Turnamen Catur Non Master Digelar Peringati Sumpah Pemuda

Oleh : Wiyanto | Sabtu, 04 November 2017 - 20:34 WIB

Hatta Taliwang dan Maruarar Sirait saat menghadiri turnamen catur non master (Foto: Anto/Industry.co.id).
Hatta Taliwang dan Maruarar Sirait saat menghadiri turnamen catur non master (Foto: Anto/Industry.co.id).

INDUSTRY.co.id -Jakarta-Hatta Taliwang dan Maruarar Sirait menggelar turnamen catur non master seluruh Indonesia untuk memperingati hari Sumpah Pemuda. Turnamen tersebut diikuti oleh 300 perserta yang terdiri dari anak-anak hingga orang dewasa. Turnamen hanya digelar Sabtu (4/11/2017).

“Acara untuk memeriahkan hari Sumpah Pemuda,  pecatur bisa main catur ada jasa pahlawan, cocok dari seluruh Indonesia, kelas non master bukan master nasional atau grand master,” ujar Hatta Taliwang penyelenggara turnamen catur non master di Jakarta, Sabtu (4/11/2017).

Ia menjelaskan turnamen non master sebagai wadah kaderisasi untuk menjadi master, kalau master sudah terbiasa dengan catur. Namun yang non master perlu dibina menjadi master tergantung rating mereka.

Ia menjelaskan turnamen non master sebagai wadah kaderisasi untuk menjadi master, kalau master sudah terbiasa dengan catur. Namun yang non master perlu dibina menjadi master tergantung rating mereka.

Dalam turnamen ini, sebanyak 100 peserta terbaik akan mendapatkan hadiah total lebih Rp41 juta. Juara 1 akan mendapatkan uang sebesar Rp6.000.000, juara 2 (Rp4.000.000), juara 3 (Rp2.500.000), juara 4 (Rp1.500.000), dan juara 5 (Rp1000.000).

Sedangkan juara 6-10, masing-masing mendapatkan uang sebesar Rp 750.000, juara 11-20 (Rp600.000), juara 21-30 (Rp500.000), juara 31-40 (Rp400.000), dan juara 41-50 (Rp300.000).

Sementara juara 51-100 akan mendapatkan voucher belanja sebesar Rp100.000.

“Sesama non master. Kalau untuk master biasanya suka rebutan hadiah, anak non master perhatikan kaderisasi juga, usia bebas enggak ada kelas usia SD sampai kakek yang  seumur saya,” katanya.

Maruarar Sirait, anggota DPR mengatakan olahraga catur dapat menyatukan perbedaan. “Catur menyatukan perbedaan, saya dengan Bang Hatta Taliwang sering berbeda dari sisi politik. Tapi dalam hal catur kami sama. Itulah indahnya persahabatan,” katanya.

Dalam turnamen catur, kata dia yang paling penting peranan wasit. “Wasit harus adil, kalau adil peserta tenang dan aman. Demikian juga ngurus negara kalau pemimpinnya adil, negara aman.Filosofi dari pemain catur itu visinya futuristik. Dia harus tahu 10-20 langkah ke depan,” katanya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Board Member of Sinar Mas Franky O. Widjaja (Foto Dok Industry.co.id)

Selasa, 16 Oktober 2018 - 13:52 WIB

TNI Bantu Bangun 3.000 Rumah Korban Gempa

Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia bekerja sama dengan TNI akan membangun 3.000 unit rumah bagi warga yang menjadi korban bencana gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat serta gempa bumi dan…

PT Telkom Indonesia. (Foto: IST)

Selasa, 16 Oktober 2018 - 13:37 WIB

Telkom Paparkan Strategi Indonesia Menuju Global Digital Hub di Indonesia Pavilion

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk memiliki peran penting dalam memastikan pemerataan jaringan dan akses telekomunikasi sekaligus percepatan pertumbuhan ekonomi digital. Kehadiran Telkom secara…

Kepala BPOM Penny K. Lukito (Foto Ist)

Selasa, 16 Oktober 2018 - 13:33 WIB

BPOM Komitmen Pembangunan Kesehatan Palestina

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Penny Lukito mengatakan Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk membangun kapasitas Palestina salah satunya pada sektor kesehatan.

- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj (Foto Ist)

Selasa, 16 Oktober 2018 - 13:24 WIB

PBNU Luncurkan NU Channel Tayangan Program Dakwah

Ormas Islam terbesar di Indonesia Nahdlatul Ulama (NU) meluncurkan "NU Channel" yang menayangkan sejumlah program seperti dakwah, doa, kebudayaan, seni dan diskusi.

Manchester United (MU)

Selasa, 16 Oktober 2018 - 13:20 WIB

Siapkan Dana Capai Rp 60 Triliun, Pangeran Saudi Ini Siap Beli Manchester United

Pangeran Muhammad bin Salman dikabarkan akan mengambil alih Manchester United dari keluarga Glazer senilai 4 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp60 triliun.