Industri Pariwisata Harus Ikuti Perkembangan Era Digital

Oleh : Chodijah Febriyani | Selasa, 14 November 2017 - 07:34 WIB

Menteri Pariwisata, Arief Yahya Meresmikan Baobab Resort di Taman Safari II Prigen, Pasuruan
Menteri Pariwisata, Arief Yahya Meresmikan Baobab Resort di Taman Safari II Prigen, Pasuruan

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Menteri Pariwisat Arief Yahya meminta biro perjalanan manual untuk bisa melakukan transformasi digital menyusul perkembangan era digital.

Arief dalam acara "Go Digital Wonderful Indonesia" di Jakarta, Senin (13/11/2017) mengatakan salah satu tahap awal digitalisasi adalah dengan bergabung dalam Indonesia Travel Xchange (ITX).

"Untuk transformasi digital, kami harap travel agent manual bisa bergabung ke ITX," katanya.

ITX merupakan "market place" bisnis pariwisata Indonesia. Dengan bergabung ITX, pelaku bisnis pariwisata akan mendapat akses penjualan gratis beserta sistem pemesanan dan pembayaran terpadu.

Arief juga mendorong agar pelaku bisnis pariwisata  dapat pengetahuan terkait pemasaran digital.

"Kemudian, mereka juga harus menyiapkan unit khusus berisi anak-anak muda untuk 'Go Digital'," katanya.

Arief menuturkan, revolusi digital di sektor pariwisata mau tidak mau pasti akan terjadi seperti halnya yang terjadi di sektor pariwisata dan telekomunikasi.

Revolusi digital harus dapat dihadapi lantaran hingga saat ini sekitar 70 persen masyarakat mencari dan membagi sesuatu lewat digital. Media digital pun, kata dia, menjadi media yang empat kali lebih efektif dibanding media konvensional.

Ia menyarankan, petahana (incumbent) bisnis pariwisata untuk segera melakukan transformasi digital agar tidak kalah bersaing. Ia juga meminta agar petahana bisa memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk berkembang setelah menikmati kesuksesan di masa lalu.

"Saran saya, selama kita menjadi incumbent dan sudah merasakan kenikmatan bertahun-tahun, kecil kemungkinan kita mayu berubah. Maka, saya sarankan, anak bapak sajalah yang merubah perusahaan. Kalau anak bapak tidak mau, rekrut orang dari luar, yang 'fresh', anak-anak muda," katanya.

Ketua ASITA (Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies) Asnawi Bahar mengungkapkan di tengah gaung kekuatan digital, pihaknya percaya biro perjalanan masih akan terus berkembang semakin besar.

"Anggota kami saat ini 7.000 anggota, padahal masih ada 5.000 biro yang belum bergabung dengan kami," katanya kepada awak media.

Meski disebut-sebut akan tergerus bisnis OTA (online travel agent), Asnawi menegaskan biro perjalanan masih memiliki poin yang tidak dimiliki OTA yakni layanan prima.

Ia menyebut pasar wisata perorangan saja yang tergerus dengan meningkatnya pamor dunia digital. Sementara wisata grup atau MICE (Meeting, Incentives, Conventions and Exhibition) masih tetap menggunakan jasa biro perjalanan.

"Digital jadi ruh kami, tapi 'face to face meeting' masih diperlukan. Poin penting biro perjalanan adalah jasa yang mampu memuaskan tamu, legalitasnya jelas dan memiliki kemampuan yang bisa dipercaya," pungkasnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Pejualan Indihome di masyarakat.

Senin, 25 Maret 2019 - 20:24 WIB

The Next IndiHome Luncurkan Digital Movement

Jakarta - IndiHome sebagai layanan triple play milik PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) terus berkiprah turut serta membangun masyarakat digital Indonesia. The Next IndiHome membawa…

Dok Foto (Samsung)

Senin, 25 Maret 2019 - 20:15 WIB

Samsung Menghadirkan Produk Terbaru yang Meningkatkan Pengalaman Hidup Terkoneksi

Samsung Electronics Co., Ltd hari ini memperlihatkan inovasi terbarunya serta menguraikan visi dan strategi perusahaan untuk pengalaman Internet of Things (IoT) yang cerdas di Samsung Forum…

Rapat Komite Kebijakan Menetapkan Plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) dihadiri oleh, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri BUMN Rini Sumarno, Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dirut Perum Jamkrindo Diding S Anwar (Ahmad Fadli/INDUSTRY.co.id)

Senin, 25 Maret 2019 - 19:01 WIB

Bunga Dipangkas, Kucuran KUR capai 17% hingga akhir Februari

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat, hingga Februari 2019, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai 17% dari target tahun ini.

Dok Vivo mobile Indonesia

Senin, 25 Maret 2019 - 18:00 WIB

Vivo Umumkan Kolaborasi dengan Tencent Games dan PUBG Corporation untuk PUBG MOBILE Club Open 2019

Vivo mengumumkan kemitraan dengan mobile game – Player Unknown's Battlegrounds Mobile (PUBG MOBILE) yang dikembangkan oleh Tencent Games dan PUBG Corporation, sebagai sponsor utama dari PUBG…

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto meninjau proses pengemasan nanas dalam kaleng di pabrik PT Great Giant Pinapple,Lampung (Foto: Kemenperin)

Senin, 25 Maret 2019 - 17:15 WIB

Menperin Siapkan Tiga Strategi Jitu Dongkrak Industri Mamin

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah meyiapkan tiga strategi jitu guna memacu pertumbuhan industri makanan dan minuman berbasis industri 4.0.