Banyuwangi Ethno Carnival Dilaksanakan Bergotong Royong

Oleh : Chodijah Febriyani | Minggu, 12 November 2017 - 05:14 WIB

Geliatkan Ekonomi Rakyat, Banyuwangi Kembali Gelar BEC
Geliatkan Ekonomi Rakyat, Banyuwangi Kembali Gelar BEC

INDUSTRY.co.id - Banyuwangi- Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan perhelatan "Banyuwangi Ethno Carnival" yang sudah digelar sejak 2011 tidak menggunakan "event organizer" melainkan dengan bergotong-royong.

"Acara ini dibuat bersama-sama oleh pemerintah daerah, masayrakat, seniman, budayawan dan juga sanggar seni," kata Anas saat pergelaran "Banyuwangi Ethno Carnival" di Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (11/11/2017)

Dia mengatakan hal itu yang membedakan perhelatan karnaval busana di Jember dan di Banyuwangi.

Dengan bekerja sama maka banyak hal positif yang diterima oleh masyarakat Banyuwangi, salah satunya peningkatan pendapatan per kapita.

Saat ini Banyuwangi dapat melaksanakan 72 acara dalam setahun dan telah meningkatkan jumlah wisatawan yang datang ke daerah tersebut.

"Kalau dulu kunjungan wisatawan ke Banyuwangi hanya 500 ribu orang per tahun, sekarang sudah mencapai 4,3 juta per tahun, begitu juga pendapatan per kapita. Kalau dulu 14 juta per orang per tahun, sekarang mencapai 41 juta per orang per tahun," kata dia.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani mengatakan, gelaran "Banyuwangi Ethno Carnival" dapat meningkatkan ekonomi rakyat Banyuwangi, Jawa Timur.

"Festival seperti ini diharapkan memberikan dampak bagi perekonomian berbasis budaya masyarakat dan usaha kecil menengah di Kabupaten Banyuwangi," kata Puan.

"Banyuwangi Ethno Carnival 2017" ini mengusung tema "Majestic Ijen" yang memperlihatkan keagungan Gunung Ijen yang dibanggakan oleh masyarakat Banyuwangi.

Eksplorasi Gunung Ijen disuguhkan melalui peragaan kostum bertema penambang belerang, api biru dan panorama Kawah Ijen. (Ant)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi Gula Rafinasi (ist)

Rabu, 16 Januari 2019 - 06:00 WIB

Kemenperin: Kebutuhan GKR untuk Industri Naik 6 Persen per Tahun

Kementerian Perindustrian memproyeksi kebutuhan gula kristal rafinasi (GKR) untuk sektor industri makanan dan minuman serta industri farmasi naik sebesar 5-6 persen per tahun.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja (Foto Ist)

Rabu, 16 Januari 2019 - 05:30 WIB

BCA Pastikan Akuisisi Bank Kecil Selesai Tahun Ini

PT Bank Central Asia Tbk memastikan proses akuisisi bank umum kegiatan usaha I (BUKU I) atau bank bermodal di bawah Rp1 triliun akan selesai pada tahun ini, setelah rencana tersebut tak kunjung…

Garuda Indonesia Vintage Flight Experience (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 16 Januari 2019 - 05:00 WIB

Garuda Sudah Turunkan Tarif di Sejumlah Rute

PT Garuda Indonesia sudah menurunkan tarif penerbangan di sejumlah rute menyusul hasil konsolidasi Kementerian Perhubungan dan Asosiasi Perusahaan Penerbangan Indonesia (Inaca) soal lonjakan…

The Parc Apartement tawarkan konsep coliving bagi kaum milenial, Foto : INDUSTRY.co.id

Selasa, 15 Januari 2019 - 21:59 WIB

Ini Strategi Bisnis Pengembang South City di Tahun Politik

Mengawali tahun 2019 dan dalam momentum tahun politik PT Setiawan Dwi Tunggal terus optimis dalam mengembangkan bisnis korporasinya, yaitu melalui proyek apartemen di South City Cinere. Lantas…

PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) (Foto Ist)

Selasa, 15 Januari 2019 - 21:00 WIB

Krakatau Steel Jalankan Dua Proyek Besar Tahun ini

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk akan menjalankan dua proyek strategis tahun ini. Proyek ini bertujuan untuk melakukan ekspansi kapasitas di bagian hilir dan menurunkan biaya produksi di bagian…