 Triliun

Kementerian Keuangan mencatat, posisi total utang pemerintah pusat hingga akhir Agustus 2018 berjumlah Rp4.363,19 triliun.

Hotel Dafam Teraskita, Jakarta. (Foto: IST)

Sabtu, 22 September 2018 - 07:30 WIB

Hotel Dafam Teraskita Tawarkan Kenyamanan Meeting & Stay Weekend

Hotel Dafam Teraskita Jakarta, hotel bisnis yang berlokasi di jantung kota Jakarta Timur menawarkan kenyamanan untuk berbagai pertemuan (meeting), gathering serta acara lainnya yang membutuhkan…

Transaksi melalui gesek EDC Bank BTN

Sabtu, 22 September 2018 - 07:00 WIB

Bank BTN KCP Pluit Diresmikan Jadi Kantor Cabang Penuh

Seiring pertumbuhan jumlah penduduk di Provinsi DKI Jakarta, khususnya Jakarta Utara yang akan mendorong kebutuhan pembiayaan perumahan, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) atau Bank BTN meningkatkan…

Jaksa Agung, HM Prasetyo

Sabtu, 22 September 2018 - 06:21 WIB

Kejagung Apresiasi OTT Dana Gempa Lombok

Jaksa Agung Muhammad Prasetyo memberikan apresiasi kinerja Kejaksaan Negeri Mataram, Nusa Tenggara Barat, yang melakukan operasi tangkap tangan dana gempa Lombok dari anggota DPRD Kota Mataram…