Anak Usaha Intiland Development Siap Kembangkan 40 Hotel Baru

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 13 November 2017 - 09:42 WIB

PT Intiland Development Tbk (DILD) (Foto:beritasatu)
PT Intiland Development Tbk (DILD) (Foto:beritasatu)

INDUSTRY.co.id - Malang – PT Intiland Development Tbk (DILD), emiten Bursa Efek Indonesia (BEI) yang berbisnis di bidang properti, akan mengembangkan 40 hotel baru di Indonesia. Itu dilakukan melalui anak usahanya, yakni PT Intiwhiz International.

“Untuk jangka panjang, kami berencana menambah jumlah hotel yang dioperasikan sendiri di bawah bendera Intiwhiz Hospital Management hingga 200 unit,” tulis Moedjianto S. Tjahjono, Direktur Utama Intiwhiz International, dalam siaran pers, Senin (13/11/2017).

Moedjianto mengemukakan, Whiz Prime Hotel Basuki Rahmat Malang yang secara resmi beroperasi sejak akhir pekan lalu tersebut merupakan hotel ke-22 yang dioperasikan oleh PT Intiwhiz International.

“Hingga kini, kami sudah mengoperasikan 22 unit hotel. Kami akan mengembangkan 40 hotel lagi. Kendati demikian, saya belum dapat memastikan waktu pengoperasian keempat puluh hotel tersebut. Sebagian lagi diurus perizinannya,” tukas Moedjianto.

PT Intiwhiz International mengembangkan hotel bintang 2, 3, dan 4, serta segmen baru hotel kapsul. Umumnya, investasi untuk hotel bintang 2 berkisar Rp38-40 miliar, bintang 3 sekitar Rp45 miliar dan bintang 4 antara Rp65-70 miliar.

Moedjianto mengatakan, pihaknya tidak khawatir dengan ketatnya persaingan di bisnis perhotelan saat ini. Kunci keberhasilan bisnis hotel adalah penentuan lokasi hotel tersebut.

Sekitar 90% dari semua hotel milik perseroan berada di lokasi strategis. Karena itu, perseroan dapat mempertahankan tingkat okupansi seluruh hotel hingga lebih dari 70%.

Bahkan, Whiz Prime Malang yang baru soft launching di awal bulan ini, tingkat okupansinya sudah mencapai 75%, atau lebih tinggi dibanding dengan rata-rata tingkat okupansi hotel di Malang yang sebesar 71%.

Tahun depan, demikian Moedjianto, PT Intiwhiz International akan kembali mengoperasikan 4 hotel baru. Keempatnya berlokasi di Bekasi, Karawang, Bandung dan Manado. Hingga akhir tahun ini, perseroan akan mengoperasian 6 unit hotel dengan total kamar sebanyak 600-700 unit.

Hingga pertengahan November 2017 ini, manajemen PT Intiwhiz International telah mengoperaasikan empat hotel. Rencananya dua hotel akan dioperasikan kembali di Padang dan Bromo pada akhir tahun ini. (Abraham Sihombing)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

 Penempatan PRT dengan Sistem One Channel Sebaiknya Berlaku untuk Semua Negara Timur Tengah

Sabtu, 23 Maret 2019 - 18:00 WIB

Penempatan PRT dengan Sistem One Channel Sebaiknya Berlaku untuk Semua Negara Timur Tengah

Ciloto-Pemerintah diminta untuk tidak malu-malu membuka penempatan pekerja rumah tangga (PRT) atau pekerja migran Indonesia (PMI) ke negara-negara Timur Tengah (Timteng).

Presiden Jokowi meresmikan pasar rakyat Pasar Badung di Kota Denpasar, Jumat (22/3).

Sabtu, 23 Maret 2019 - 17:33 WIB

Presiden Jokowi Resmikan Pasar Badung Jadi Ikon Smart Heritage Market

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) berharap pasar rakyat atau pasar tradisional di Indonesia, khususnya di wilayah Provinsi Bali, harus mampu bersaing dengan pusat perbelanjaan moderen, pasar…

Kepala (BPPSDMP) Kementan Momon Rusmono

Sabtu, 23 Maret 2019 - 16:45 WIB

Kementan: Kedaulatan Pangan Harus Berdampak Pada Kesejahteraan Petani

Indramayu - Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong petani di Kabupaten Indramayu untuk bisa mencapai target produksi padi hingga lebih dari 1,8 juta ton gabah kering pungut di tahun 2019.…

Direktur Keuangan dan Operasional BNI Syariah Wahyu Avianto

Sabtu, 23 Maret 2019 - 16:36 WIB

BNI Syariah Siapkan Strategi Untuk Hadapi Era Disrupsi

Jakarta - BNI Syariah sudah menyiapkan strategi untuk menghadapi era disrupsi. Era disrupsi ini terjadi ditunjukkan dengan perubahan yang cukup cepat dan mengganggu eksisting bisnis.

Dok Redaksi Industry

Sabtu, 23 Maret 2019 - 13:33 WIB

Bambang Trihatmodjo: Pupuk Bregadium Bukti Kiprah Berkarya untuk Pertanian 

Kader utama Partai Berkarya Bambang Trihatmodjo menilai sector pertanian Indonesia berjalan di tempat, di tengah maju dan berkembangnya sector pertanian negara-negara tetangga, terutama Thailand.