Digantikan Pabrik Baru, PTPN Akan Tutup 11 Pabrik Gula Secara Bertahap

Oleh : Hariyanto | Selasa, 14 November 2017 - 16:09 WIB

Ilustrasi Pabrik Gula (wy)
Ilustrasi Pabrik Gula (wy)

INDUSTRY co.id -Jakarta - PT Perkebunan Nusantara (Persero) berencana menutup 11 pabrik gula (PG) secara bertahap atau sampai 3 hingga 4 tahun mendatang.  Ke-11 pabrik gula tersebut terdiri dari tiga PTPN, yakni PT Perkebunan Nusantara IX yaitu ada tiga PG, PTPN X ada tiga PG, serta PTPN ada lima PG.

"Kami pastikan tidak ada kerugian perusahaan, kekurangan kapasitas, serta lainnya," ujar Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara III , Dasuki Amsir di sela jumpa pers di Jakarta, Selasa (14/11/2017). 

Dasuki mengatakan, 11 PG tersebut akan ditutup jika pabrik gula baru serta revitalisasi pabrik gula telah direalisasikan. Saat ini, pabrik gula baru yang telah selesai pembangunannya adalah PG Glenmore dan pabrik gula dalam tahap pembangunan adalah PG Comal. Sementara, pabrik gula yang tengah dilakukan revitalisasi adalah PG Mojo Sragen, PG Rendeng, PG Jatiluhur, PG Asembagus, PG Bungamayang, PG Gempolkerep, PG Cinta Manis. 

Pada kesempatan yang sama, Direktur Manajemen Operasiona dan Pengembangan Erwan Pelawi mengatakan, beberapa syarat PG yang akan ditutup antara lain waktu giling lama, produktivitas rendah, serta tidak efisiensi. 

"Kalau ada penutupan satu PG, maka harus ada pabrik baru yang sudah selesai dibangun serta revitalisasi pabrik gula juga telah selesai," tutur Erwan. 

Erwan memperkirakan, PG Glenmorel dan Comal memiliki kapasitas sebanyak 6.000 ton per hari.  Pada 2018, PTPN III memproyeksikan produksi gula sebanyak 1,1 juta ton. Sampai dengan Oktober 2017, produksi gula sekitar 870.000 ton atau 35% dari produksi gula nasional.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

BKPM

Jumat, 20 Juli 2018 - 07:50 WIB

BKPM Fokus Tingkatkan Koordinasi Pusat-Daerah Dukung OSS

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) akan fokus untuk meningkatkan kerja sama dan koordinasi antara pusat dan daerah dalam implementasi sistem pelayanan yang terintegrasi secara elektronik…

Pengerjaan Proyek Infrastruktur (foto: Humas)

Jumat, 20 Juli 2018 - 07:46 WIB

Waketum Kadin: Sektor Konstruksi Merupakan Bisnis Yang Paling Menarik

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Erwin Aksa menyatakan bahwa sektor konstruksi sekarang merupakan bisnis yang paling menarik karena pemerintah gencar membangun infrastruktur.

PT Indika Energy Tbk (INDY) (Foto Tambang)

Jumat, 20 Juli 2018 - 07:42 WIB

Akhir Pekan IHSG Bakalan Tertekan

Diperkirakan IHSG akan bergerak kembali cenderung tertekan diakhir pekan dengan rentan support resistance 5814-5900. Saham-saham yang masih dapat dicermati diantarnya INDY, LPPF, TKIM, AALI,…

Densus 88 (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 20 Juli 2018 - 07:37 WIB

Densus 88 Geledah Rumah Terduga Teroris di Bandung

Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menggeledah sebuah rumah di kawasan Mekar Wangi, Kota Bandung, Jawa Barat karena dihuni oleh seorang terduga teroris.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong

Jumat, 20 Juli 2018 - 07:35 WIB

BKPM Minta Tambahan Anggaran untuk OSS

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) meminta tambahan anggaran sekitar Rp200 miliar per tahun untuk operasional sistem pelayanan yang terintegrasi secara elektronik (Online Single Submission/OSS).